Penyelidikan Dugaan Skandal Cinta Hakim Dengan Instruktur Senam

Kabar mengejutkan datang dari salah anggota instansi hukum yaitu seorang hakim Pengadilan Negeri (PN) Demak, berinisial TI mencoreng dunia hukum Indonesia. Selaku ‘Wakil Tuhan’, TI malah menyelingkuhi instruktur senam, berinisial WN, dan sempat digerebek warga.

“Yang bersangkutan masih aktif sebagai hakim. Belum ada sanksi dari lembaga yang bersangkutan,” kata Petugas Penghubung Komisi Yudisial Jawa Tengah, Bahrul Fawaid.

Menurut petugas Komisi Yudisial Provinsi Jateng tersebut, belum adanya sanksi bagi hakim yang bersangkutan karena memang kasus perselingkuhan yang menjeratnya masih dugaan. Diperlukan bukti yang cukup untuk merespon kasus tersebut kepada Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial.

“Kita sebagai penghubung ke KY (Komisi Yudisial) masih mengklarifikasi lebih jauh,” pungkas Bahrul Fawaid.

Dugaan kasus skandal perselingkuhan hakim itu, merupakan tindak perilaku murni. Pelaku akan dikenakan pasal melanggar poin ke-7 SKB Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

“Untuk tindak lanjutnya biasanya Komisi Yudisial mengadakan pleno lebih dulu, baru menentukan tindak lanjut sanksinya, skorsing atau pemecatan,” ujar petugas KY tersebut.

TI diketahui telah beristri dan memiliki dua anak di Solo, Jawa Tengah. Selain menjadi hakim, TI juga mengantongi lisensi sebagai
mediator dan lisensi mengadili perkara pemilu. Namun, sejak terkuaknya skandal cinta sang hakim dengan wanita instruktur senam, TI yang masih aktif bertugas menjadi hakim di PN Demak, jarang terlihat masuk kantor.

Hingga saat ini kasus hakim tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan megumpulkan keterangan para saksi dan barang bukti. Serta menunggu sanksi yang akan diberikan oleh instansi terkait jika pelaku terbukti bersalah. Sebagai anggota badan hukum, seharusnya dapat memberikan contoh yang sesuai dengan apa yang dicerminkan melalui profesinya bukannya membuat skandal yang mencoreng.