Sebelum Merambah Dunia Seni Peran, Ario Bayu Pernah Jadi Tukang Cuci Piring Gosip Selebriti

Sebelum Merambah Dunia Seni Peran, Ario Bayu Pernah Jadi Tukang Cuci Piring

Kapanlagi.com – Dedikasi Ario Bayu dalam dunia seni peran tidak ada kematian. Seringkali membintangi beberapa film layar lebar, membuat namanya semakin terkenal sebagai aktor hebat negara ini. Tapi siapa sangka, ternyata sebelum mencapai dunia seni peran, sebelumnya, Ario Bayu telah memulai perjalanan hidupnya dari bawah.

Bertemu selama Pers Screening 5 COWOK JAGOAN di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (4/12), Ario Bayu tidak menyangkal kabar tersebut. "Dulu saya pencuci piring saat berada di Australia seharian, saya mencuci piring sampai 12 tengah malam, saya mencuci piring, ngepel2," katanya.

Namun diakui Ario, pengalaman hidupnya mengajari dirinya banyak hal saat ini. Salah satunya adalah kemerdekaan. "Saya sudah berpengalaman di tempat kerja, saya merasa sangat senang karena saat itu saya berusia 16 tahun ya saya sudah merdeka," kata Ario.

 Sebelum menjadi aktor, Ario Bayu pernah menjadi pencuci piring. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya Sebelum menjadi aktor, Ario Bayu pernah menjadi pencuci piring. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Selain itu, ia juga mengungkapkan fakta bahwa meski tergolong pekerjaan kasar, pekerjaannya bukan hal yang buruk. Sebenarnya, ini memang memberikan banyak pelajaran bagi pria berusia 32 tahun ini. "Ternyaya kerja kasar tidak berarti kerja itu tidak bagus," jelasnya.

Tentu saja, sudah cukup membantu Ario untuk memperdalam karakter Yanto dalam film terbarunya. Dalam film 5 COWOK JAGOAN Yanto sendiri digambarkan sebagai layanan pembersihan culun. "Untuk karakter Yanto tidak masalah, itu sederhana," kata Ario.

Ditanya tentang rencana 2018, Ario Bayu mengatakan bahwa dia hanya ingin lebih bahagia dengan tidak terlibat dalam polemik politik di negara ini. "Saya tidak berpikir politik karena politik tidak membantu, yang terpenting adalah kita bisa membantu diri kita sendiri, polemik goreng di sana sini sepertinya tidak membuat stimulasi kognitif kita sebagai anak muda Indonesia sehingga lebih banyak membaca buku lebih lanjut tentang ide-ide progresif yang aja sih. , "kata Ario.

Berita Foto

Sumber