Pencabutan Gelar Profesor Dan Sanksi Hukum Maksimal Bagi Guru Besar Unhas

Kelanjutan kabar mengejutkan dari Guru Besar Prof Dr Musakkir yang ditangkap Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Jumat (14/11/2014) dinihari.

Musakkir, Ismail, dan Nilam ditangkap dengan barang bukti 2 paket sabu dan alat pengisap. Dalam penggerebekan, polisi menangkap dua orang lagi pada kamar 308 yakni Andi Syamsudin alias Ancu, 44 tahun, dan Ainum serta Harianto alias Ito, 32 tahun di kamar yang berbeda dengan barang bukti 1 gram sabu, 2 biji inex, dan alat pengisap.

Mengenai kasus penangkapan Prof Dr Musakkir ini , gelar profesor atau guru besar yang dimiliki terancam dicabut Rektorat Universitas Hasanuddin. “Bisa saja (dicabut), tentu ada mekanismenya (soal pencabutan gelar tersebut). Meskipun, mengenai kasus hukumnya sendiri sudah ditangani pihak kepolisian.”Tapi mengeni etika dan pelanggaran-pelanggarannya sebagai pengajar, itu merupakan wilayah kami,” tandas Haryono Inspektur Jenderal (Itjen) Kemendiknas.

Haryono Umar saat ini akan segera menerjunkan tim ke Unhas guna menelusuri kasus tersebut. Meskipun, mengenai kasus hukumnya sendiri sudah ditangani pihak kepolisian.

Anggota Komisi X DPR RI Tengku Riefky Harsa juga mengutuk keras perilaku seorang Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tersebut.  Jika memang terbukti hal itu dilakukan oleh seorang Guru Besar, apalagi bersama mahasiswi dan dosen, perbuatan ini tak bisa ditolerir dari segi apapun.

Menurut Riefky, dari segi hukum perbuatan tersebut kriminal. Dari segi nilai budaya dan moral, tentu ada sanksi dan hukuman yang tegas. Apalagi dari sudut pandang agama, perilaku mengkonsumsi narkoba diharamkan apalagi oleh seorang Guru Besar dan mahasiswa yang notabene orang terdidik.

Aparat penegak hukum diharuskan menjatuhkan sanksi hukum maksimal sesuai Undang-undang 35/2009 tentang Narkoba. Alasanya lain karena pelaku merupakan akademisi yang dalam UU Guru dan Dosen, gelar yang disandang Prof Musakkir adalah jabatan tertinggi di lingkungan pendidikan.

“Aparat penegak hukum harus memberikan sanksi maksimal. Gurubesar (Prof) adalah jabatan tertinggi bagi dosen yang mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi. Posisi inilah yang mendukung sanksi maksimal,” tegas Tengku Riefky Harsa.

Hal yang disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Tengku Riefky Harsa benar, masyarakat pasti juga setuju dan menginginkan Guru Besar Prof Dr Musakkir tersebut tidak hanya dipecat dan dicabut gelar profesornya, namun harus dijatuhi sanksi hukum yang maksimal.