Kematian Kyai Bagong, Kebo Bule Keraton Solo

Salah satu kerbau atau sering disebut Kebo Bule milik Keraton Kasunanan Surakarta ditemukan tidak bernyawa setelah menderita cukup lama. Kerbau dari keturunan Kyai Slamet itu mati setelah ditusuk menggunakan benda tajam oleh orang tidak bertanggung jawab 15 Oktober 2014 lalu.

Kerbau jantan keturunan kerbau Kyai Slamet tersebut, selama ini memang tidak tinggal bersama kawanan kerabatnya di kompleks Alun-alun Selatan Keraton Surakarta. Kyai Bagong sejak kecil memang nyaman tinggal di dekat areal persawahan di Grogol Sukoharjo, sekitar 5 km dari kompleks Keraton. Beberapa kali dipindahkan untuk bergabung, namun selalu kembali ke tempat tinggalnya di sawah itu.

Pengageng Museum dan Pariwisata Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Pangeran (KP) Satrio Hadinagoro mengatakan, kerbau bule Kyai Bagong diketahui mati pada Selasa 4 Oktober 2014 kemarin sekitar pukul 18.30 WIB. Alasan kematian Kyai Bagong karena luka infeksi bekas tusukan benda tajam.

“Kerbau bule Kyai Bagong mati pada Selasa malam kemarin. Matinya kerbau tersebut karena dampak luka tusukan benda tajam yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab beberapa waktu lalu,” kata Satrio.

Hujan deras mengiringi prosesi pemakaman kerbau itu di Alun-alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Selasa malam.

“Langsung dimakamkan tadi malam di Alun-alun Selatan. Meskipun selama ini dia tidak tinggal bersama yang lain di sini, namun sesuai tradisi semua kerbau keturunan Kyai Slamet yang meninggal selalu dimakamkan di sini dengan perlakuan khusus,” jelas Satrio.

Pemakaman dilakukan oleh para abdidalem dibantu warga. Adapun perlakuan khusus yang dimaksudkan adalah dengan cara dibungkus kafan serta mendapat penghormatan khusus sebagai hewan kesayangan raja dinasti Mataram secara turun temurun.

Kiai Bagong mati pada umur 66 tahun. Dengan tewasnya kerbau itu, jumlah koleksi kerbau bule Keraton berkurang, dari 12 ekor menjadi 11 ekor. Kerbau bule itu dalam tradisi Keraton Solo menjadi bagian dari tradisi kirab 1 Sura sejak perpindahan Keraton Kartasura Hadiningrat ke Keraton Surakarta Hadiningrat.

Pengawasan dan perlindungan Kerbau bule perlu ditingkatkan lagi agar Kerbau bule di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tidak mati akibat ulah orang yang tidak bertanggungjawab.