Surat Dukungan Tak Janjikan Jadi Ketua Umum Golkar, Tapi Melalui Voting

Kembalinya Aburizal Bakrie untuk menjadi ketua umum di Munas 2015. Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily menyatakan bahwa Ical memiliki hak untuk maju kembali sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada periode mendatang.

“Sebagai Ketua Umum petahanan, saya juga punya keyakinan bahwa beliau juga seorang demokrat sejati yang menjaga tradisi politik yang demokratis, fair dan terbuka dalam proses pemilihan Ketua Umum pada Munas yang akan datang,” kata Ace angkat bicara.

Memiliki surat dukungan yang besar tidak menjajikan dipilihnya Ical menjadi ketua umum, namun harus dibuktikan dalam forum Munas dengan proses voting. “Saya kira itu hak Beliau (Ical) untuk maju kembali sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada periode mendatang. Soal banyaknya surat dukungan tidak bisa dijadikan sebagai dasar terpilihnya kembali sebagai Ketua Umum,” tegas Ace.

Ketua Umum DPR Partai Golkar saat ini siap bertarung dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar jika mendapatkan banyak dukungan dari Dewan Pimpinan Daerah tingkat I ataupun tingkat II. Namun ternyata tidak hanya Ical saja yang memiliki surat dukungan.

“Selain itu, saya mendapat informasi para 7 Caketum juga telah mendapatkan surat dukungan yang sama,” tutur Wasekjen Golkar tersebut.

Menurut Aburizal, sejauh ini, ia telah mendapatkan dukungan yang cukup dari DPD I dan DPD II dan sudah diketahui bahwa 463 dari 560 (anggota DPD I dan II) sudah mengirim surat yang meminta Ical untuk mencalonkan yang nantinya pasti akan mendukung dan memilih.

Pengakuan Aburizal Bakrie yang memiliki surat dukungan banyak ternyata juga diakui oleh ketujuh calon ketua umum yang lainnya. Maka dari itu untuk membuktikan dukungan – dukungan tersebut hanya forum Munas lah yang memiliki kewenangan untuk membuktikan dukungan itu melalui voting secara fair, demokratis dan terbuka sesuai yang dipersyaratkan AD/ART.