Welcome To Paradise, Foto Tabloid Australia Gambarkan Jokowi Sebagai Koki

“Welcome Paradise”, merupakan judul foto sebuah halaman depan koran Australia yang saat ini diduga melecehkan Jokowi. Media lokal di Brisbane, Australia yaitu The Courier Mail memasang foto 20 kepala negara dengan menggunakan kostum unik. Hal ini dilakukan menjelang pertemuan negara anggota G-20, Sabtu (15/11/2014) di Australia.

Dalam foto tersebut Presiden Indonesia, Joko Widodo yang sedang mengenakan peci hitam digambarkan tengah memanggang sosis seperti seorang koki dalam pesta barbeque lengkap dengan celemek.

Sementara presiden lainnya yakni Barack Obama, ditampilkan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana seperti sedang berada di pantai.  Vladimir Putin mengenakan topi panjang yang tebuat dari kardus bir. Adapula pemimpin negara yang memegang papan selancar, stik pancing lengkap dengan ikan raksasa yang didapat. Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma memegang botol bir. Sementara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tampak berpakaian seperti penjaga pantai (lifeguard) dan Presiden China Xi Jinping terlihat seperti akan pergi berenang dengan sehelai handuk di atas bahunya.

G-20 sendiri merupakan pertemuan forum ekonomi, G-20 lebih banyak menjadi ajang konsultasi dan kerja sama hal-hal yang berkaitan dengan sistem moneter internasional. Apakah pertemuan pemimpin ini menghasilkan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada stabilitas keuangan internasional serta pemecahan masalah yang tidak dapat diatasi oleh satu negara tertentu saja atau hanya menjadi ajang liburan. Itulah kritikan dari gambaran The Courier Mail.

Namun di dalamnya, tabloid tersebut menulis hal yang lebih serius, yakni tentang jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 dan meminta Presiden Putin untuk mengucapkan kata maaf.

Dalam surat pendek untuk Putin, ucapan terima kasih pada Putin atas kunjungannya ke Brisbane ditulis oleh tabloid. “Namun sebelum KTT dimulai, ada satu kata yang ingin didengar rakyat Australia yaitu maaf,” demikian yang ditulis media tersebut.

Terdapat 38 warga Australia di antara 298 orang di pesawat MH17 yang jatuh pada Juli lalu di atas wilayah konflik Ukraina timur, yang dikuasai para pemberontak pro-Rusia.

Sebenarnya, media Australia tersebut bukan bermaksud melecehkan pemimpin negara anggota G-20, mereka hanya ingin mengkritik dan mengkoreksi pemimpin – pemimpin negara yang seharusnya memanfaatkan forum internasional tersebut menghasilkan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada stabilitas keuangan internasional serta pemecahan masalah yang tidak dapat diatasi oleh satu negara tertentu bukan sebagai ajang liburan saja. Namun walau niat mereka baik, kita sebagai warga Indonesia yang Presidennya dilecehkan oleh media negara lain tetapt tidak bisa menerima hal tersebut.