Milyaran Uang, Puluhan Batang Emas dan Rumah Dieksekusi, Gayus Belum Miskin

Gayus Tambunan pernah membuat geger Indonesia. Gayus, mantan pegawai Pajak ini diketahui melakukan pidana suap membantu mengakali pajak sejumlah perusahaan.

Kini harta benda  yang dimiliki yakni  Uang Rp 74 miliar berupa US dolar dan dolar Singapura, 31 Batang emas, serta rumah di Kelapa Gading, Jakarta Utara dieksekusi kejaksaan sesuai putusan Mahkamah Agung (MA).

“Kami ingin tidak ada harta yang bisa dinikmati dan dipertahankan terdakwa,” kata Jampidsus Widyo Pramono, Senin (17/11/2014).

Gayus memang sosok kontroversial, Gayus yang dipidana karena kasus pajak ini ternyata bisa keluar sebebas-bebasnya, bahkan ke Singapura dan Bali selama ditahan. Hingga akhirnya, dibekuk.

Soal harta yang disita ini kemudian muncul dugaan, Gayus memiliki harta di Singapura. Kemudian juga beredar isu Gayus menyimpan harta di kerabatnya, karena selama di tahanan Gayus bisa membeli rumah. Widyo yang dikonfirmasi soal ini meyampaikan, penyidik masih akan terus melakukan pelacakan.

“Sepanjang masih menjadi ranah penyidikan akan ditindaklanjuti,” tegas Widyo.

Gayus dipidana atas sejumlah kasus. Gayus terbukti melakukan pidana suap, pencucian uang dan gratifikasi, serta perkara penggelapan paspor di PN Tangerang.

Proses hukum terkait tindak korupsi harus lebih dipertegas supaya para koruptor jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya yang dapat merugikan negara. Selain mengeksekusi aset koruptor perlu dilakukan independensi proses hukum. Dimana kasus ditangani KPK  atau jaksa dan polisi dengan pengawasan Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum.