Press "Enter" to skip to content

7 Fakta Yang Mengiringi Kesuksesan Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2016

Comments

Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 telah diumumkan pada tanggal 28 Juni 2016 pukul 14.00 WIB. Dari total 721.326 peserta, hanya 126.804 peserta atau sekira 17 persen yang lolos di 78 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Berikut beberapa fakta yang mengiringi kesuksesan ujian SBMPTN 2016 :

1. Sistem ujian SBMPTN 2016

Sistem ujian SBMPTN tahun 2016 berbeda dengan tahun sebelumnya. Selain ujian keterampilan bagi beberapa prodi sbmptn seperti Seni dan Olahraga, terdapat juga ujian SBMPTN yang menggunakan komputer langsung atau dikenal Computer Based Test (CBT) dan jenis ujian seperti biasanya atau dengan kata lain Paper Based Test (PBT). Bagi peserta SBMPTN CBT akan mendapat tambahan waktu 15 menit untuk latihan sistem dan memeriksa apakah aplikasi berjalan dengan baik.

2. Peserta SBMPTN 2016 meningkat

Setiap tahun, pendaftar SBMPTN melebihi angka 500 ribu orang. Pada SBMPTN 2013 tercatat jumlah pendaftar 585.789 peserta, SBMPTN 2014 naik menjadi 664.509 peserta, dan SBMPTN 2015 terdaftar 693.185 peserta. Sedangkan pada SBMPTN 2016 mengalami peningkatan mencapai 721.326 peserta.

3. PTN bertambah

Bertambahnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Tanah Air mendorong semakin banyak PTN yang berpartisipasi pada SBMPTN. Pada SBMPTN 2014, tercatat 63 PTN menjadi peserta. Kemudian, angka ini naik menjadi 74 PTN di SBMPTN 2015. Sedangkan SBMPTN 2016 diikuti 78 PTN se-Indonesia.

4. Kuota menurun

Meski peserta PTN bertambah, namun daya tampung calon mahasiswa SBMPTN 2016 menurun jika dibandingkan tahun lalu. Pada SBMPTN 2015, panitia menyediakan 115.788 kursi yang tersebar di 74 PTN. Sedangkan kuota awal SBMPTN 2016 adalah 99.223 kursi di 78 PTN. Informasi terkini, kuota tersebut bisa bertambah setelah panitia mempertimbangkan hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016.

5. Program studi favorit

Dari tahun ke tahun, program studi (prodi) yang diminati peserta SBMPTN tidak jauh berbeda. Beberapa prodi favorit pada jurusan Soshum adalah Manajemen, Akuntasi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, Administrasi. Sedangkan prodi-prodi yang diminati pada kelompok Saintek adalah Informatika dan Komputer; Kedokteran; Teknik Sipil; Farmasi; Psikologi serta Agro dan sejenisnya.

6. Kampus favorit

Seperti halnya prodi favorit, kampus-kampus negeri paling diincar peserta SBMPTN juga tidak jauh berbeda setiap tahunnya. Sepuluh PTN favorit tersebut adalah Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

7. Peserta termuda mengikuti SBMPTN 2016

Umumnya peserta SBMPTN berusia sekira 18 tahun, namun pada SBMPTN 2016 ini terdapat peserta ujian bernama Musa Izzanardi Wijanarko yang baru berusaia 13 tahun. Putra pasangan Mursid Widjanarko dan Yanti Herawati kelahiran Bandung, 24 Oktober 2002 itu, lulus Sekolah Dasar pada 2011, lulus SMP 2013, dan SMA pada tahun 2016. “Tahun lalu mau ikut ujian SMA di Bandung tapi tidak boleh, alasannya karena usia,” kata Izzan. Menurut ibunya, Izzan belajar secara home schooling sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas karena tergolong anak berkebutuhan khusus. Pada tes SBMPTN 2016 ini, Izzan memilih FMIPA ITB, jurusan matematika di Universitas Indonesia (UI), dan fisika di UI. Bagi Izzan, matematika dan fisika adalah bidang yang sangat diminatinya. Orang tua Izzan berharap kali ini putranya mendapat kesempatan untuk kuliah setelah sempat tertunda karena faktor usia.

Selamat bagi peserta SBMPTN 2016 yang lolos semoga sesuai harapan untuk menggapai cita – cita. Sedangkan untuk para peserta yang tidak lolos jangan berkecil hati, masih ada jalur Ujian Mandiri (UM) untuk bisa masuk PTN yang diinginkan. Selain itu ada alternatif lain seperti masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Saat ini, banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berkualitas, bahkan unggul di bidang-bidang tertentu. Kesuksesan seseorang tidak dapat ditentukan dimana kita kuliah melainkan seberapa besar usaha dan keyakinan dirinya sendiri.