Semaraknya Grand Final D’Academy Asia Tahun 2015, Yang Mengukuhkan Danang Sebagai Jawara Dangdut Asia

Seperti yang telah kita jika ajang D Academy Asia pada hari Selasa, 29 Desember 2015 telah dilaksanakan Grand Final Result Show yang menentukan siapa yang menjadi juara di D Academy Asia. Setelah melalui banyak proses dan menyingkirkan kontestan lain, Pradana Dieva alias Danang akhirnya berhasil menjadi juara pertama D’Academy Asia. Danang sukses mengungguli Lesti dan Shiha Zikir. Kompetisi menyanyi dangdut akbar yang ditayangkan salah satu televisi swasta, D’Academy Asia telah mencapai puncak acara. Nama Danang berhasil menjadi juara pertama ketika pengumuman pemenang di babak grand final yang diselenggarakan pada Selasa (29/12) malam. Konser result show final D’Academy Asia menampilkan perolehan poin Danang dengan 774. Sementara, Lesti berada di posisi kedua dengan selisih tipis, 772 poin. Shiha Zikir asal Malaysia harus puas menduduki posisi ketiga dengan perolehan 745 poin.  Berikut ulasan semaraknya Grand Final Result Show D’Academy Asia.

1. Profil Jawara D’Academy Asia: Danang, Si Jenius

Dangdut Academy Asia telah memasuki babak akhir. Setelah 1,5 bulan menjalani kompetisi ketat, 3 kontestan telah terpilih menjadi 3 terbaik yang layak masuk Grand Final. Dan kontestan asal Indonesia, Danang berhasil menyabet gelar jawara dalam kompetisi tersebut. Danang berhasil mengalahkan Lesti, kontestan asal Indonesia, dan Shiha Zikir kontestan asal negara tetangga Malaysia. Pencapaian Danang menjadi juara Dangdut Academy Asia terbilang membanggakan mengingat pada ajang Dangdut Academy 2 beberapa waktu lalu, Danang hanya menjadi pemenang kedua setelah kalah atas Evi Masamba di final. Pada waktu Dangdut Academy 2, banyak yang menyebut jika kekalahan Danang atas Evi waktu itu hanya karena faktor kurang beruntung saja, mengingat kualitas Danang sebenarnya tidak kalah oleh Evi. Sebelum tampil di panggung D’Academy 2, Danang juga pernah menjajal panggung Kontes Dangdut Indonesia (KDI) session 4 pada 2007 dimana saat itu Danang masuk hingga menjadi finalis. Selain di panggung musik, Danang juga pernah menjadi duta wisata Banyuwangi dengan menjadi Wakil 1 Thulik Banyuwangi pada 2008 yang merupakan acara tahun Dinas Pariwisata Banyuwangi. Pria kelahiran Banyuwangi, 23 April 1991 ini, memiliki nama lengkap Danang Pradana Dieva. Danang juga tercacat sebagai lulusan S1 Komunikasi IPB 2009, dan S2 Komunikasi UNS Surakarta 2012.

2. Juarai D’Academy Asia, Danang dan Ibunda Berurai Air Mata

Grand Final D’Academy Asia 2015 yang menampilkan tiga finalis yakni Danang (Indonesia), Lesti (Indonesia), dan Shiha Zikir (Malaysia) akhirnya mencapai hasil akhir. Kompetisi musik dangdut yang diikuti empat negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam pada akhirnya melahirkan bintang baru. Peraih gelar jawara D’Academy Asia 2015 adalah pria asal Banyuwangi, Danang Pradana Dieva atau akrab dikenal Danang. Penampilan Danang di malam result show yang membawakan lagu ‘Judi’ dan ‘Bunga Surgawi’ berhasil mencuri perhatian dewan juri. Dan berhasil mengukuhkan dirinya sebagai jawara D’Academy Asia. Danang sukses mengungguli perolehan hasil akhir yang diputuskan empat dewan juri. Pada Grand Final D’Academy Asia 2015, kesuksesan Danang menjadi juara bukan hal yang mudah. Di penampilan result show, ia sukses mencuri perhatian dewan juri dan penonton. Air mata bahagia tercurahkan ketika Danang disebut sebagai juara D’Academy Asia 2015. Ditemani sang ibundanya di atas panggung, ia pun bersujud syukur sebagai bentuk kebahagiaan yang ia curahkan. Ekspresi kebahagiaan lain yang Danang tunjukkan ketika namanya keluar sebagai pemenang, Danang bersama sang ibunda bersujud syukur hingga terduduk di panggung D’Academy. “Danang hanya bisa berjuang memberikan yang terbaik. Danang hanya berusaha, tapi tuhan menjawab semua usaha dan doa. Terimakasih ibu, terimaksih ayah,” ujar Danang di atas panggung D’Academy Asia 2015, Jakarta Barat, Rabu (30/12/2015) dini hari. Berhasil menjadi jawara D’Academy Asia, Danang berhak mengantongi uang senilai Rp. 150 juta. Selalu tampil konsisten dari babak ke babak, Danang dianggap sangat layak untuk menjadi juara pertama ajang menyanyi dangdut ini.

3. Soimah Anggap Lesti D’Academy Keajaiban Dunia

Penampilan kedua Lesti di malam result show babak grand final D’Academy Asia mendapat standing ovation dari enam komentator dan ratusan penonton. Lesti berhasil menduduki posisi paling atas dimalam sebelumnya, Lesti sebelumnya telah mendapatkan poin sebanyak 387 namun pada malam ini Lesti hanya mendapatkan tambahan poin dari dewan juri sebesar 385 yang membuat jumlah poin Lesti menjadi 772 , hal ini membuat lesti beada diposisi bawah Danang, hanya selisih 2 poin saja, yang pada awalnya lesti lebih unggul 2 poin dari pada danang kemudian menjadi 2 poin dibawah danang. Meski begitu, Lesti tetap memukau banyak masyarakat karena suaranya yan menggelegar mengingat usianya yang masih belia. Remaja yang lahir di Bandung, 4 Agustus 1999 ini,  merupakan pemenang D Academy yang juga ditayangkan di tayangkan di stasiun tv swasta yang sama. Membawakan lagu melayu Nirmala ciptaan Pak Engah yang dipopulerkan Siti Nurhaliza, Lesti mampu menghipnotis para penonton. Bahkan, Soimah sempat mengatakan jika Lesti merupakan keajaiban dunia. “Kamu bukan cuma penyanyi wanita termuda, terbaik, tapi juga menjadi keajaiban dunia, seperti Candi Borobudur. Gila kalau Lesti nggak juara,” kata Soimah sambil geleng-geleng kepala dari meja juri, Selasa (29/12/2015) malam.

4. Shiha Zikir Seorang Diri Wakili Malaysia di D’Academy Asia

Shiha Zikir berhasil menduduki posisi paling terakhir di grand final DA Asia, dia berhasil menjadi juara ketiga D’Academy Asia indosiar, Shiha Zikir sebelumnya telah mendapatkan poin sebanyak 372 dan malam ini ditambah lagi dengan poin yang diberikan oleh dewan juri sebesar 373 yang membuat Shiha Zikir mendapatkan jumlah poin 745 , hal ini membuat Shiha berada diposisi ketiga, karena poin Shiha Zikir masih kalah dengan Lesti dan Danang. Kontestan asal Malaysia yang tersisa tersebut, berhasil merebut gelar juara ketiga dalam DA Asia. Wanita cantik yang mukanya mirip Rosa bernama lengkap Norshiha Mohd Zikir, lahir pada 2 November 1987, di Pulau Pinang Malaysia. Bukan hanya soal suara, popularitasnya di Indonesia mulai melonjak sejak ia menjadi salah satu peserta dalam kompetisi menyanyi se-Asia Tenggara yang diselenggarakan baru-baru ini. Kompetisi ini diikuti oleh empat negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapore.

5. Hadiah para Grand Finalis D’Academy Asia Tahun 2015

Pradana Dieva atau Danang, finalis asal Banyuwangi, Indonesia terpilih menjadi juara pertama kontes dangdut antar empat negara, D’Academy Asia 2015. Di malam result show, Selasa (29/12)Danang berhasil mengumpulkan 774 point. Sedangkan Lesti berada diposisi kedua, karena selisih dua point dibawah Danang. Atas kemenanganya, Danang berhak atas hadiah yang sudah disiapkan sponsor Rp 150 juta serta mendapat dua tiket ke Dubai dan London pulang pergi ditambah paket wisata ke Brunai Darussalam. Sedangkan untuk juara kedua, Lesti mengantongi hadiah Rp 100 juta dan dua tiket ke Bali serta paket wisata ke ke Brunai Darussalam. Sementara Shiha Zikir, yang memperoleh 745 point juga mendapat hadiah berupa uang tunai Rp 50 juta dan menginap di hotel mewah, Brunei Darusallam. Ketiga finalis yang masuk babak grand final juga akan mendapat single dari musisi ternama asal Malaysia, Pak Ngah. Tidak hanya itu, Danang dan Lesti juga mendapat hadiah dari pengusaha Aman Jagau, berupa uang tunai Rp 40 juta untuk umrah, dan Danang juga mendapatkan hadiah bonus dari komentator asal Bantul, Soimah sebesar 20 juta rupiah.

6. Pesan Ivan Gunawan, Pasca Juara Perjuangan Danang Lebih Berat

Sebagai salah seorang komentar acara D’Academy Asia Ivan menyarankan kepada Danang untuk tak henti berjuang. Jangan hanya puas setelah menjuarai sebuah kompetisi saja. Perjuangan makin berat setelah kompetisi. Karena akan berhadapan dengan dunia nyata. “Oke sekarang Danang bisa meraih uang ratusan juta rupiah. Lama-lama uang itu akan habis. Tapi kalau dia berkarya, ada lagu dia yang hits, sepanjang umur dia akan terus menerima job dari berbagai tempat dan daerah. Itu yang harus dipikirkan oleh Danang,” kata Ivan Gunawan yang dalam salah satu pesannya untuk Danang yang disampaikan di acara DAA, Selasa (29/12/2015). Ivan memuji penampilan Danang yang all out di malam grand final DAA. “Danang itu
vokalnya bagus banget. Nah tinggal bagaimana ia mempraktikan vokal itu saat ia show. Dan itu akan membuat orang terbuai. Seperti penyanyi Tompi yang punya suara hebat dengan vokal yang wow,” ucapnya. Selain itu, Ivan juga menyarankan  kepada Danang untuk selalu down to earth. “Sebagai penyanyi tidak hanya mengandalkan vokal. Attitude juga harus dijaga. Down to earth dalam melakoni hari-hari. Itu semua kalau dilaksanakan saya yakin akan membuatnya sukses melakoni karier di belantika musik ini,” tambahnya.

Semoga dengan diadakan ajang tersebut, musik khas Indonesia tersebut semakin dikenal masyarakat dunia. Semakin banyak musisi- musisi muda berbakat yang muncul dan berprestasi  hingga dapat menghasilkan karya- karya yang dapat mendunia melalui musik dangdut.