10 Fakta Menarik Pesona Eksotis Raja Ampat Yang Memikat Dunia Internasional

Raja Ampat adalah nama kabupaten yang ada di Provinsi Papua Barat yang beribukota di Waisai. Posisinya ada di ‘kepala burung’ Pulau Papua dengan luas wilayah 4,5 juta hektar. Bagi para penyelam, nama Raja Ampat sudah tidak asing lagi. Keindahan alam bawah lautnya sudah diakui oleh para penyelam, baik lokal maupun internasional. Nah, berikut fakta-fakta menarik tentang Raja Ampat yang perlu anda ketahui :

1. Asal Mula Nama Raja Ampat

Asal Mula Nama Raja Ampat
Nama Raja Ampat tidak semata-mata tercipta begitu saja, ada latar belakang yang menyebabkan daerah itu disebut sebagai Raja Ampat. Legenda yang melatar belakangi pemberian nama tersebut adalah legenda empat raja. Dikisahkan bahwa pada jaman dahulu di daerah tersebut terdapat empat orang raja yang berkuasa di empat pulau yang bernama Pulau Waigeo, Misool, Salawati, dan Batanta. Pada suatu hari ada sepasang suami istri yang tidak sengaja menemukan 6 butir telur naga di tepi sungai Waikeo. Karena merasa lapar, pasangan suami istri itu bermaksud untuk memasak telur-telur tersebut. Saat akan dimasak, 5 dari telur-telur itu menetas dan keluarlah 5 bayi manusia dari dalamnya. Kelima bayi tersebut terdiri dari empat laki-laki, satu perempuan dan diberi nama War, Betani, Dohar, Mohamad, dan Pintolee. Kelimanya dipelihara oleh pasangan suami istri tersebut. Beranjak dewasa, Pintolee ssebagai satu-satunya anak perempuan diketahui hamil diluar nikah. Merasa geram akan hal tersebut, keempat kakaknya menghanyutkan Pintolee diatas kulit kerang hingga terdampar di Pulau Numfor. Beberapa lama kemudian keempat anak laki-laki tersebut menjadi raja di empat pulau yang berbeda. War menjadi raja di Waigeo, Betani di Salawati, Dohar di Misool, dan Mohamad di Batanta. Telur naga yang tidak menetas kini menjadi batu dan diberi nama Kapatnai. Batu tersebut diperlakukan sebagai raja dan disimpan di sebuah bangunan di tepi sungai Waikeo.

2. Penemuan Raja Ampat

Penemuan Raja Ampat
Raja Ampat ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penyelam berkebangsaan Belanda. Pada tahun 1990, dia berkunjung ke daerah ini dengan maksud untuk melakukan pencarian keberadaan pesawat dan kapal laut peninggalan Perang Dunia Kedua. Ternyata Max Ammer sangat terpesona akan keindahan tempat ini dan di lain waktu dia mengajak seorang ahli perikanan dari Australia, Gerry Allen, untuk melakukan penelitian di tempat ini. Tujuan awal kedatangan Max Ammer juga membuahkan hasil, di daerah ini banyak ditemukan bangkai pesawat dan kapal laut sisa peninggalan perang. Sejak saat itu Raja Ampat dikenal dunia dan hingga kini menjadi semakin populer di kalangan wisatawan manca negara. Jadi, bisa dibilang, kekayaan Raja Ampat bukan hanya keragaman biotanya saja, namun juga kekayaan historisnya.

3. Hutan Amazon Di Bawah Laut

Hutan Amazon Di Bawah Laut
Jika hutan Amazon merupakan hutan yang memiliki spesies binatang darat terbanyak, maka perairan Raja Ampat adalah “Hutan Amazon” di bawah laut. Di sini, penyelam bisa menjumpai Papuan Epaulette hingga hiu karpet Wobbegong Shark, kuda laut jenis pigmy yang sebesar ruas kelingking hingga ikan besar dengan bentang sayap mencapai lima meter, serta rombongan ikan Barakuda. Raja Ampat ibarat perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Kekayaan hayati bawah laut ini disebabkan karena Raja Ampat terletak di antara wilayah segitiga karang dunia (coral triangle). Disebut demikian karena batas wilayah karang di kawasan itu menyerupai bentuk segitiga. Segitiga karang itu sebenarnya meliputi Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon, namun Indonesia merupakan yang terbesar yang meliputi wilayah Raja Ampat, Derawan, Wakatobi dan Komodo.

4. Terumbu Karang Terindah

Terumbu Karang Terindah
Raja Ampat merupakan surganya terumbu karang. Ada beberapa kawasan terumbu karang yang kondisinya masih sangat baik dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat yang memisahkan Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepulauan Misool Timur Selatan dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Bagi yang tidak bisa menyelam pun, terumbu karang juga masih bisa dinikmati, yaitu di kampung Saondarek. Ketika pasang surut terendah, di sana bisa disaksikan hamparan terumbu karang yang tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

5. Salah Satu Tempat Menyelam Terbaik di Dunia

Salah Satu Tempat Menyelam Terbaik di Dunia
Ada beberapa diving spot yang terkenal di Raja Ampat, seperti Manta Point, Mike’s Point, Sardine Reef dan Shark Point. Masing-masing point memiliki keistimewaan sendiri. Misalnya, di Manta point, dengan mudah bisa ditemukan ikan Manta dengan diameter 9 meter hilir mudik di sekitar anda. Di sekitar Kepulauan Kaboei Bay Rock terdapat sebuah teluk yang di bawahnya merupakan sebuah terowongan batu karang. Di Kaboei Bay Rock juga terdapat gua-gua karang yang dihuni oleh kelelawar, dan di beberapa tempat ditemukan sisa-sisa tulang manusia. Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan. Istimewanya lagi, masih banyak situs terumbu karang yang belum pernah dijamah.

6. Tempat Favorit Di Raja Ampat

Tempat Favorit Di Raja Ampat
Banyak tempat yang menjadi daya tarik sendiri di Raja Ampat misalnya Wayag merupakan ikon dari Raja Ampat. Banyak sudut dari kepulauan ini yang menjadi representasi keindahan Raja Ampat. Di Wayag, pengunjung bisa melakukan trekking untuk naik ke puncak dan menyaksikan keindahan Raja Ampat dari atas. Kemudian Kofiau merupakan salah satu destinasi yang ada di Raja Ampat. Meskipun masih terdengar asing dan berukuran kecil, namun Pulau Kofiau menyimpan keindahan yang tak biasa. Kofiau dinilai memiliki keragaman bawah laut paling kaya di Raja Ampat. Tak heran, wilayah ini menjadi favorit para penyelam untuk diving maupun snorkeling. Lalu Teluk Kabui juga memiliki pemandangan yang menarik. Tebing batu yang menjulang tinggi di tengah perairan ini memiliki corak yang beraneka ragam dan unik. Ratusan pulau kecil menyembul dari dasar laut dan membuatnya seperti Pulau Wayag. Bahkan, banyak orang menyebut Kabui sebagai miniatur dari Pulau Wayag. Serta Waigeo merupakan pulau terbesar dari empat pulau utama di Raja Ampat. Di sepanjang garis pantai Waigeo, Anda bisa menikmati keindahan pantai berpasir putih berpadu dengan air laut berwarna jernih. Bahkan, Anda tak perlu snorkeling atau diving untuk melihat keindahan bawah lautnya. Selain melakukan kegiatan wisata bahari, di sini wisatawan dapat menyaksikan hiburan kesenian suling tambur dari penduduk lokal.

7. Penghargaan Raja Ampat

Penghargaan Raja Ampat
Indonesia menerima penghargaan The Best Destination kategori Adventure untuk Raja Ampat pada Matka Nordic Travel Fair 2015, Helsinki, Finlandia, 15-18 Januari 2015. Penghargaan diberikan oleh majalah pariwisata Finlandia “Mondo Travel Magazine” (MTM) pada pameran pariwisata terbesar di Eropa Utara dan Baltik itu. Keindahan alam bawah laut serta gugusan pulau alami di Raja Ampat, sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia, dinilai oleh MTM merupakan yang terbaik di dunia. Terpilihnya Raja Ampat sebagai The Best Destination for Adventure 2015 oleh Majalah Mondo membuktikan penghargaan tinggi yang diberikan oleh kalangan pelaku wisata di Finlandia. Selain itu Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan penghargaan kepada para kepala daerah pengelola kawasan konservasi yang mendukung dan mengembangkan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil. Dalam anugerah E-KKP3K Bupati Raja Ampat menerima penghargaan Anugerah E-KKP3K untuk Kategori Favorit. Penghargaan diserahkan Direktur Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, KKP, Agus Dermawan. Anugerah E-KKP3K merupakan agenda dwi-tahunan yang dilaksanakan pertama kali pada tahun 2013 sebagai bentuk apresiasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada para kepala daerah yang berprestasi mengembangkan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil.

8. Masyarakat Raja Ampat

Masyarakat Raja Ampat
Perawakan warga lokal yang seolah menunjukan kesan sangar hanyalah mitos. Warga lokal Raja Ampat dikenal sangat ramah. Warga lokal Raja Ampat memang terbuka dan ramah pada para pengunjung yang ramah, tetapi jika pengunjung berperilaku buruk maka mereka bisa jauh lebih buruk. Meskipun mayoritas agama disini adalah Kristen, namun tingkat toleransi masyarakatnya tinggi karena satu marga terdiri dari beberapa anggota keluarga menganut agama yang berbeda. hal unik ketika pengunjung memberi masyarakat pinang atau permen. Mereka akan merasa sangat senang dan oleh-oleh tersebut dianggap sebagai lambang perdamaian antara pengunjung dengan warga lokal. Di Raja Ampat, jangan heran melihat nelayan yang menangkap gurita dengan tangan kosong, itu salah satu kemampuan khas nelayan Raja Ampat. Berdasar adat, warga lokal Raja Ampat dilarang mengambil kekayaan bahari daerahnya secara sembarangan, harus hati-hati dan tak boleh serakah. Jika ada yang melanggar ketua adat akan memberinya hukuman sosial, mulai dari membangun jalan, hingga kutukan.

9. Tidak Semua Orang Bebas Berkunjung

Tidak Semua Orang Bebas Berkunjung
Raja Ampat pada dasarnya adalah taman nasional, sehingga sengaja tidak dikembangkan dan dipromosikan sebagai tujuan wisata. Jumlah orang yang berkunjung dibatasi agar kelestariannya tetap terjaga.

10. Pengunjung Raja Ampat Orang Terkenal Di Dunia

Pengunjung Raja Ampat Orang Terkenal Di Dunia
Rupanya keelokan wisata Raja Ampat, Papua memikat orang-orang terkenal dunia seperti Sergey Brin, bos Google. Sergei Bryn menghabiskan libur Natal di Raja Ampat dan Papua Barat. Saat tiba di Raja Ampat, Sergei mengaku sangat menikmati alam Papua dan keindahannya yang alami. Selain memiliki alam yang ciamik, salah satu lokasi 10 besar destinasi di Indonesia itu juga memiliki skala keindahannya yang sudah masuk ke dalam taraf dunia. Selain Sergey, Presiden Indonesia Joko Widodo juga ingin menikmati momen pergantian tahun dari 2015 ke 2016  dengan istimewa di Raja Ampat. Di Raja Ampat, presiden ketujuh RI itu berencana melihat matahari terbit di awal tahun 2016 dari Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat. Selain menikmati keindahan Raja Ampat Jokowi juga akan kunjungan kerja kebeberapa daerah.

Indonesia memang banyak tempat wisata yang masih alami, keindahannya menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. Tidak heran jika banyak turis ke Indonesia untuk berlibur. Namun pemerintah dan pengunjung harus tetap menjaga kelestarian dan keindahan alam yang dijadikan tempat objek wisata.