Jennifer Dunn Mengaku Khilaf, Pengacara Pieter Ell: Dia Minta Maaf Gosip Selebriti

Jennifer Dunn Mengaku Khilaf, Pengacara Pieter Ell: Dia Minta Maaf

Kapanlagi.com – Baru saja membuat pemandangan karena kedekatannya dengan Faisal Haris, sekarang Jennifer Dunn harus ditahan di balik jeruji besi. Yup, bintang sensasional yang indah ini kembali tertangkap untuk ketiga kalinya karena penyalahgunaan obat terlarang dan penyalahgunaan narkoba.

Dan sekarang Jennifer akhirnya menemukan pengacara baru yang akan menjadi penasihat hukumnya sampai kasusnya usai. Dia adalah Pieter Ell seorang pengacara terkenal yang sebelumnya menangani kasus hukum Robby Abbas, Suryono, dan Amel Alvi .

Ditanya mengenai hal ini, Pieter Ell bertemu di daerah Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1) malam kemarin juga mengatakan, "Oh ya karena saya diminta oleh keluarga, lalu kedua, untuk kasus ini Jendun berada dalam posisi sakit, sakit dalam arti menjadi pelaku. Itulah kategori penyakit dalam Hukum Narkotika. Jika orang sakit harus disembuhkan. "

[1945909] [1945909] Pieter Ell adalah seorang pengacara untuk Jennifer Dunn © KapanLagi.com® / Agus Apriyanto "width =" 670 "/> Pieter Ell adalah seorang pengacara Jennifer Dunn © KapanLagi.com® / Agus Apriyanto

Untuk selanjutnya, Pieter akan mengambil tindakan hukum sebagaimana tercantum dalam ketentuan Undang-Undang Narkoba. Tidak ada yang istimewa bagi Jennifer karena semua orang setara di mata hukum, meski dia adalah tokoh masyarakat sekalipun. Meski begitu, Pieter masih ingin menyampaikan pesan dari Jennifer.

"Tapi yang paling penting yang ingin saya katakan adalah untuk mewakili klien saya, dia meminta maaf, sudah diberitahu kepada saya dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kesalahan yang terjadi, ketika kami bertemu sehingga saya sangat tersentuh. Air mata cukup lama, "katanya.

Berada di penjara untuk ketiga kalinya dengan kasus yang sama, Jennifer merasa stres. Itulah sebabnya Pieter sebagai penasihat hukumnya berusaha untuk melakukan yang terbaik dan memberikan dukungan untuk memperbaiki kondisi psikologis klien.

[1945902] " Kondisi sekitar 10 jam yang lalu sudah siap menghadapi proses hukum termasuk ditahan. Beberapa hari sebelumnya saya bertemu dan menjelaskan beberapa hal, melakukan pendekatan, dan ya awalnya agak berat. – detik terakhir ditangkap atau dieksekusi, saya masih yakin dia siap menghadapinya dan sepertinya Jendun siap menjalani proses itu. Saya harus meyakinkannya, memberi penguatan untuk menjalani Proses hukumnya. Takut pingsan tiba-tiba, kok, saya tidak tahu, "pungkasnya.

Sumber