Tragis! Bibi Tega Potong Kemaluan Ponakan

Lagi-lagi kekerasan terhadap anak terjadi. Gara-gara asyik SMS-an dengan pacar, seorang perempuan asal Kota Luohe, Provinsi Henan, Tiongkok, memotong penis keponakannya yang baru berusia tiga tahun.

Xue Paan (37) sedang mengirim SMS untuk kekasihnya sambil duduk di toilet. Tiba-tiba, keponakannya yang masih balita, Qiang Qiang, membuka pintu toilet dan ingin bermain game yang ada di telepon genggam perempuan itu.

Namun, Xue tidak memberikan ponselnya kepada sang keponakan. Sang bibi yang marah malah pergi ke dapur, mengambil sebilah pisau dan memotong penis bocah malang itu. Ibu Qiang Qiang, Cai Tuan (27), saat itu sedang berkunjung ke kediaman tetangga sebelah rumah saat mendengar putra kecilnya itu berteriak.

“Saya hanya pergi ke kediaman tetangga sekitar 30 menit saat mendengar Qiang Qiang berteriak. Saya segera berlari pulang dan tak percaya dengan apa yang saya lihat,” ungkap Ibu Qiang Qiang.

Saat Cai Tuan tiba di rumah, putranya dalam keadaan pingsan, sementara darahnya menggenang. Di sebelah tubuh bocah itu tergeletak sebilah pisau dan potongan penis balita tersebut.

“Pemandangannya sangat mengerikan. Adik saya, sudah tidak ada di rumah saat itu,” lanjut Cai Tuan.

Anak malang tersebut segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Beruntung para dokter berhasil menyambung kembali penis bocah itu. Untuk perawatan lebih lanjut, Qiang Qiang kini dikirim ke sebuah rumah sakit di Beijing.

“Sayangnya pisau itu tumpul sehingga potongan penis bocah itu meski bisa disambung tetapi tidak maksimal. Qiang Qiang harus menjalani perawatan lebih, bocah itu sudah menjalani tiga pembedahan yang sukses. Kami yakin penis bocah itu akan pulih dalam waktu tiga bulan,” ungkap juru bicara rumah sakit.

Sementara itu, bibi Qiang Qiang yang sempat kabur akhirnya ditangkap polisi. Perempuan itu mengakui perbuatannya karena merasa terganggu saat berada di toilet.

“Wanita itu akan terancam hukuman lima tahun penjara,” ungkap juru bicara kepolisian Luohe.

Sebagai anggota keluarga terdekat, seharusnya kita melindungi dan memberikan contoh yang baik kepada anak. Bukan malah menganiaya atau melakukan kekerasan yang dapat menimbulkan cacat fisik dan traumatis. Kita wajib menhindari kekerasan kepada anak karena dapat mengganggu pertumbuhan mereka. Memberikan kasih sayang dan perhatian, adalah perlakuan yang tepat agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara normal.