Press "Enter" to skip to content

Sidang Pembunuhan Anggota PSHT, Berujung Bentrok Dengan DMC

Comments

Bentrok antara dua kelompok massa terjadi di Solo, Selasa dini hari tadi.  Setelah bentrokan usai, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, belasan motor rusak, dan enam orang warga mengalami luka bacok sehingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.

“Ada enam korban bentrokan yang dikirima ke rumah sakit kami dinihari tadi. Hingga siang ini tinggal dua orang saja. Tiga orang diperbolehkan rawat jalan dan seorang lainnya dirujuk ke RSUD dr Moewardi atas nama Rudi, warga Banjarnegara, yang mengalami kondisi cukup kritis karena luka bacok di kepala dan badan,” ujar Humas RS Brayat Minulya, Brigitta Adventa, Selasa (18/11/2014).

Enam orang korban tersebut adalah Jueky Andi Saputra (20 tahun) warga Kerten, Solo, Yakobus Rinto Dardia (18tahun) warga Mojosongo,  Solo, Viktor Krasteyo Widi N (17 tahun) warga Selokaton, Karanganyar, Yosi Dika Aianda (19 tahun), warga Cemani Sukoharjo, Alvon (22tahun) warga asal Kupang, NTT, dan Rudi, warga Banjarnegara.

Sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan, diantaranya satu kantor ormas kepemudaan, satu Pos Polisi, warnet, bangunan kantor Bank NISP, serta belasan motor milik warga. Polisi juga mengamankan puluhan sepeda motor milik warga yang tertinggal di lokasi bentrokan di sekitar Pasar Nusukan, Solo.

Selain itu, polisi sempat menangkap empat orang dari salah satu pihak yang terlibat bentrokan. Namun keempat orang yang berasal dari Wonogiri itu telah dibebaskan Selasa (18/11/2014) siang ini dengan berbagai pertimbangan, terutama mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan yang mungkin saja berlanjut.

“Telah kami bebaskan empat orang diduga pelaku perusakan kantor Ormas. Meski begitu jika diperlukan mereka akan kembali dimintai keterangan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan tindak pidana susulan. Sedangkan langkah lain yang kami lakukan adalah koordinasi dengan pihak-pihak terkait serta lebih mengintensifkan patroli dan intelijen untuk
melakukan deteksi dini,” ujar Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Guntur Saputro.

Bentrokan berawal dari ratusan anggota perkumpulan beladiri yang menunggui jalannya sidang kasus pembuhunan warga Kadipiro, Solo yang juga mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Danang Rusbiyantoro (24), yang merupakan anggota SHT Sragen.

Diduga, terdakwa merupakan anggota dari DMC dan ratusan anggota perkumpulan beladiri ini ingin hukuman seberat-beratnya bagi terdakwa. Untuk saat ini lokasi kejadian masih belum kondusif dan untuk warga sekitar masih dihimbau untuk berhati-hati.