KIP Pengganti (BSM), Masa Depan Bagi Siswa Putus Sekolah

Menteri Kebudayaan dan Pedidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan menilai selama ini program Bantuan Siswa Miskin (BSM) hanya menjangkau siswa miskin di sekolah dan tidak efektif. Setelah diadakannya rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, pada 3 November 2014 nanti akan diluncurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) pengganti bantuan siswa miskin (BSM).

Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah mengatakan, jika cakupan KIP lebih luas, BSM hanya menjangkau siswa miskin pada ranah sekolah. Sedangkan saat ini, tidak sedikit siswa yang putus sekolah membutuhkan bantuan, tapi tidak terjangkau oleh BMS. “Dengan adanya KIP (Kartu Indonesia Pintar) ini, mereka yang putus sekolah mau balik lagi ke sekolah, kami berikan bantuan ini nantinya,” kata Anies.

Tidak hanya siswa miskin, siswa rentan miskin pun akan diberikan bantuan. Sebab selama ini siswa rentan miskin tidak mendapatkan perhatian. Selanjutnya untuk mengantisipasti tumpang tindih bantuan, Anis menyampaikan bahwa pemerintah akan menghapus BSM.

Untuk masalah dana, akan dialirkan melalui KIP. Saat ini Anies masih memikirkan mekanisme rinci penyaluran dananya agar serentak diterima dengan baik oleh masyarakat. Karena banyak masyarakat di daerah pesisir laut, pegunungan, yang jauh dari kota atau Bank setempat. “Untuk teknisnya masih kita koordinasikan lagi,” imbuh Anies.

Semoga dengan cara ini lebih efektif dan dapat mencapai ke masyarakat yang memang membutuhkan. Dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kesejahteraan mereka, karena kini pemerintah akan benar – benar menjamin. Masa depan bagi siswa putus sekolah kini diperhatikan juga.