Musakkir Bantah Pengakuan Nilam Sering Diajak Nyabu

Saat diamankan polisi di kamar hotel terkait sabu, Guru Besar Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Musakkir kedapatan bersama Ismail Alrip (dosen) dan Nilam (mahasiswi). Kepada pengacaranya Akram Mappaona Aziz, Musakkir mengaku tidak mengenal Nilam.

“Beliau dan Nilam nggak kenal, nggak ada hubungan apa-apa. Beliau tahunya dia itu temannya Ismail,” kata Akram, Minggu (16/11/2014) sore.

Mahasiswi yang diamankan sekamar dengan Musakkir juga telah membuat pengakuan saat diinterogasi polisi. Nilam mengaku sering diajak oleh Musakkir untuk menemani nyabu. Hal ini dilakukannya karena alasan ekonomi. Kepada pengacaranya, Musakkir membantah mengenal dan punya hubungan dengan Nilam.

“Saat diinterogasi, mahasiswinya sudah mengakui habis mengisap sabu, bahkan mengakui sudah sering dipanggil menemani Prof Musakkir,” ujar Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Muhammad Fajri Mustafa, di kantornya, Jumat (15/11/2014).

Dari hasil pemeriksaan urine, polisi menyatakan Musakkir dan lima orang itu positif menggunakan narkoba. Pernyataan itu tentu membuat Musakkir tidak bisa lagi mengelak. Sebab sebelumnya Akram terus membantah kliennya memakai narkoba.

Akram akan mengajukan proses assessment ke Polrestabes Makassar terkait nasib Musakkir untuk bisa dapat jalan keluar terbaik, salah satunya dengan cara direhabilitasi.

Kasus ini masih dalam proses. Penetapan pelaku sebagai tersangka masih belum dapat dilakukan. Pihak kepolisian masih mencari informasi dan barang bukti terkait kasus tersebut.