Sumur Semburkan Lumpur, Warga Pati Panik

Desa Wotan Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati pada Sabtu 1 November 2014, sekitar pukul 15.00 WIB muncul kehebohan dan kepanikan ketika para pekerja melanjutkan pengeboran sumur yang sudah berlangsung sekitar dua minggu. Semburan lumpur bercampur air tiba – tiba muncul dari sumur bor tersebut yang rencananya untuk mengairi sekitar 110 KK.

Hingga Minggu (2/11/2014) semburan air bercampur lumpur itu setinggi kira-kira 15 meter, dan warga khawatir bila akan menjadi lebih besar lagi. Walaupun genangan akibat air bercampur lumpur yang terus menyembur dari sumur bor bisa dihindari lantaran air lumpur mengalir ke Sungai Tus, sebuah sungai besar yang berada di sebelah utara desa setempat.

Kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir membuat warga desa tersebut terpaksa harus membuat sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Pasalnya air sumur gali yang ada di desa tersebut keruh, berbau dan tidak layak konsumsi.

Sebelumnya warga sudah melakukan pengeboran sebanyak 2 kali di lokasi yang terpisah. Pada pengeboran pertama material yang keluar dari sumur berupa air asin, sementara pada pengeboran yang kedua material yang keluar berupa air bercampur lumpur. Di pengeboran yang ketiga kalinya ini, awalnya mengeluarkan air bercampur lumpur dingin hitam pekat disertai bau menyengat yang diduga gas.

Saat ini bau menyengat tersebut sudah tidak terlalu tercium dan semburan air setinggi kurang lebih 15 meter tersebut terlihat lebih bening meski masih bercampur pasir hitam.

Kondisi beberapa rumah warga di radius 20 meter dari pusat semburan tertutup material setebal kurang lebih 20 cm. Oleh karena itu pemilik rumah dan beberapa tetangga sekitar diungsikan di rumah milik saudara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hal tak terduga selalu hadir disekitar kita, musim kemarau yang panjang membuat para warga Desa Wotan Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati ini melakukan pengeboran sumur untuk mencari air bersih yang layak di konsumsi. Namun tidak pernah terbayangkan oleh warga jika pengeboran yang mereka lakukan membuat sumur tersebut menyemburkan air bercampur lumpur dan berbau seperti gas.

Petugas dari Polsek Sukolilo yang datang ke lokasi langsung memasang garis polisi mengelilingi lokasi dengan jarak 50 meter dari titik semburan lumpur.  Hal ini dilakukan untuk menghindari hal – hal yang membahayakan keselamatan warga.