Press "Enter" to skip to content

Agnez Mo: The Young And The Restless Gosip Selebriti

Comments

Agnez Mo: The Young And The Restless

Kapanlagi.com – Tidak, The Young and The Restless di sini tidak mengarah ke serial televisi Amerika yang dibuat oleh CBS yang telah memasuki musim ke-45. Ya, itu semua tentang bakat muda Indonesia yang (akhirnya) berhasil menemukan cara untuk memenuhi keinginannya dalam bermusik, Agnes Monica . Tentu dengan orang-orang hebat di sekitarnya.

Baiklah, pertama-tama setuju untuk menelponnya Agnez Mo mengingat pada tahun 2013 dia mengkonfirmasi tahap 19459006 barunya [self-titledalbum . Pada saat itu, penyanyi berusia 31 tahun ini menawarkan warna dan suara baru yang dimainkan dengan gaya musiknya. Juga jangan lupa bagaimana Agnez Mo menjadi lebih perfeksionis dalam menghadirkan live performance-nya.

Tak lama setelah perilisan album AGNEZ MO (2013), Agnez mengumumkan bahwa ia siap untuk memulai sebuah langkah di tingkat karir yang lebih tinggi, Amerika. Sebuah respon positif disertai dengan berbagai kritik menemani perjalanan penyanyi kelahiran 1 Juli 1986 silam itu sampai ke negeri Paman Sam & # 39 ;. Pada titik ini, Agnez kemudian berlindung di bawah label bisnis Sony Music Entertainment, The Cherry Party.

Bersama dengan label rekaman Agnez meng-hack dua single internasional pertamanya, Coke Bottle (2014) dan Boy Magnet (2015). Gerilya, Agnez dan The Cherry Party kemudian melakukan serangkaian promosi promosi single Coke Bottle di tengah puji dan kritik yang disampaikan oleh pecinta musik negara tersebut. Namun nyatanya usaha itu tak mampu merekam nama Agnez di salah satu jajaran chart musik Billboard.

[1945909]

[1945902] [1945903] [1945903] [Pakistan] [194596] [194596] [194596] Jim Beanz ke [194596] Clifford Harris Jr juga berkolaborasi dengan sejumlah yang lain produsen untuk membantu Agnez Mo hack single Coke Bottle . Namun, masih belum berhasil memberi dampak besar kepada terobosan internasional awal Agnez. Bahkan nama besar Timbaland dan T.I. di video musik Coke Bottle hanya mengejutkan di awal penampilannya saja.

Bisnis ini belum berhenti, pada bulan November tahun 2014 Agnez Mo kemudian berlabuh ke pengelolaan yang dikelola Johnny Wright Wright Entertainment Group, yang berhasil menangani nama-nama besar di industri hiburan Amerika . Tapi kemudian Agnez Mo sebenarnya manuver tur di beberapa kota di Indonesia, bukan di Amerika. Pada titik inilah banyak yang mulai mempertanyakan karir Agnez di tingkat internasional.

Tentu saja, pada tahun 2015 Agnez sibuk dengan berbagai sisi proyek di samping rutinitasnya sebagai hakim di salah satu arena pencarian bakat di Indonesia. Lalu Agnez juga mencoba menjadi Bibi yang baik untuk keponakannya. Hasilnya bagus, Chloe Xaviera mendapatkan eksposur yang substansial dari media di Indonesia berkat bakat dan perlakuan yang diberikan langsung oleh Agnez.

Agnez kemudian meluncurkan sebuah kampanye perdamaian dan juga merilis single I #AM Generation Of Love pada bulan Oktober 2015. Sebulan yang lalu, Agnez kembali membobol satu balok berjudul Boy Magnet . Kemudian memasuki tahun 2016, Agnez terlihat lebih sibuk dengan rutinitas sebagai juri pencarian bakat Voice Indonesia dan The Voice Kids Indonesia.