Keadaan Huzer Korban Aksi Brutal Oknum Polisi Semakin Memburuk

Seorang tukang ojek yang menjadi korban aksi brutal oknum personel kepolisian dalam penggunaan senjata api, kini terkapar tidak berdaya di RS Charitas.

Setelah kehilangan kaki kiri diamputasi karena membusuk, penderitaan Huzer bertambah karena racun terlanjur naik ke jantungnya dan sedang dirawat intensif di HDU Lantai III RS Charitas, Selasa (11/11).

Huzer telah menjalani dua kali operasi untuk pengambilan peluru dan pemotongan kaki kirinya.

Operasi pertama dilakukan malam hari setelah Huzer tiba di RS Myria, Minggu (2/11). Namun ternyata racun sudah menjalar ke tubuhnya. “Naik ke paru-paru, jantung, dan ginjal. Sehingga diharuskan untuk amputasi.” kata Khoiri adik ipar Huzer dengan lesu.

Racun yang sudah terlanjur menjalar mengharuskan cuci darah kemudian Huzer dirujuk ke RS Charitas. “Senin sore kami pindah kemari,” ujar Khoiri.

Pihak Bripka MD kurang ada itikat baik, karena tidak ada satu atau dua orang yang ikut menunggu di rumah sakit. Ini mengakibatkan keluarga korbanĀ  pusing dengan biaya rumah sakit. Keluarga sudah cukup berat memikirkan Huzer. Jika harus memikirkan biaya, maka beban semakin berat. “Kami ini orang kecil, satu juta saja kami tidak punya,” kata adik ipar Huzer tersebut.

Keluarga korban penembakan brutal oknum polisi tersebut belum menuntut apapun dan belum memikirkan mengenai masa depan istri dan anak Huzer, dikarenakan masih fokus dalam penyembuhan.

Kejadian semacam ini harus dihukum secara adil. Tidak sepantasnya seorang polisi menggunakan alat profesinya untuk bermain – main dan sembarangan diluar jam kerjanya, apalagi sampai membuat korban harus terkapar di rumah sakit dan sekarat. Polisi harusnya mengayomi dan melindungi masyarakat, bukan sebaliknya.