Hari Musik Nasional, Tika & Udjo ‘Project Pop’ Harapkan Musisi Lebih Diapresiasi Gosip Selebriti

Hari Musik Nasional, Tika & Udjo ‘Project Pop’ Harapkan Musisi Lebih Diapresiasi

KapanLagi.com – Selamat Hari Musik Nasional! Sejak 5 tahun yang lalu, Indonesia memperingati 9 Maret sebagai hari musik nasional. Hal ini ditentukan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013. Bagi aktor musikal, tentu saja hari ini memiliki arti tersendiri bagi mereka. Tika dan Udjo & # 39; Project Pop & # 39; mengusulkan agar pemerintah membuat undang-undang untuk lebih menghargai musisi.

Bertemu di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (3/3/2018) Tika dan Udjo memberi Pendapatnya pada hari musik nasional. Menurut Udjo hari musik nasional adalah warisan budaya mengingat musik adalah bentuk budaya yang berkembang terus menerus dan menyertai kehidupan berbangsa dan bernegara. "Jadi tahun dimana kita berdiri, sampai sekarang ada musiknya. Jadi kalau ada hari musik nasional ini adalah bentuk apresiasi terhadap karya (musik)," kata Udjo. Tika juga menambahkan, "Bukan hanya pekerjaan, tapi juga pencipta, para pemusik yang terlibat di dalamnya … pelakunya, penyanyi, sang pencipta."

Pada kesempatan ini keduanya membuka suara tentang non-kesejahteraan musisi yang karyanya digunakan oleh orang lain. Udjo berpendapat bahwa masalahnya belum berakhir, bahkan sampai hari ini. Dia mengharapkan musisi muda untuk mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan para pemain dunia musik dari sisi yang memberi penghargaan . Untuk Tika hukuman patut dicatat bahwa pelanggar akan memiliki efek jera dan aktor musik harus memiliki hak mereka dengan benar.

 (kredit: anytime.com/fikrialfirosyadi)(credit: kapanlagi.com/fikrialfirosyadi)

Era digital [1945909] juga ikut serta dalam industri musik. Dimana era ini memudahkan pendistribusian karya musisi hingga telinga pecinta musik. "Sekarang gini lho, hidup [1945909] download aja Tapi apakah semua pria dowload dari portal resmi? … jadi kayak bisa bebas kenapa tidak?" Kata Udjo . "… proses pembuatan lagu melibatkan banyak orang Dan kapan apa hak pemilik diberikan, bayangkan apa lagi pekerjaan berikutnya yang akan dibuat!" Jelas Tika setuju dengan Udjo.

Udjo juga mengungkapkan penghasilannya bahwa karya musik musisi domestik bisa berkompetisi dengan musik dari luar. Hal ini bisa terwujud jika musisi kita bisa menjadi tuan rumah di negara mereka sendiri. "Mengapa ada kata-kata yang berharap bisa menjadi tuan rumah di negara mereka sendiri? Karena negara kita adalah satu juta penduduk. Pasti yang pertama yang kita jalani … tuan rumah bukan hanya karyanya, tapi juga mendapat pujian tersendiri. negara. "

Bicara soal musik, kita tidak akan lepas dari musisi tutup yang semakin menjamur hari ini. Dari cover lagu, mereka populer dengan banyak orang. Jangan sampai kesana, meliput lagunya kini bisa menjadi profesi yang tidak kalah komersial. Dari menganggur ke uang. Terkait dengan ini Tika juga berpendapat, "Oh enggak tidak ada apa cover cover neraka ya. Tapi lebih baik jika pemiliknya [1945909] menyebutkan jika perlu di DM pertama kali menulis … Misalkan dia bilang enggak mungkin, ya sudah tidak. Apalagi kalau sudah … melibatkan monoton di dalamnya.Seperti uang di dalamnya.Dia terus menyetujui "Bagaimana jika dibandingkan dengan platform digital [1945909] ?" Nah, … lalu berunding dengan pemilik lagunya. "Bagian apa lagi?"

(kpl / far / ren)

Sumber