Setelah Lunasi Biaya, Ibu dan Anak Baru Keluar Dari Rumah Sakit

Peristiwa ini terjadi pada salah seorang warga Tugu, Cimanggis, Anah Mutiasari. Ibu yang melahirkan secra sesar ini mengaku harus melunasi biaya persalinan sebesar Rp8 jutaan baru bisa pulang ke rumah.

Anah melahirkan sejak hari Jumat 14 November 2014. Anah tadinya hanya mampu membayar Rp2 jutaan. Namun, dengan dalih harus melunasi biaya administrasi, ia pun terpaksa harus menginap lebih lama dan baru hari
ini bisa pulang.

Biaya sebesar itu tentu terasa berat bagi Anah dan Yudi, sang suami yang hanya berprofesi sebagai tukang ojek. “Untung saja kami dapat pinjaman dari tetangga, Alhamdulillah bisa pulang. Disandera sih enggak ya, hanya harus melunasi saja,” ucap ibu empat anak ini.

Peristiwa yang di alami Anah itu sempat terdengar oleh Yeti Wulandari, Wakil Ketua DPRD Kota Depok dan membuat Yeti geram. Politisi Gerinda ini bahkan sempat mendatangi langsung Rumah Sakit Setya Bhakti, tempat Anah dirawat, dengan maksud ingin membantu. Namun, ternyata Anah sudah lebih dulu pulang. Prihatin dengan kondisi tersebut, Yeti pun mendatangi kediaman Anah.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Depok ini mendesak  Dinas Kesehatan Depok untuk melakukan evaluasi kepada seluruh rumah sakit.

“Harus ada evaluasi setiap rumah sakit. Khususnya untuk mereka yang tidak mampu. Perlu ada sanksi keras dari Dinkes untuk mereka yang tidak mengedepankan sisi kemanusiaan,” kata Yeti.

“Jangan sampai mementingkan sisi komersial, apalagi sampai pembiaran. Kami dari DPRD mendorong Pemerintah Depok untuk segera melakukan langkah konkret agar kasus seperti ini tidak terulang,”  jelas Yeti

Peristiwa tertahannya pasien seperti itu memang sering terjadi di tanah air, dengan mengatas namakan peraturan pihak rumah sakit tidak mengedepankan sisi kemanusiaan. Sebagai pemerintah harusnya segera melakukan langkah konkret untuk kasus seperti ini supaya kejadian tertahanya pasien di rumah sakit tidak terulang lagi.