Demonstran Coba Bakar Diri Di Depan Istana Merdeka

Di depan Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, (4/11/2014) siang terjadi kepanikan dikarenakan ulah Rifky Apriyanto yang kecewa lantaran aksi demonya tak didengar Presiden RI, Joko Widodo.

Rifky bersama keempat temannya menggelar aksi demo terkait kasus Bupati Kampar Riau agar segera diproses karena terlibat korupsi, di depan Istana Merdeka.

Saat melakukan demo, tubuh Rifky sudah dalam keadaan basah oleh bensin. Bensin yang ia peroleh berasal dari botol air minum kemasan yang dibawa di ranselnya. Akibat perbuatannya itu, aksi pria tersebut berhasil diredam polisi yang sedang melakukan pengamanan demontrasi.

“Jumlah mereka ada lima dan berdemo di depan Istana siang tadi. Mereka meminta kepada Pak Presiden kita, untuk menuntut kasus Bupati Kampar, di Riau yang terlibat korupsi. Pendemo ini juga meminta Bupati tersebut untuk segera diadili. Maka dari itu, mereka memaksa ingin menemui Pak Presiden,” kata Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Pusat, Tatan Dirsan Atmaja.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Pusat menuturkan kejadiannya. “Jadi si Rifky ini tiba-tiba mengeluarkan botol mineral dan menyiramkan tubuhnya. Pihak kami sedang bertugas mengamankan jalannya demontrasi mencium aroma bensin. Ketika dia merogoh tas kembali, ternyata mau mengambil korek api. Langsung kita bekuk saja,” ujar Tatan.

Rifky Apriyanto dan empat temannya langsung diamankan ke Mapolres Metro Jakarta Pusat. Polisi tengah menyelidiki motif percobaan bakar diri itu. “Kaos Rifky yang bau bensin berikut korak api dan botol mineral, kami sita sebagai barang bukti,” lanjut Tatan.

Ancaman bakar diri mahasiswa bukan hanya kali ini, dengan beragam motif pendemo melakukan hal ini. Selain sebagai bentuk protes, aksi bakar diri mahasiswa diduga juga pernah dilatar belakangi persoalan pribadi. Apabila hendak melakukan protes, jangan bermain – main dengan nyawa. Kita boleh berdemo, tapi dengan aksi bakar diri tidak menyelesaikan masalah.