Ambruknya Jembatan TIM Tewaskan 4 Pekerja

Ambruknya jembatan penghubung antara Gedung Arsip dan Gedung Perpustakaan di Taman Ismail Marzuki (TIM) mengakibatkan 4 pekerja tewas dan 5 orang lainnya luka-luka.

“Saya berusaha untuk lari ke sisi ujung gedung tapi enggak keuber. Saya jatuh posisinya berdiri. Saya berdiri agak dekat pinggir,” kata salah satu korban, Darwanto di RS PGI Cikini, Jl Raden Saleh, Jakpus, Jumat (31/10/2014).

Darwanto mengalami patah tulang akibat insiden ini. Korban lainnya yang bernama Harto (46 tahun) mengatakan bahwa jembatan tersebut ambruk secara tiba-tiba saat sedang proses pengecoran.

“Satu menit langsung saja tahu-tahu bruk, tidak ada tanda-tanda. Mau menyelamatkan diri enggak bisa. Untung di bawah enggak ada orang,” ucap Harto.

Harto menceritakan bahwa para pekerja saat itu langsung loncat, beruntung mereka bisa selamat. Nasib berbeda dialami 4 orang rekan kerjanya yang ada di tengah jembatan. Mereka tewas akibat kejadian ini.

“Yang meninggal itu semua posisi di tengah jembatan. Saya juga di tengah. Saya nggak ketimpa. Ada yang ngehantam dada, tapi nggak tahu apa itu,” ujar pria asal Purwodadi ini.

Setelah kejadian itu, Harto dan beberapa pekerja yang luka dilarikan  ke rumah sakit menggunakan truk colt. Harto mengaku ingin langsung pulang ke kampung halamannya dan tidak memusingkan soal kompensasi.

“Yang penting sembuh, kalau dikasih ya diterima. Mau pulang saja, masih sedih teman meninggal tapi bersyukur bisa selamat,” katanya.

Saat ini,  korban luka akibat insiden ini  masih dirawat di RS PGI Cikini. Semoga para korban diberi kesembuhan dan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah atas insiden yang menimpa salah satu anggota keluarganya yang tewas.