Sehari Kenaikkan BBM, Penimbun Solar Digerebek

Miris, baru sehari pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), aksi penimbunan solar bersubsidi di Palembang, Sumatera Selatan sudah terjadi.

Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan membongkar tempat penimbunan BBM bersubsidi jenis solar di Jalan Palembang-Jambi, KM 105 Lorong Abadi Dusun IV,  Desa Sukamaju Babat Supat Sungai Lilin, Kabupaten Musibanyuasin (Muba), Rabu dini hari, 19 November 2014.

Dari pembongkaran tempat penimbunan tersebut, petugas mengamankan 4.350 liter solar bersama pemilik gudang Fery Yoney dan 31 warga Jalan Palembang Jambi KM 105,  Lorong Abadi, Dusun IV, Desa Sukamaju Babat Supat, Kecamatan Sungai Lilin, Muba.

Kepala Unit Tipiter Komisaris Tito Dani mengatakan,penangkapan tersebut merupakan hasil patroli yang digelar Ditreskrimsus Polda Sumsel di sejumlah kawasan di Sumsel jelang kenaikan BBM.

“Kita melakukan patroli rutin, dari patroli inilah kita berhasil mengetahui jika ada penimbunan BBM, saat itulah kita lakukan
penggerebekan di rumah Fery dan kita mendapatkan 4.350 liter BBM jenis solar, ” ungkap Kanit komisaris Tito Dani.

 Dari hasil pemeriksaan sementara, solar yang ditimbun didapatkan dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setempat dengan membeli secara berulang-ulang dalam jumlah banyak yang nantinya solar akan dijual ke sejumlah perusahaan swasta ataupun industri.

“Solar subsidi diduga diisi di SPBU. Tentunya, kita akan kordinasi dengan instansi terkait terhadap mekanisme pengisi BBM menggunakan jerigen. Jika memang pengelola SPBU menyalahi aturan, akan kita proses. Untuk Fery, kita jerat pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang migas, ” ungkap Komisaris Tito Dani.

Dari 4.350 liter solar yang didapat dari pelaku, 2.000 liter ditemukan anggota di dalam lima tandon air yang masing-masing berkapasitas 1.000 liter dan 2.350 liter di dalam 45 drum. Semua barang bukti berada di bak mobil pick-up yang ditutupi terpal.

“Semua minyak yang berhasil kita dapatkan dan alat yang digunakan yakni dua unit mobil pick-up antinya akan kita amankan ke Mapolda Sumsel sebagai barang bukti tentang kejahatan Fery,” ungkap Kanit Tito Dani.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Komisaris Besar Djarod Padakova, pasca kenaikan BBM Polda Sumsel mengerahkan dua kompi Brimob personel dan satu kompi personel Shabara melakukan pengamanan SPBU.

“Kita juga telah mengintruksikan ke Polda dan jajaran dengan meningkatkan patroli rutin, ” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel.

Ditempat terpisah, Humas PT Pertamina Pemasaran Wilayah II Sumbagsel Alicia Irzanova mengatakan, memang dibenarkan membeli BBM subsidi menggunakan tempat penampung semacam jerigen.

“Dibolehkan membeli BBM menggunakan jeriken, namun pembeli harus membawa surat izin yang dikeluarkan SKPD setempat. Tanpa surat itu, pihak SPBU seharusnya tidak mengisikan BBM kepada warga yang menggunakan jeriken,” ungkap Alicia.

Dengan kenaikkan harga BBM bersubsidi masyarakat dapat menghemat bahan bakar yang tersedia dengan baik sesuai kebutuhan. Diharapkan tidak terjadi lagi kasus penimbunan BBM yaang sedang marak saat situasi seperti ini. Dan masyarakat dapat  ikut serta mengawasi proses pelaksanaan kebijakan yang sedang berlaku.