10 Tragedi Menghebohkan Yang Dialami Negeri China Sepanjang Tahun 2015

Cina, akhir-akhir ini menjadi sorotan dunia Internasional karena keberhasilannya dalam menguasai perdagangan dunia, namun di sisi lain dari kesuksesannya, negeri panda itu juga mendapatkan beberapa insiden yang menakutkan dan menggegerkan masyarakat. Berikut beberapa peristiwa tersebut:

1. Langit China Jadi Berwarna Merah Muda

Langit China Jadi Berwarna Merah Muda
Kabut asap parah yang menyelimuti China mencapai “level terbaru”, ditandai dengan perubahan warna langit yang ekstrem. Kantor berita AFP melaporkan, Kamis (24/12/2015), akibat saking parahnya kabut, langit di kota Nanjing berubah warna menjadi pink atau merah muda, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Warna langit itu menjadi bahan pembicaraan netizen negeri Tirai Bambu, terutama di jejaring sosial Weibo. Bahkan, kantor berita resmi Xinhua ikut mengicaukan gambar itu melalui akun Twitter-nya. Diyakini, warna pink ini disebabkan oleh refraksi matahari terbenam oleh partikel-partikel kabut asap yang sudah melumpuhkan kota itu sejak awal pekan ini. Salah satu netizen bahkan membandingkan krisis kabut ini seperti yang terjadi pada langit London ketika masa revolusi industri. China dilanda kabut asap parah sejak bulan November lalu. Ibu kota Beijing bahkan untuk kali pertama dalam sejarah menaikkan status kabut pada awal Desember lalu menjadi darurat “berwarna merah”, yang merupakan status darurat paling tinggi. Asap pembakaran pabrik dan kendaraan bermotor ditengarai menjadi penyebab tertutupnya langit kota-kota besar di China. Selain itu, masalah lingkungan ini semakin diperburuk oleh penggunaan tungku penghangat rumah kala memasuki musim dingin yang sedang melanda China. Kebanyakan tungku ini menggunakan bahan batubara yang semakin memperburuk polusi udara yang sudah terjadi. Tingkat polusi bulan November di negara itu mencapai tingkat terburuk yang bisa menyebabkan kanker dan jantung, bahkan di ibu kota Liaoning, Shenyang, tingkat jarak pandang hanya 100 meter.

2. Longsor

Longsor
Tanah longsor yang melanda sebuah lokasi industri di Cina selatan mengubur lebih dari 30 bangunan dan memicu ledakan gas, Minggu (20/12/2015). Saksi mengatakan, tanah merah bercampur lumpur meluncur menuju kota Shenzhen sebelum mengubur rumah dan pabrik. Dalam pemberitaan terbaru, kantor berita resmi Xinhua melaporkan tiga terluka dan 59 lainnya hilang. Tidak jelas apakah ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Ada lebih dari 1.500 pekerja darurat dilibatkan dalam upaya penyelamatan. Disebutkan, longsor membuat pipa gas yang berada di sana tergeser dan memicu ledakan di kawasan industri Hengtaiyu. Ledakan terdengar hingga radius empat kilometer. Puing akibat ledakan bahkan mencapai radius lebih dari 10 hektar. Wakil kepala Biro Keamanan Publik Shenzhen, Ren Jiguang mengatakan, kebanyakan dari warga telah dievakuasi terlebih dahulu. Sekitar 900 orang dievakuasi sebelum bahaya longsor melanda di wilayah perbatasan kota Hong Kong itu. Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang memerintahkan upaya penyelamatan segera. Dewan Negara atau kabinet mengirim sebuah kelompok kerja untuk mengkoordinasikan upaya penyelamatan yang melibatkan hampir 100 truk pemadam kebakaran, anjing pelacak, drone, dan peralatan lainnya. Berita yang paling menghebohkan terkait longsor ini adalah ditemukannya 2 korban selamat setelah 70 Jam tertimnbun longsor. Salah satu korban yang ditemukan selamat di kawasan industri Shenzhen, China akhirnya tewas. Namun satu korban selamat lainnya yang diidentifikasi sebagai Tian Zeming (19) dilaporkan dalam kondisi stabil di rumah sakit setempat. Tian berhasil dievakuasi petugas dari timbunan lumpur pada Rabu (23/12) pagi.

3. Hujan Badai

Hujan Badai
Hujan lebat yang mengguyur bagian barat daya Guizhou dan Provinsi Hunan di Cina Tengah menelan korban jiwa. Musibah yang terjadi pada akhir pekan itu juga membuat ribuan orang di sana diungsikan. Diberitakan Shanghai Daily, tiga orang tewas saat hujan badai melanda Kabupaten Leishan, Guizhou, dalam 2 hari terakhir. Lebih dari 70 rumah ambruk atau rusak. Enam orang terkubur. Satu di antara mereka meninggal, empat diselamatkan dan dirawat di rumah sakit. Sementara seorang lainnya tak cedera. Banjir yang dipicu oleh hujan badai juga membuat 3.000 wisatawan terjebak di kabupaten itu. Sejauh ini, pemerintah lokal telah mengungsikan mereka ke tempat aman. Sementara itu, Pusat Meteorologi Nasional setempat juga mengeluarkan peringatan level biru untuk Topan Kujira pada Minggu 21 Juni 2015. Kujira, taufan ke-8 pada 2015, terbentuk di Laut Cina Selatan pada Minggu pagi. Diperkirakan melewati Provinsi Pulau Hainan dan daratan antara Provinsi Guangdong di Cina Selatan dan Wilayah Guangxi pada Senin malam. Taufan tersebut diperkirakan juga membawa hujan lebat dan angin kencang.

4. Topan

Topan
Topan Soudelor menerjang China, akibatnya 14 orang tewas dan 4 lainnya hilang di Provinsi Zhejiang, China timur. Pemerintah setempat, pada Minggu 9 Agustus 2015 mengumumkan kota yang paling parah terkena dampak adalah Wenzhou. Sebanyak 12 orang tewas dan 4 lainnya hilang. Sementara di Kota Lishui, 2 orang tewas. Korban tewas karena hanyut oleh banjir atau terkubur di reruntuhan rumah atau tanah longsor. Hal tersebut disampaikan oleh pengendali banjir Zhejiang. Topan membawa hujan deras ke sejumlah daerah. Di mana, curah hujan di beberapa kabupaten mencapai 700 mm selama 2,5 hari terakhir. Angka ini mencatat rekor curah hujan terderas dalam 120 tahun. Akibatnya, banjir menggenangi beberapa kota. Ketinggian air di 2 kota di antaranya mencapai 4 meter. Selain itu, topan memotong pasokan listrik untuk 785.000 rumah. Meski 60 persen di antaranya telah disambung kembali pada Minggu malam. Selain topan Soudelor, Topan Mujigae juga menyapu selatan China dengan kecepatan 180 kilo meter per jam. Lima orang tewas akibat topan dashyat itu, seperti dilaporkan ABCNews, Senin (5/10/2015). Sementara itu lebih dari 24 ribu pekerja di Guangdong bersiap menghadapi matinya sistem listrik akibat terjangan topan itu. Dan juga topan Linfa, Chan-hom, dan Ningka.

5. Ledakan Bahan Kimia

Ledakan Bahan Kimia
Beberapa waktu lalu, dunia maya kembali gempar oleh pemberitaan seputar bom nuklir. Namun kali ini bukan bencana ledakan bom yang betul-betul terjadi karena proses nuklir. Kali ini, sebuah ledakan yang sangat dahsyat terjadi tanggal 12 Agutus 2015 malam hari di sebuah gudang di Tianjin, China. Dikutip dari laman BBC, kejadian ledakan super besar itu terjadi pada Rabu malam, pukul 23.30. Media lokal China serempak menyebut bahwa ledakan besar itu diakibatkan oleh ribuan bahan kimia berbahaya yang disimpan di gudang penyimpanan Kota Pelabuhan, Tianjin. Tiongkok. Hingga hari ini, ledakan yang menghanguskan area sekitar gedung hingga radius belasan kilometer itu telah menewaskan setidaknya 50 orang, dan melukai 700 orang lainnya, bahkan di rumah sakit setempat, masih ada 71 orang lainnya yang berada dalam kondisi kritis karena luka bakar serius akibat terpapar ledakan bahan kimia berbahaya. Bahkan dilansir dari laman Metrotvnews, dahsyatnya ledakan yang berasal dari gudang pelabuhan terbesar dan tersibuk nomor sepuluh di dunia itu sempat terlihat di sensor pemantau hotspot dari satelit di luar angkasa, imbas dari guncangannya pun sempat terdeteksi di sensor gempa bumi dengan kekuatan getaran kurang lebih 2,3 skala richter. Media lokal Xinhua melaporkan, ledakan tersebut terjadi dua kali dalam rentang waktu beberapa detik. Jika ditotal, Ledakan pertama dan kedua setara dengan kekuatan 24 ton bahan peledak TNT. Kejadian yang sempat membuat gempar dunia maya dalam sekejap mata ini pun membawa duka yang amat dalam bagi publik China. Tanda Pagar (#Tagar) tentang Pray For Tianjin pun mengemuka menjadi trending topic dunia sesaat setelah ledakan. Setelah di Tianjin, sebuah ledakan hebat kembali mengguncang China pada Minggu (23/8/2015). Kali ini terjadi di wilayah timur China, dimana sebuah pabrik kimia meledak dan menewaskan satu orang. Dan pada Senin (7/9/2015), sebuah ledakan mengguncang pabrik bahan kimia di Provinsi Zhejiang, sebelah timur China. Diperkirakan ada lebih dari 200 pekerja di pabrik Ming Chemical ketika kebakaran dahsyat itu terjadi. Namun, dilaporkan tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

6. Gempa

Gempa
Sebuah gempa kuat dan beberapa gempa susulan menghantam wilayah barat China, Jumat 3 Juli 2015 sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat. Gempa di Kota Pishan yang masuk dalam wilayah Hotan Xinjiang itu menurut Survei Geologi AS (USGS) berkekuatan 6,4 skala Richter. Reuters juga melaporkan, sedikitnya 3 orang tewas, turun dari 6 sebelumnya, 43 terluka dan 3.000 struktur bangunan rusak atau roboh. Menurut kantor berita Xinhua, pemerintah China telah mengeluarkan tanggap darurat kelas-IV –tingkat terendah dalam upaya tanggap darurat China– untuk wilayah yang terkena gempa dengan memobilisasi sumber daya untuk upaya pemulihan. Tim medis, tenda dan lebih dari 500 anggota militer dalam perjalanan ke daerah-daerah yang terkena dampak.

7. 15 Ledakan Menghantam Wilayah China Selatan

15 Ledakan Menghantam Wilayah China Selatan
Sebuah ledakan kembali menghantam wilayah China selatan dan merusak sebuah bangunan enam lantai. Ledakan ini terjadi kurang dari sehari setelah sebelumnya 15 ledakan menghantam wilayah yang sama dan menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 50 orang. Ledakan terbaru itu menghantam sebuah rumah milik warga sipil di dekat biro administrasi jalan raya di Liucheng, wilayah Guangxi, yang berbatasan dengan Vietnam. Namun, belum diketahui jumlah korban atas ledakan tersebut, seperti dikutip dari laman Fox News, Kamis (1/10/2015). Otoritas keamanan China mengatakan, aksi ledakan tersebut adalah tindak pidana dan bukan aksi terorisme. Pihak keamanan sendiri telah mengantongi identitas tersangka yang diidentifikasi hanya dari nama keluarganya Wei, berusia 33 tahun. Meski begitu, pihak keamanam belum mau mengungkap lebih jauh identitas tersangka dan motifnya melakukan aksi tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, 15 ledakan menghantam wilayah China selatan pada Rabu petang. Ledakan tersebut menghantam sebuah rumah sakit, pasar lokal, pusat perbelanjaan, stasiun bus, dan beberapa bangunan pemerintah, termasuk penjara dan asrama pekerja bagi pemerintah.

8. Kapal Terbalik Di China

Kapal Terbalik Di China
Jumlah korban tewas yang ditemukan dari tragedi terbaliknya kapal pesiar di Sungai Yangtze, China, sudah mencapai 331 jiwa pada Sabtu (6/6/2015). Pihak operator kapal maut itu pun minta maaf dan akan bekerja sama dalam penyelidikan. Kapal itu membawa 458 orang saat berlayar di Sungai Yangtze. Namun, kapal dihantam angin topan pada Senin malam. Kapal sempat tenggelam dan muncul ke permukaan dengan posisi terbalik. Hanya 14 orang yang selamat dalam tragedi itu, di mana salah satunya adalah kapten kapal. Korban tragedi kapal pesiar di China ini lebih tinggi dari tragedi serupa yang pernah terjadi di Korea Selatan (Korsel) pada April 2014, yang jumlah korbannya mencapai 304 orang. Insiden di Sungai Yangtze ini juga tercatat sebagai bencana maritim terburuk dalam tujuh dekade. Lebih dari 1.000 anggota keluarga telah datang ke Jianli di Provinsi Hubei tengah, lokasi di mana kapal itu terbalik. Mereka frustasi karena informasi dari Pemerintah China kurang. Pemerintah China telah menyatakan bahwa mereka akan melakukan segala hal untuk membantu kerabat korban, termasuk menyediakan akomodasi gratis dan pelayanan medis. Sebelumnya pada 17 januari 2015, sebayak 21 orang tewas dan 1 hilang dalam insiden kapal terbalik di Sungai Yangtze. Kapal itu terbalik di perairan Fubei, kawasan Sungai Yantze, di Provinsi Jiangsu timur. Kapal membawa 25 orang, delapan di antaranya warga asing. Tiga orang berhasil diselamatkan.

9. Penembakan Massal
Penembakan massal terjadi di China hari ini (9/6/2015). Empat orang, termasuk dua petugas polisi, tewas dan lima orang lainnya terluka. Menurut Pemerintah China, pria bernama Liu Shuangrui, 55, yang menderita skizofrenia menembakI tetangganya di Desa Xibaoshi, Kota  Fuzuo, Provinsi Hubei dengan dua senapan. Sedangkan lima orang lainnya yang rata-rata tetangga Liu Shuangrui mengalami luka parah akibat serangan bersenjata itu. Mereka antara lain, Li Suxia, istrinya Liu Guangchun, Liu Yumin, Liu Xinyuan dan seorang polisi bernama Li Jinwei. Sebagian korban luka telah dibawa ke Beijing untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Motif penembakan massal itu belum diketahui. Polisi sampai saat ini masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Kasus penembakan massal di China sangat langka. Sebab Pemerintah China mengontrol ketat kepemilikan senjara api di kalangan sipil.

10. Perayaan Tahun Baru Maut di Shanghai

Perayaan Tahun Baru Maut di Shanghai
Puluhan orang dikabarkan tewas saat perayaan tahun baru di Shanghai, China. Puluhan orang tersebut tewas akibat terinjak-injak saat merayakan pergantian tahun di salah satu situs bersejarah di kota Shanghai, Bund. Media setempat melaporkan otoritas setempat hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyabab perayaan maut ini. Insiden itu terjadi, karena massa berebut uang palsu yang dilemparkan dari sebuah gedung di Chen Yi Square, Distrik Bund. Seorang saksi mata mengatakan, kupon, yang tampak seperti uang kertas, dilemparkan dari sebuah gedung bar di dekat jalan saat perayaan Tahun Baru 2015.

Begitu banyak tragedi yang terjadi di China selama setahun ini, apalagi masalah Laut Cina Selatan yang membuat beberapa negara bersitegang. Masalah alam yang dialami Cina juga dialami berbagai negara seluruh dunia, karena memang sepertinya tahun 2015 ini iklim bumi semakin memburuk.