Syarat KIH Untuk Islah Dengan KMP

Dua kubu yang berseteru di DPR, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP), sepakat untuk mengakhiri perseteruan setelah desakan muncul dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Wakil Ketua DPR Koalisi Indonesia Hebat (KIH), Effendi Simbolon menegaskan peluang islah antara dua pihak yang berseteru bisa saja terjadi. Namun, harus ada penyesuaian lagi dalam komposisi alat kelengkapan dewan.

KIH mengajukan syarat pemilihan ulang pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) melalui musyawarah untuk mufakat.

“Islah bisa saja. Enggak masalah. Tapi, lihat nanti,” ujar Effendi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/11/2014).

Effendi menambahkan adanya pimpinan DPR tandingan ini bertujuan untuk menjadi koreksi pimpinan dewan yang saat ini dipimpin Setya Novanto. Menurutnya, kalau hanya diktator mayoritas yang berkuasa di parlemen, hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja DPR dan pemerintahan ke depan.

“Intinya kami ingin melakukan koreksi terhadap pengurusan kelembagaan DPR ini. Sepuluh fraksi ada hak di DPR,” katanya.

Dengan adanya islah antara KIH dengan KMP, keadaan yang mengkhawatirkan masyarakat di parlemen akan lebih baik. Bersatunya KIH dan KMP dalam parlemen akan menjadikan Indonesia lebih maju dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.