Mengawali Tahun 2016, Ikon Jazz Dunia Natalie Cole Tutup Usia Akibat Komplikasi

Kabar duka kembali menyelimuti dunia musik. Penyanyi R&B, Natalie Cole meninggal dunia di Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles, California, Kamis 31 Desember 2015. Natalie Cole (lahir dengan nama Natalie Maria Cole) (lahir di Los Angeles, California, 6 Februari 1950 – meninggal di Los Angeles, California, 31 Desember 2015 pada umur 65 tahun) adalah penyanyi Jazz dan Blues Amerika Serikat. Natalie merupakan salah satu penyanyi dan pencipta lagu yang berpengaruh di negara asalnya Los Angeles, California. Natalie Cole adalah putri penyanyi legendaris Nat King Cole. Ayahnya meninggal dunia karena kanker paru-paru ketika ia masih berusia 15 tahun. Berikut sederet fakta meninggalnya ikon jazz dunia Natalie Cole:

1. Natalie Cole Berjuang Melawan Komplikasi
Penyanyi Natalie Cole, menghembuskan nafas yang terakhir di usia 65 tahun pada hari pertama tahun 2016. Anak dari legenda jazz, Nat “King” Cole meninggal di sebuah rumah sakit di Los Angeles setelah berjuang dengan penyakit komplikasi. Salah satunya adalah penyakit ginjal yang dideritanya. “Natalie telah berjuang dengan keras dalam hidupnya dengan seluruh martabat, kehormatannya dan kekuatan,” demikian pernyataan resmi keluarga Natalie Cole. Berbeda dengan kebanyakan artis sejaman dia yang memulai debut karier dengan latar belakang yang cukup keras, Natalie Cole tumbuh dari keluarga yang makmur di Los Angeles. Kariernya berkaitan erat dengan ayahnya yang juga seorang artis. Albumnya yang bertajuk  “Unforgettable… With Love,” memenangkan Grammy Album of the Year dan berhasil terjual lebih dari tujuh juta copy di Amerika Serikat. Cole selanjutnya mengejar kariernya di dunia akting, dan beberapa kali menjadi bintang dalam serial yang diputar pada jam tayang utama.

2. Masa Keemasan Natalie Cole dan Awan Kelam Akibat Drugs
Dia memulainya dari R&B, kemudian berkembang melalui smooth pop dan jazz yang mengakar dari ayahnya Nat ‘King Cole’. Natalie Cole adalah legenda, bukan sekadar bayang-bayang. Kesuksesan terbesar Natalie datang pada 1991 melalui album ‘Unforgettable … With Love’, yang merupakan tribute untuk ayahnya. Dia mendaur ulang beberapa lagu paling terkenal dari Nat ‘King’ Cole termasuk ‘That Sunday That Summer’, ‘Too Young’ hingga ‘Mona Lisa’. Natalie memproduksi album debutnya pada 1975 dengan ‘Inseparable’. Industri musik menyambutnya dengan dua piala Grammy untuk Best New Artist dan Best Female R&B Vocal Performance lewat lagu ‘This Will Be (An Everlasting Love)’. Duet lain dari ayah dan putrinya itu di lagu ‘When I Fall in Love’, memenangkan Grammy pada 1996 untuk kategori Best Pop Collaboration with Vocals dan album selanjutnya, ‘Still Unforgettable’ memenangkan Grammy untuk kategori Best Traditional Pop Vocal Album di 2008. Di balik kesuksesannya, kehidupan Cole juga memiliki sisi kelam, di antaranya kenanduan narkotika dan tiga kali bercerai. Dalam buku biografi ‘Angel on My Shoulder’ yang dirilis pada tahun 2000, Natalie mengungkapkan bagaimana dia berjuang melawan ketergantungan pada heroin, kokain dan kecanduan alkohol selama bertahun-tahun. Dia menghabiskan enam bulan di panti rehabilitasi pada 1983. Pada 2008 Natalie didiagnosa mengalami Hepatitis C, penyakit yang menyerang liver dan menyebar karena kontak dengan darah terinfeksi. Dia menyalahkan masa lalunya saat menggunakan drugs dengan media jarum suntik. Natalie sempat mengkritik Recording Academy pada 2008 karena memberikan lima Grammy Award pada Amy Winehouse yang merupakan pecandu narkoba. Natalie menerima kemoterapi untuk penyakitnya dan empat bulan kemudian dia mengalami gagal ginjal. Dia harus menjalani dialisis atau cuci darah selama tiga kali seminggu hingga mendapatkan donor ginjal pada 18 Mei 2009. Dalam otobiografinya yang terbit pada tahun 2000 yang berjudul Malaikat di Pundakku (Angel on My Shoulder) Cole bertutur bagaimana perjuangannya mengatasi depresi setelah meninggalnya sang ayah dan menyaksikan anak laki-lakinya tenggelam di kolam renang.

3. Mengenang Kiprah Natalie Cole di Dunia Jazz Lewat Hits-hits Terbaik
Natalie Cole tak hanya dikenal sebagai putri dari seorang penyanyi bariton legendaris, Nat ‘King’ Cole’ saja. Namun kiprahnya di dunia musik jazz juga diakui dengan sejumlah penghargaan yang diraihnya. Suara emas dan hits-hits terbaiknya sudah menghibur telinga para penggemar jazz sejak tahun 1975. Lewat lagu debutnya bertajuk ‘This Will Be’, musisi yang meninggal dunia di usia 65 tahun tersebut berhasil mendapatkan penghargaan Grammy untuk Best Female R&B Vocal Performance pada 1996. Di tahun yang sama, ia juga membawa pulang titel Best New Artist Grammy Awards. Petikan bass yang dipadukan dengan gebukan drum ringan pada hits-nya bertajuk ‘Sophisticated Lady (She’s a Different Lady)’ kembali berhasil meraih sukses pada 1976. Lagu ini adalah single pertama dari album keduanya bertajuk ‘Natalie’. ‘I’ve Got Love on My Mind’ juga termasuk salah satu hits terbaik Natalie dengan dentingan piano ballad yang membuat para pendengarnya bergoyang perlahan mengikuti musik. Lagu yang terdapat dalam album ‘Unpredictable’ ini pernah berada di tangga lagu urutan kelima di Hot 100 tahun 1977. Tiga tahun kemudian, Natalie menjalani rehabilitasi selama enam bulan karena ketergantungannya pada obat-obatan. Lagu bertajuk ‘I Live for Your Love’ yang dirilis pada 1987 menandakan kembalinya kiprah sang musisi di dunia musik jazz sehingga berhasil meraih tempat kedua di tangga lagu Adult Contemporary pada 1988 silam. ‘Unforgettable’ kemudian berhasil menjadi hits dan mendominasi radio-radio seluruh dunia dan mendapatkan penghargaan Song and Record of the Year di Grammy Awards 1992.

4. Duka Musisi Dunia Untuk Natalie Cole
Dunia berduka atas meninggalnya vokalis jazz asal AS, Natalie Cole (65), yang mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (31/12/2015) malam waktu Los Angeles, AS. Setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit komplikasinya, Natalie harus mengembuskan napas terakhirya pada Kamis (31/12/2015) di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, malam waktu setempat. Tak hanya keluarga dan penggemar, para rekan sesama musisi pun merasakan duka yang mendalam atas kepergiannya. “Aku sangat sedih mendengar kabar kematian Natalie Cole. Aku harus menahan tangisku. Aku tahu betapa keras ia berjuang. Ia telah berjuang untuk waktu yang sangat lama. Natalie adalah salah satu penyanyi terbaik yang pernah ada,” ungkap Aretha Franklin, Sabtu (2/1/2016). Begitu juga dengan rekan sesama musisi jazz, Tony Bennett, yang menyebut Natalie sebagai penyanyi jazz yang tiada duanya. Pernah berada di atas satu pangggung dengan putri dari musisi Nat ‘King’ Cole, Tony merasa tersanjung. “Aku merasa sangat terhormat bisa membuat lagu dan tampil dengan Natalie dalam berbagai kesempatan. Ia adalah seorang wanita yang menyenangkan dan baik hati, yang akan selalu kami rindukan,” ujarnya. Dionne Warwick pun turut mengucapkan bela sungkawa melalui sebuah pernyataan. “Natalie tak hanya teman, namun sudah menjadi keluarga. Hatiku sangat tersakiti mendengar kabar ini. Aku turut berbela sungkawa untuk seluruh keluarga yang ditinggalkan. Semoga Natalie pergi dengan tenang,” tulisnya. Produser peraih penghargaan Grammy, Ken Elrich, juga berbagi kenangannya. Menurut dia, putri mendiang vokalis jazz legendaris Nat “King” Cole tersebut memiliki karakter vokal yang ajaib. Penghormatan terakhir juga berdatangan dari berbagai kalangan. Pemimpin hak-hak sipil Jesse Jackson menyatakan kesedihannya melalui Twitter denan menulis Natalie Cole sebagai, “Seorang saudara perempuan tercinta. Semoga arwahnya istirahat dengan damai “. “Kita semua kehilangan musisi yang luar biasa dan sangat berharga. Belasungkawa kami ucapkan kepada seluruh keluarga, teman, rekan kolaborasi hingga seluruh penggemar yang sudah terhibur dengan bakat luar biasa seorang Natalie Cole,” ungkap Neil Portnow, CEO The Recording Academy.

Dunia berduka dengan kepergian Natalie Cole. Semoga karya- karyanya tetap mendunia dan selalu dikenang oleh masyarakat dunia. Natalie Cole telah menginspirasi segala lapisan masyarakat bahwa kesuksesan harus dimulai dari nol walaupun ia adalah anak seorang penyanyi terkenal. Semoga muncul kembali penyanyi berbakat lainnya.