Press "Enter" to skip to content

Pembunuhan Sadis Mutilasi Anak Lalu Dijual Ke Rumah Makan

Comments

Pembunuhan dan mutilasi daging anak-anak yang dijual ke rumah makan terus didalami pihak kepolisian. Sejauh ini sudah tujuh korban yang terungkap, namun baru lima jasad yang ditemukan. Kondisinya sudah dalam bentuk tulang belulang.

Selain disodomi, dibunuh lalu dimutilasi, pelaku juga mengaku mengiris daging korban lalu dijual ke sejumlah warung makan. Karena itu, polisi terus mengusut masalah ini dengan menelusuri warung-warung tempat potongan daging manusia itu dijual.

“Kami terus melakukan penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Siak AKP Hary Budianto.

Kepolisian terus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah pemilik warung dan pelanggan.

Terungkapnya kasus mutilasi ini ketika pada pertengahan Juli 2014, Delvi mengajak Supiyan mencari korban dan menemukannya di lokasi pemancingan tepi sungai, masih di Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Siak.

Dari tiga anak yang sedang memancing di situ, nasib malang menimpa Femasili Madeva, 10 tahun, korban dieksekusi di hutan akasia. Namun pembunuhan Femasili meninggalkan jejak, karena ada yang melihat mereka membawa bocah itu ke hutan akasia. Berkat keterangan warga, polisi membekuk Delvi di rumah saudaranya di Kota Duri, Bengkalis, 22 Juli 2014. Selanjutnya polisi meringkus Supiyan, DP, dan Dita. Sidang perdana Delvi Cs akan dilanjutkan Senin (10/11/2014) depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Dalam kasus ini, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Polisi berhasil mengungkap bahwa tujuh korban dibunuh dan dimutilasi di tiga kabupaten di Riau. Di Kabupaten Siak korban yang ditemukan FM (9 tahun), MG (7) dan RH (9). Sedangkan dua lagi berada di Bengkalis, yakni MH (10), dan A (40). Dan terakhir korban FD usia 5 tahun 6 bulan dibunuh di Kabupaten Rokan Hilir. Jasad FD dan satu korban lagi belum ditemukan.

Sedangkan empat pelaku mutilasi sudah ditahan jajaran Kepolisian Daerah Riau. Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK mengatakan, empat pelaku itu MD (16), S (22), DP (16), dan DD (19).

Kejamnya seseorang yang hendak mencari uang, hingga tega membunuh hingga memutilasi manusia, tanpa rasa takut dan belas kasihan. Entah apa yang dipikirkan para tersangka hingga melakukan hal yang tidak berperikemanusiaan itu.