Aksi Bunuh Diri Pria Bergelar Sarjana Di Jembatan Ampera, Yang Menggegerkan Warga Palembang

Masyarakat Palembang mendadak gempar dengan ditemukannya mayar Mr X yang tergantung di bawah jembatan Ampera. Identitas pria yang diyakini berumur kisaran 40 tahunan itu belum diketahui. Mr X ditemukan warga sekitar yang tengah berjalan-jalan pagi hari di minnggu (27/12) pagi. Jembatan Ampera dalam sebulan ini menjadi buah bibir warga Palembang, Sumatera Selatan. Bagaimana tidak, selama sebulan ada dua aksi bunuh diri di jembatan yang menjadi ikon Kota Pempek itu. Jembatan simbol kota Palembang, yakni Jembatan Ampera memang menjadi tempat favorit seseorang untuk mengakhiri hidupnya. Kejadian ini baru diketahui, Minggu (27/12) sekitar pukul 6.00 Wib, setelah salah seorang warga sekitar melihat sesosok
mayat tengah menggantung dengan seutas tali di pagar jembatan tersebut. Berikut sederet ulasan mengenai kejadian naas tersebut.

1. Lelaki yang Gantung Diri di Jembatan Ampera Diketahui Bernama Rozali
Setelah sempat dinyatakan misterius, lelaki paruh baya yang ditemukan tewas gantung diri di Jembatan Ampera, Minggu (27/12/2015) sekitar pukul 05.30, akhirnya diketahui identitasnya. Korban diketahui bernama Drs Rozali yang merupakan lelaki kelahiran Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan tinggal di rumah kakak perempuannya di kawasan 26 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang. Hal itu diketahui setelah salah seorang kerabatnya, Yon (50) memastikan dengan mendatangi secara langsung ke Instalasi Pemulsaran Jenazah RSMH Palembang untuk mengecek secara langsung. “Saya itu tahu dari BBM yang ada di ponsel anak saya, karena merasa sangat yakin kalau itu adalah Rozali makannya saya mengeceknya secara langsung ke sini (RSMH-red),” jelasnya. Setelah merasa yakin dan pasti, dikatakan Yon, ia pun akhirnya menghubungi seluruh keluarga termasuk kakak perempuan korban yang ada di 26 Ilir Palembang. “Setelah saya telepon kakak perempuannya itu, diketahui kalau korban keluar sejak tadi malam sekitar pukul 02.00,” terangnya. Dan dari menelpone kakak perempuan korban itu, masih dikatakan Yon, diketahui jika korban mengalami sedikit sakit pinggang. Dari informasi yang berhasil dihimpun, diketahui kejadian ditemukannya Drs Rozali ini, gantung diri sejak dini hari. Namun baru dievakuasi petugas pagi harinya dan dibawa ke kamar mayat RSMH Palembang.

2. Rozali, Pria Gantung Diri di Jembatan Ampera Itu Ternyata Alumni Universitas Sriwijaya
Korban diketahui bernama Drs Rozali yang merupakan lelaki kelahiran Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan tinggal di rumah kakak perempuannya di kawasan 26 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang. Rozali merupakan alumnus Universitas Sriwijaya (Unsri) angkatan 1984 jurusan FKIP Bahasa Indonesia. Mengenai sosok Almarhum Rozali, Salah seorang kerabat korban, Yon (50) mengatakan, jika korban merupakan seorang Drs alumunus Universitas Sriwijaya (Unsri) Angkatan 84 Jurusan Bahasa. “Korban ini satu angkatan dengan saya dan termasuk juga istri saya. Kami dulu berteman dekat, makannya saya masih ingat benar dengan dia (Korban-red) dan yakin saat melihat fotonya di BBM anak saya jika dia itulah Rozali,” jelasnya. Anang yang merupakan alumnus Universitas Sriwijaya di Sumatera Selatan ini, meninggalkan dua orang anak perempuan dan laki-laki. Kedua anaknya kini juga tengah mengenyam pendidikan tempat Anang belajar.

3. Rozali Diketahui Beristri Dua
Mengenai sosok Almarhum Rozali, Salah seorang kerabat korban, Yon (50) mengatakan, jika korban memiliki dua orang istri. Dari istri pertama dikaruniahi dua orang anak yakni perempuan dan laki-laki sedangkan, untuk istri kedua ia tidak begitu mengetahuinya. Namun, setahunya, korban dan istri keduanya dulu tinggal di Baturaja. “Dia ini sebenarnya pintar tapi tidak mau kerja sebagai honorer maunya buka usaha sendiri. Tapi kalau baru mau sedikit maju, terus berbuat yang aneh-anah jadi tutup lagi hingga akhirnya ditinggalkan oleh istri keduanya,” terangnya. Selain itu, masih dikatakan Yon, korban juga merupakan sosok yang taat beribadah.

4. Penyebab Rozali Nekat Gantung Diri Di Jembatan Ampera
Menurut Iyon, kerabat korban,  pamannya itu adalah seorang pengusaha di Kabupaten Ogan Ilir. Namun dalam beberapa tahun ini usahanya itu bangkrut hingga banyak meninggalkan hutang. Dari informasi yang dihimpun, diduga, aksi nekat korban, dilakukannya lantaran frustasi karena ditinggal oleh istri keduanya setelah usaha perdagangannya bangkrut. “Beberapa bulan terakhir ini, memang sikap Rozali ini berubah setelah usahanya bangkrut,” ujar kerabat korban, Iyon saat ditemui diruang Pemulasaraan Jenazah RSMH Palembang. Tak mau terus bersedih, korban yanh memiliki dua anak ini pun memutuskan untuk tinggal bersama kakak perempuannya dikawasan 26 Ilir Palembang. Satu bulan di Palembang, rupanya tak membuat korban bisa menerima nasibnya, hingga korban memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Selama ini keluarga Iyon juga tidak menyangka kalau pamannya itu masih mengalami rasa frustasi usai ditinggalkan keluarganya.  Diperkirakan korban melakukan aksi gantung di pada pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Selanjutnya sekitar pukul 05.00 warga yang melintas di Jembatan Ampera sempat heboh dengan aksi tersebut. Sempat disangka sebuah boneka tergantung ternyata korban Rozali sudah meregang nyawa.

5. Jembatan Ampera dan Rentetan Aksi Bunuh Diri Selama Sebulan
Seperti yang terjadi pada Minggu pagi (27/12/2015), warga digegerkan temuan jasad pria bernama Drs Rozali, mengenakan baju hangat abu lengan panjang dan celana panjang biru tua. Jasadnya terlihat berayun dengan seutas tali. Penampakan jasad pria itu terlihat dari pelataran Plasa Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang ataupun dari atas jembatan. Diduga karena usahanya gulung tikar ditambah sang istri muda pergi meninggalkannya, membuat Rozali putus asa dan memilih bunuh diri. Kejadian tersebut bukan pertama kalinya di akhir tahun 2015 ini. Kejadian yang sama juga terjadi diawal bulan Desember 2015. Aksi nekad bunuh diri juga sempat dilakukan  Yes (19), warga 20 Ilir, Palembang. Ibu Rumah Tangga (IRT) ini terpaksa diamankan petugas Pos Polisi Pasar 16 Ilir Palembang karena nekad hendak melompat dari Jembatan Ampera ke Sungai Musi.

Banyak alasan yang mendasari seseorang rela melakukan aksi nekad tersebut. Entah itu masalah harta, percintaan, dan sebagainya. Namun, dengan alasan apapun perbuataan tersebut bukanlah alasan terbaik untuk mengakhiri permasalahan. Bersyukur dan selalu berusaha adalah jalan terbaik yang dapat dilakukan saat sedang menghadapi masalah. Semoga kedepannya, kejadian tersebut tidak terulang kembali.