Pembunuh Ade Sara Histeris Karena Tuntutan Seumur Hidup

Terdakwa pembunuh Ade Sara Angelina Suroto, histeris karena tidak kuasa mendengar tuntutan jaksa seumur hidup. Di Lantai III ruang sidang R306, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (4/11), suara tangis histeris dan ucapan istighfar dari mulut terdakwa Assyifa Ramadhani (18) terdengar kencang, “Huuu..huu.. Ya Allah.. Allah.. Astaghfirullah!!”

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Assyifa dan Ahmad Imam Al Hafitd dengan hukuman seumur hidup,  karena terbukti melakukan pembunuhan terhadap kawannya sendiri.

“Perbuatan Assyifa Ramadhani dilakukan dengan keji dan tidak berperikemanusiaan,” ujar Jaksa Toton Rasyid.  Jaksa menganggap Assyifa terbukti telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana bersama-sama kekasihnya, Ahmad Imam Al Hafitd. Hal tersebut sesuai dengan isi dakwaan primer jaksa.

Di ruang sidang pembacaan tuntutan hukuman oleh JPU membuat Assyifa terkulai lemas di depan Hakim Ketua Sidang, Absoro. Terlihat dari belakang, kepala Assyifa yang awalnya tegak, langsung miring ke kanan di tempat duduknya.

Beberapa kerabat juga mencoba menenangkan Assyifa dan menuntunnya untuk membaca istighfar. Wanita belia yang mengenakan kerudung motif dalmatians itu sempat tak bisa bicara sepatah katapun. Lagi-lagi ia menangis dan langsung beristighfar. “Allah..Allah.. Astaghfirullah. Huaa..huuu..huaa..” Ia kembali histeris.

Ibunya sempat mencoba membopong tubuh anaknya itu untuk berdiri. Assyifa tak kuasa menahan tubuhnya yang terkulai lemas.

Hafitd dan Assyifa menjadi terdakwa karena melakukan pembunuhan terhadap Ade Sara. Oleh keduanya, Ade Sara dianiaya dengan cara disetrum, dicekik, serta disumpal mulutnya menggunakan kertas dan tisu.

Pada kasus ini, Hafitd dan Assyifa didakwa dengan tiga pasal berlapis. Pada dakwaan primer, kedua terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Mereka juga dijerat dakwaan subsider dengan Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Pasal lebih subsider lagi adalah Pasal 353 ayat 3 KUHPidana tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sidang ditutup pukul 17.32. Hakim Absoro menyatakan sidang akan dilanjutkan seminggu kemudian, yaitu, Selasa (11/11/2014) mendatang.

Hukum harus ditegakkan, karena kedua terdakwa terbukti secara sah melakukan hal yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan. Tidak ada yang meringankan untuk pembunuh Ade Sara, hukuman seumur hidup sesuai dengan perlakuan mereka pada korban.