Seorang Bobotoh Tewas Usai Rayakan Pesta Rakyat Persib Bandung

Peristiwa mengenaskan terjadi pada seorang bobotoh yang ketika bersama teman-temannya pulang dari merayakan Pesta Rakyat Persib Bandung juara dikeroyok anggota gerombolan bermotor.

Korban pengeroyokan bernama Herdi (22) warga Rancaloa. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi, menuturkan peristiwa tersebut. “Adapun korban lainnya, Sambas Tiar, usia 30 tahun, mengalami luka besar,” ujarnya, Rabu (12/11/2014) di Mapolrestabes Bandung.

Kejadian bermula saat rombongan korban pada Minggu (9/11/2014) malam sekitar pukul 21.00 melintas Jalan Rancaloa menggunakan mobil pikap hitam.
Di daerah tersebut, penumpang mobil berhamburan turun untuk mengejar seseorang. Namun orang tersebut berhasil kabur. Kemudian pada hari Senin (10/11/2014) dini hari, sekitar pukul 00.30, rombongan tersebut melintasi lagi Jalan Rancaloa. Saat itulah, belasan orang yang memakai penutup muka menghentikan kendaraan dan langsung menyerang.

Seluruh penumpang pikap kabur, namun Herdi dan Sambas mendapat sial karena tertinggal dan terkepung lalu dihujani pukulan menggunakan bambu dan batu bata.

Setelah kedua korban terkapar bersimbah darah, para pelaku pergi dan polisi langsung melakukan pengejaran begitu menerima laporan. Tidak memerlukan banyak waktu, hanya dalam 11 jam, belasan tersangka ditangkap.

“Pelaku yang berhasil kami tangkap jumlahnya 12 orang. Masih ada tiga orang lainnya yang kami cari,” tutur Mashudi didampingi Kasat Serse AKBP Mokhamad Ngajib.

Mashudi menduga, pengeroyokan berlatar dendam dan antara¬† korban dengan para pelaku berasal dari gerombolan motor yang berbeda. “Korban dan pelaku sebelumnya ikut konvoi arak-arakan Persib,” ujar Kapolrestabes.

Para tersangka dijerat pasal 170 ayat 2 KUHPidana tentang pengeroyokan yang mengakibatkan orang mengalami luka berat dan atau meninggal dunia. “Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara,” ucap Mashudi.

Pengeroyokan dan pembunuhan tidak ada hentinya di tanah air kita. Dan hal ini pasti selalu berhubungan dengan geng motor dan penggemar fanatik sepakbola. Tindakan tegas harus dilakukan oleh pihak Polisi agar tidak ada lagi korban bertambah karena kefanatikan penggemar pada tim sepakbolanya.