Serentak, Tiga Kabupaten Di Aceh Lakukan Hukuman Cambuk Seusai Sholat Jumat

Seusai sholat Jumat, sebanyak 20 orang dari tiga kabupaten dijatuhi hukuman atas perbuatan mereka yang terbukti melanggar qanun (Perda) syariat Islam di Aceh.

11 orang di antaranya dihukum di halaman Masjid Istiqamah, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Delapan orang lainnya dicambuk di Lapangan Merdeka, Kota Langsa. Satu orang lagi dieksekusi di halaman masjid Al Munawwarah, Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Menurut Rahmanuddin, Kepala Satpol PP dan WH Aceh Selatan mengatakan, dari 11 orang yang dicambuk hari ini 1 di antaranya merupakan perempuan. Mereka dicambuk antara enam hingga 12 kali cambukan.

Sementara di Kota Langsa, Ibrahim Latif Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa mengungkapkan bahwa dari delapan terpidana cambuk, lima diantaranya terpidana perjudian dan sisanya terbukti melakukan perbuatan mesum. Masing-masing dicambuk delapan kali.

Dan seorang pria berusia 44 tahun asal Kecamatan Darussalam itu, dicambuk enam kali usai kedapatan bermain judi toto gelap (togel) pada September 2014.

Hukuman cambuk di 3 kabupaten itu dilakukan setelah sholat Jumat, 21 November 2014. Mereka dijatuhi hukuman setelah menjalani persidangan di pengadilan Mahkamah Syariah kabupaten setempat.

Hukuman cambuk di Aceh memang masih berlaku. Hukuman cambuk diberikan pada 20 warga Aceh yang terbukti bersalah atas kasus perjudian (maisir), mesum (khalwat) dan minum-minuman keras (khamar) menurut aturan dalam qanun (Perda) syariat Islam. Hukuman itu diberikan agar pelaku jera dan tidak mengulang kesalahan untuk kedua kalinya.