Non Partai Politik, Pilihan Jokowi Gantikan Basrief Arief Di Jaksa Agung

Keputusan Presiden Joko Widodo yang akan segera mengangkat jaksa agung baru menggantikan Basrief Arief sudah disiapkan. Dalam waktu dekat, Jokowi segera memilih kandidat di korps Adhyaksa tersebut.

“Keppresnya sudah siap kalau Jokowi mau langsung menetapkan jaksa agung-nya tinggal tanda tangan,” kata mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto di kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (29/10).

Andi menuturkan bahwa sudah ada satu nama yang disiapkan dalam Keppres itu dan calon Jaksa Agung yang akan dipilih Jokowi akan berasal dari non partai politik. “Kecenderungannya kan non partai apakah eksternal atau internal. Keinginan presiden agar menjaga supaya Jaksa Agung tidak terpengaruh pada kepentingan politik,” imbuh Andi.

Harapan ini seperti yang disampaikan oleh Praktisi hukum Faridz Donggo yang mengatakan, jaksa lebih baik diambil dari luar meski tidak semudah untuk merubah persoalan yang ada di internal kejaksaan tersebut. Saat ini ditubuh kejaksaan sudah terbentuk faksi-faksi sehingga berdampak kepada birokrasi maupun pelayanan di kejaksaan.

“Kalau tidak dari luar ini faksi atau kelompok itu akan terus mengakar dan bisa berpengaruh kepada pelayanan birokrasi. Solusinya tentu harus dari luar untuk memecah itu, saya diskusi dengan teman-teman jaksa juga maunya dari luar mereka,” tutur Faridz, Jumat (24/10/2014).

┬áSementara itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengakui keppres pengangkatan jaksa agung sudah dia siapkan, namun belum tercantum nama. “Keppresnya sudah disiapkan, tapi namanya kosong. Drafnya sudah ada, menunggu Presiden, nanti Presiden yang mengisi,” kata Pratikno.

Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada itu pun mengelak saat ditanya apakah HM Prasetyo atau Andhi Nirwanto yang akan mengisi posisi jaksa agung tersebut. “Belum ada,” ujar Pratikno.

Bangsa ini butuh orang yang kerja. Ada banyak masyarakat yang butuh kerja konkret pemerintah. Jaksa Agung kedepannya diharapkan harus profesional mengerti dan memahami tupoksi jaksa itu sendiri, integritas, dan moralitas.