Press "Enter" to skip to content

6 Kebakaran Dahsyat Di Amerika Serikat Akibat Gelombang Panas 2016

Comments

Akhir-akhir ini gelombang panas telah menyerang banyak negara. Di antaranya India, Thailand, Kamboja, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Bahkan NASA memperkirakan bahwa tahun 2016 akan menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah planet ini, mengalahkan 2015. Tak hanya di India, tapi di negara-negara Asia lainnya, terlebih Asia Tenggara.

Sedangkan di Amerika, gelombang panas memperburuk kebakaran hutan di California, New Mexico dan Arizona. Temperatur pada Minggu (19/6/2016) telah melonjak menjadi 120 derajat Fahrenheit. Kondisi tersebut berlanjut hingga Senin di banyak area di Arizona dan California Selatan. Dan benar saja, gelombang panas ini membuat beberapa kebakaran di beberapa tempat seperti :

1. Pada akhir Maret 2016, api mengamuk di daerah pedesaan Kansas dan Oklahoma. pemerintah daerah dan media yang menyebutnya kebakaran rumput terbesar dalam sejarah Kansas. Api Anderson Creek bermula di Oklahoma Utara pada 22 Maret dan terus menjalar hingga lebih dari 620 mil persegi (1.600 kilometer persegi) dari padang rumput dan ladang rumput ternak. Tidak ada kematian manusia yang dilaporkan, meskipun 600 ternak terbunuh oleh kebakaran dan setidaknya 16 rumah dan 25 struktur hancur.

Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) di satelit Aqua NASA mengakuisisi dua gambar alam-warna api tersebut. Gambar pertama menunjukkan bulu asap luas sebagai angin kocok kebakaran pada tanggal 23 Maret 2016. Gambar kedua menunjukkan tanah bekas luka muncul pada 27 Maret.

api menyebar dengan cepat karena kondisi kering di wilayah tersebut; curah hujan telah di bawah normal musim semi ini. 31 Maret, 90% api berhasil di padamkan berkat kerja keras kru api, Garda Nasional, dan beberapa inci salju.

2. Kebakaran di kawasan Hutan Nasional Angeles
Kebakaran yang terjadi di Hutan Nasional Angeles ini telah memaksa ratusan penduduk untuk mengungsi meninggalkan rumah mereka. AS telah mengerahkan helikopter dan pesawat untuk padamkan kebakaran hutan California dari udara.

Hampir 900 hektar lahan dilalap si jago merah yang mulai menyala pada Selasa. Namun pemadam telah berhasil menjinakkan 95 persen api. Api di Semenanjung Palos Verdes berhasil dipadamkan pada Sabtu sore.

3. Kebakaran di New Mexico
Di New Mexico, pihak berwenang setempat menyatakan sebuah keadaan darurat dikarenakan adanya kebakaran hutan yang telah membara selama lima hari dan menghanguskan 7.129 hektar lahan, dan juga menghancurkan sekitar dua lusin rumah di bagian tenggara Alburquerque .

Kebakaran di New Mexico ini sekitar 10 kilometer dari barat laut Kota Tajique juga telah menyebabkan sejumlah orang dievakuasi dan 4.900 lahan terbakar. Proses pemadaman api dilakukan dengan mengerahkan 500 petugas pemadam dan dibantu oleh pesawat tanker dan helikopter pengangkut air. Kendati demikian, petugas mengaku tidak mudah untuk menguasai kobaran api karena kondisi lokasi kebakaran yang tidak mendukung.

Kobaran api terjadi mulai pada Rabu 15 Juni 2016 di Santa Barbara dan telah membakar padang rumput di Hutan Nasional Los Padres.

4. Kebakaran di Los Angeles
Peringatan akan kebakaran dikeluarkan di tiga negara bagian Amerika Serikat barat pada Minggu saat gelombang panas dengan suhu tiga angka, tertinggi dalam sejarah, memanggang wilayah tersebut.

Suhu tinggi itu menyebabkan kebakaran di California, dari pantai kaki perbukitan di luar Santa Barbara hingga ke padang pasir dekat perbatasan Meksiko. Laporan panas berlebih dan “peringatan bendera merah” atas kebakaran diberlakukan di sejumlah bagian selatan negara bagian California, Nevada dan Arizona, kata Dinas Cuaca Nasional.

Di wilayah Burbank, Los Angeles, suhu menunjukkan 109 derajat Fahrenheit atau setara 42,8 Celsius, memecahkan rekor 104 derajat Fahrenheit pada 1973. Di Phoenix, Arizona, suhunya meningkat menjadi 118 derajat Fahrenheit, tiga angka di atas suhu tertinggi sebelumnya pada 1968.

Pejabat Dinas Kebakaran mengatakan bahwa suhu panas itu merupakan faktor besar dalam memburuknya kebakaran yang melanda rerumputan kering sekitar 50 mil ke arah timur San Diego, bagian utara perbatasan Meksiko, memaksa dilakukannya evakuasi sejumlah rumah di lingkungan padang pasir Potrero.

Kebakaran itu, yang timbul pada Minggu pagi, telah menghanguskan wilayah seluas sekitar 607 hektar dan masih membakar sejumlah padang curam dan tanaman kening pada sore hari, Kapten Dinas Kebakaran San Diego, Kendal Brotisser mengatakan.

5. Kebakaran kabin wisata di Kodiak Island, Alaska
Satu warga negara Indonesia tewas dan dua lainnya terluka setelah sebuah kabin wisata di Kodiak Island, Alaska terbakar. Informasi kejadian tersebut diterima KJRI San Fransisco, Amerika Serikat pada 3 Juni 2016, pukul 10.00 WIB. “KJRI San Fransisco menerima informasi dari sejumlah pihak mengenai korban WNI pada kebakaran kabin wisata di Kodiak Island, Alaska,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam keterangan tertulis, Selasa 7 Juni 2016.

Kebakaran diperkirakan terjadi pada 2 Juni 2016, pukul 04.09 dini hari waktu setempat. Dari informasi awal, terdapat dugaan adanya WNI yang menjadi korban. Setelah menerima informasi tersebut, KJRI segera melakukan koordinasi dengan KBRI Wasington DC, otoritas setempat, masyarakat Indonesia di Anchorage. Anchorage merupakan kota terdekat dengan Kodiak Island). Dari koordinasi diperoleh konfirmasi adanya 4 korban. Tiga WNI dan 1 korban lainnya adalah warga Korea. Dua orang WNI yaitu kakak beradik atas nama Shaun Gozali dan Danielle Gozali diketahui mengalami luka-luka.

Pihak berwenang telah mengidentifikasi seorang perempuan yang tewas dalam kebakaran di sebuah tempat peristirahatan yang terpencil di Alaska sebagai WNI berusia 59 tahun bernama Silvana Sutanto yang merupakan putri pendiri Wings Group Harjo Sutanto.

6. Kebakaran landa California
Kebakaran melanda wilayah California, Amerika Serikat (AS). Dua orang tewas dalam bencana ini dan ribuan lainnya dievakuasi. Api yang merambat dengan cepat muncul pada Kamis 23 Juni di wilayah Danau Isabella, Kern. Kobaran api pun menyebar hingga sekitar 121 kilometer per segi.

Pihak pemadam kebakaran wilayah Kern mengonfirmasi kematian dari dua orang warga. Tetapi tidak memberikan keterangan detail mengenai korban. Diketahui, pemadam kebakaran menghadapi angin kencang yang disebut api Erskine. Lokasi kebakaran berada sekitar tiga jam sebelah utara Los Angeles.

Gubernur California Jerry Brown mengeluarkan keadaan darurat bagi wilayah Kern yang rusak akibat kebakaran itu. Ia menambahkan bahwa selain 200 bangunan yang hancur, 75 rumah lainnya rusak. Sementara pemerintah setempat juga sudah dievakuasi ke tempat aman. “Api ini, seperti meledak. Kobaran api meluas hingga 2.000 hektar dalam hitungan jam,” sebut Kapten Pemadam Kebakaran Tyler Townsend.

Sekitar 800 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi api dan pasukan tambahan pun tengah dalam perjalanan untuk memberikan bantuan. Kemudian pihak berwenang juga menutup beberapa jalan raya dan mengevakuasi dua sekolah dan rumah penampungan warga lansia, menyusul ancaman api yang melanda.

Para petugas bekerja di lahan yang curam dan tidak rata, berusaha me­madamkan api yang dipicu oleh cuaca panas tanpa hujan dan me­lahap rerum­putan yang ke­ring selama lima tahun. Sejumlah helikopter dan pe­sawat pemadam juga dikerahkan. Dan akhirnya pada Minggu pagi, para pemadam kebakaran merasa yakin bahwa mereka telah berhasil menjinakkan api yang ada di sisi timur.

Sekitar 140 keluarga dievakuasi di kawasan Santa Barbara, California, dimana sekitar 2.000 petugas pemadam kebakaran berjuang mengatasi apa yang disebut api Sherpa yang telah melalap hampir 3.200 hektare area.

Akibat gelombang panas yang melanda beberapa wilayah Amerika Serikat (AS) tersebut, dilaporkan sedikitnya empat orang meninggal dunia akibat panas terik yang melanda wilayah barat Amerika Serikat dan memicu peringatan kebakaran di seluruh wilayah tersebut. Korban tewas adalah tiga pendaki gunung dan satu pengendara sepeda gunung yang meninggal akibat gelombang panas di Arizona pada Minggu, tempat suhu yang sangat panas dilaporkan melanda beberapa daerah.

Semoga, gelombang panas segera usai dan tidak ada korban lagi di seluruh wilayah bumi yang terkena dampak bencana alam mengerikan ini.