Pemberhentian Indra Sjafri Sebagai Pelatih Timnas U-19

PSSI memutuskan memberhentikan Indra Sjafri dari posisi pelatih Timnas Indonesia U-19. Keputusan ini dikeluarkan berdasakan hasil rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (02/11) malam.

Indra telah gagal membawa timnas U-19 bersinar pada Piala Asia U-19 di Myanmar beberapa waktu lalu. “Seluruh pelatih dan ofisial timnas U-19 kemarin per event di Myanmar (Piala Asia U-19 2014) selesai, maka kontrak mereka selesai. Kemarin proyeksi sampai 2015 sudah closed karena timnya bubar, sebab proyeksi kontrak hingga 2015 kemarin karena diproyeksikan lolos ke Piala Dunia U-20 di New Zealand. Jadi, statusnya Indra sudah mantan,” kata Joko Driyono, Sekjen PSSI.

Meski demikian, Joko Driyono hingga saat ini belum menentukan calon pengganti Indra Sjafri. Pemilihan pelatih, baru akan diputuskan setelah posisi direktur teknis terisi.

Para penggawa Indonesia U-19 akan diproyeksikan menjadi tulang punggung timnas U-23 untuk SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. “Jadi, pekerjaan rumahnya sekarang bagaimana mempersiapkan tim untuk menyongsong SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Pemain-pemain juga akan melanjutkan kiprahnya sebagai pemain profesional di klub-klub profesional. Ini tentu akan berbeda dari sistem sebelumnya yang menerapkan pelatnas dalam durasi yang lama,” jelas Sekjen PSSI dalam jumpa pers usai rapat exco.

“Saya atas nama Ketua BTN atau PSSI mengapresiasi semua yang terlibat di U-19 dan U-23. Ini adalah hasil dari kita semuanya bukan orang per orang maupun tim, tapi ini adalah kerja keras organisasi. Tapi, ini terkait legal kontrak tim U-19, karena tidak lolos Piala Dunia U-20, ofisialnya pun berhenti,” lanjut Joko.

Indra Sjafri sudah semaksimal mungkin untuk memperjuangkan Piala Asia U-19, namun gagal membawa timnas U-19 bersinar pada  di Myanmar, sehingga harus diberhentikan. Untuk pelatih selanjutnya semoga lebih baik dan dapat membuat Garuda Muda mengeluarkan semua potensinya sehingga dapat terbang menuju Piala Dunia.