BBM Naik, 3 Menteri Profesional Jokowi Disebut Neolib

Tiga menteri sektor ekonomi dalam Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak mencerminkan ideologi Trisakti, begitulah menurut anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon. Hal itu dikatakan Effendi menyikapi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah dalam waktu dekat.

Effendi mengkritik serta menuding sejumlah para menteri di Kabinet Kerja tidak berpihak pada rakyat dan punya kepentingan neoliberal, alias penjajahan ekonomi gaya baru dan tidak sejalan dengan ideologi PDI Perjuangan yang pro rakyat.

Komposisi menteri yang ada, menurut Effendi belum terlalu baik. Dia takut, menteri di pemerintahan Jokowi-JK ini ditunggangi kepentingan neoliberal dibalik kenaikan harga BBM.

“Orang menterinya saja masih bermasalah, siapa Sudirman Said, siapa Rini Soemarno? Apakah mereka ini yang membawa garis neoliberal? harus clear dulu lah,” ujarnya.

“Sofyan Djalil, Sudirman Said, Rini Soemarno ini gak jelas. Ngapain mereka yang enggak sejalan dengan ideologi PDIP ditempatkan pada sektor vital seperti itu,” lanjut Effendi Simbolon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11).

Effendi menegaskan, sejatinya arah politik ekonomi PDI Perjuangan adalah Trisakti. Mestinya, komoditas yang menyangkut hajat hidup orang banyak, salah satunya BBM dikuasai oleh pemerintahan, bukan malah dilepas ke mekanisme pasar. Politisi senior ini juga lebih mendukung diversifikasi energi ketimbang menarik subsidi yang berdampak pada kenaikkan BBM.

“Wajar saja kalau harga BBM katanya naik. Yang pengambil kebijakan regulasinya bukan dari ideologi itu (Trisakti). Saya enggak tahu, siapa ya mereka itu,” lanjut Ketua Fraksi MPR dari PDI Perjuangan itu.

Pria yang menjadi anggota Komisi VII DPR RI pada periode 2009-2014 tersebut mengatakan, mestinya kenaikan harga BBM diikuti dengan sejumlah kebijakan. Misalnya, pembangunan kilang minyak, memperbaiki jalur distribusi minyak, meningkatkan produksi minyak dan sebagainya.

“Ini menterinya belum ngapa-ngapain,  Petral juga belum dibubarkan, malah main naikin harga BBM saja,” lanjut dia.

Sebagai masyarakat, saya juga setuju dengan pendapat politisi PDIP Effendi Simbolon ini, lebih baik diversifikasi energi ketimbang menarik subsidi yang berdampak pada kenaikkan BBM. Baru saja menjadi menteri, kini menaikkan BBM. Kehidupan masyarakat sudah jauh dari rasa sejahtera, belum naik saja sembako dan barang – barang sudah naik, apalagi kalau BBM benar – benar naik, masyarakat semakin kesusahan nantinya.