Fenomena Astronomis Menakjubkan Yang Akan Muncul Di Tahun 2016, dan Sayang Untuk Dilewatkan

Tak terasa tahun 2015 sudah berjalan peristiwa astronomis mulai dari hujan meteor, gerhana bulan keseluruhan, hingga komet Siding Spring yang melintas dekat pada planet Mars. Tahun 2015 kini telah mencapai lembaran-lembaran terakhirnya. Tanpa terasa kita akan segera tiba di penghujung tahun 2015. Hanya tinggal hitungan beberapa bulan, tahun yang baru siap membawa kita kepada banyak harapan juga kesempatan yang baru. Banyak fenomena yang terjadi di tahun 2015, dari gerhana bulan total saat senja pada 4 April 2015 sampai keindahan Venus di langit barat saat senja sepanjang paruh awal tahun 2015. Hingga hujan meteor Perseids yang menjadi hujan meteor terbaik tahun 2015 karena bertepatan dengan fase bulan baru. Tahun ini dapat diperkirakan bakal berlangsung fenomena sama. Berikut beberapa prediksi fenomena- fenomena astronomi yang akan terjadi di tahun 2016.

1. 4 Januari 2016 – Puncak Hujan Meteor Quadrantids
Hujan meteor Quadrantid selalu menjadi pembuka awal tahun. Hujan meteor ini merupakan hujan meteor tahunan yang terjadi mulai tanggal 31 Desember hingga 6 Januari, namun puncaknya adalah pada tanggal 4 Januari mendatang. Meteor-meteor Quadrantids akan terlihat melesat dari arah rasi Bootes di timur laut menjelang fajar. Pengamatan puncak Quadrantids juga akan dimeriahkan oleh bulan sabit dan Mars yang saling berdekatan serta Venus di langit timur.

2. 8 Maret 2016: Oposisi Jupiter
Oposisi adalah kondisi di mana Jupiter berada pada jarak yang paling dekat dengan Bumi. Pada saat oposisi, Matahari-Bumi-Jupiter ada pada satu garis lurus. Namun kita takkan melihat Jupiter yang besar di langit. Karena jaraknya yang masih relatif jauh, Jupiter hanya akan terlihat bagai titik kecil kuning terang, tetapi bersinar lebih terang dari biasanya. Magnitudo Jupiter menunjukkan kecerlangan planet itu jika dilihat dari Bumi. Saat oposisi, kecerlangan Jupiter sekitar -2,8.

3. 9 Maret 2016: Gerhana Matahari Total
Peristiwa Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 ini akan menjadi pusat perhatian dunia, khususnya dalam bidang astronomi dan luar angkasa. Ini adalah gerhana Matahari total pertama yang melintasi Indonesia sejak tahun 1995. Sayangnya, tidak seluruh wilayah bisa melihat gerhana secara total. Peristiwa langit spektakuler ini akan hanya bisa dilihat dari Indonesia dan Samudera Pasifik tahun depan. Tetapi gerhana matahari total yang sekali seumur hidup akan terjadi di Amerika Serikat pada 21 Agusutus 2017.

4. Vernal Equinox (Sabtu, 21 Maret 2016)
Vernal equinox yakni saat dimana Matahari ada di perpotongan ekliptik dan ekuator setelah sebelumnya ada di selatan ekuator. Pada hari ini Matahari cocok ada di khatulistiwa sampai panjang siang dan malam di seluruhnya belahan bumi cocok 12 jam. Ini bisa mengisyaratkan akan bertukarnya musim hujan dengan musim kemarau di Indonesia. Tengah di belahan bumi utara mengisyaratkan akan datangnya musim semi dan di belahan bumi selatan mengisyaratkan akan datangnya musim gugur.

5. 6 Mei 2016: Hujan Meteor Eta Aquarid
Intensitas hujan meteor Eta Aquarid berkisar antara 10 hingga 20 meteor per jamnya. Dengan ada 2 meteor per lima menit. Hujan meteor Eta Aquarid tahun 2016 ini diprediksikan akan menghasilkan jumlah terbesar dari meteor saat tengah malam hingga sebelum fajar pada tanggal 6 Mei. Namun, puncak dari hujan meteor Eta Aquarid berlangsung saat dinihari mulai tanggal 5 hingga 7 Mei. Hujan meteor Eta Aquarid muncul di rasi bintang Aquarius. Rasi bintang tersebut terbit di langit Timur pada saat tengah malam dan akan terus bergerak semu ke Barat hingga fajar tiba.

6. 9 Mei: Merkurius Melintas
Transit Merkurius terjadi ketika Matahari-Merkurius-Bumi tepat segaris lurus. Karena itu saat transit nanti Merkurius akan terlihat melintas di depan piringan matahari. Melihat suatu planet kecil di depan piringan matahari tentu akan menjadi suatu fenomena langka juga menarik. Terakhir kali transit Merkurius adalah pada 8 November 2006 dan baru akan terulang lagi pada 11 November 2019. Planet yang susah direkam ini akan terlihat jelas di waktu siang saat melintas di antara matahari dan bumi. Merkurius akan terlihat sebagai titik kecil yang melintas di atas matahari dan akan bagus diamati dari pantai timur Amerika.

7. 22 Mei 2016: Oposisi Mars
Planet terkecil kedua tata surya kita ini akan terlihat sangat jelas tahun 2016 karena jaraknya menjadi sangat dekat dengan bumi saat berada dalam oposisi. Mars akan sangat terang saat oposisi (magnitudo -1,5), lebih terang sejak Desember 2007. Sehingga sangat mudah untuk dilihat dengan mata telanjang dari seluruh penjuru bumi, Mars akan nampak bagai bintang merah. Pada saat oposisi, bumi berada pada jarak paling dekat dengan Mars untuk tahun ini. Dengan dekatnya bumi dan Mars, planet merah ini akan bersinar paling cemerlang di langit kita. Walau dikatakan dekat, jaraknya msih 94.200.000 kilometer. Ini yang membuat Mars hanya terlihat seperti bintang merah saja.

8. 3 Juni 2016: Oposisi Saturnus
Setelah Jupiter dan Mars, giliran Saturnus yang beroposisi. Ketika oposisi Saturnus, planet bercincin ini sedang berada di posisi yang pas untuk diobservasi. Ia akan bertengger di konstelasi Ophiuchus yang akan terlihat sepanjang malam serta mencapai titik tertinggi di langit sekitar tengah malam waktu setempat daerah Anda. Planet bercincin ini akan menyala terang karena disinari matahari saat berada di oposisi. Para pengamat langit akan melihat cincin Saturnus lebih terang dari biasanya akibat fenomena yang disebut Seeliger Effec (kondisi dimana matahari berada di belakang pengamat planet).

9. 20 Juni : Musim Panas Soltis
Juni berarti musim dingin soltis di belahan bumi selatan dan musim panas soltis di bumi utara. Bumi bagian selatan akan mengalami malam terpanjang dalam setahun, sementara di bagian utara sebaliknya. Matahari akan terlihat sepanjang malam di utara bumi, sementara di selatan bumi akan gelap tanpa adanya sinar matahari.

10. 12-13 Agustus 2016: Puncak Hujan Meteor Perseids
Perseid adalah fenomena alam berupa hujan meteor yang berasal dari komet Swift-Tuttle. Dinamakan Perseid karena titik radian hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus. Inilah hujan meteor yang paling banyak ditunggu. Hujan meteor Perseids berlangsung antara 17 Juli-24 Agustus 2016. Pada puncaknya Sabtu dini hari diperkirakan akan terlihat hingga 100 meteor tiap jam. Rasi Perseus sebagai arah munculnya meteor- meteor Perseids akan berada di langit utara menjelang fajar. Menariknya tahun 2016 ini hujan meteor Perseids diperkirakan akan mengalami peningkatan aktifitas. Itu karena pada tahun sebelumnya puing-puing komet Swift-Tuttle yang menjadi penyebab hujan meteor ini tertarik mendekat ke arah bumi oleh gaya gravitasi Jupiter.

11. 27 Agustus 2016: Venus dan Jupiter Sejajar
Dua planet paling terang , Venus dan Jupiter akan berada dalam jarak terdekat di langit malam dengan sudut 0.06. Para pengamat bisa melihat peristiwa astronomi langka setelah matahari tenggelam di langit bumi bagian barat. Venus menjadi yang paling terang dengan magnitudo -3,9 sedangkan Jupiter sedikit lebih redup dengan magnitudo -1,7. Jarak antara keduanya hanya sekitar 29 menit busur atau hampir setara diameter sudut bulan purnama apogee.

12. 1 September 2016: Gerhana Matahari Cincin
Gerhana matahari yang juga dikenal sebagi “Cincin Api” bisa dilihat dengan jelas di sebagian Afrika, termasuk pulau Madagaskar dan Kongo.

13. 16 September 2016: Gerhana Bulan Penumbral (Lagi)
Setelah Gerhana Matahari Total 9 Maret, Gerhana Bulan Penumbral 23 Maret dan Gerhana Matahari cincin pada 1 September, Gerhana Bulan Penumbral pada 16 September ini akan menjadi gerhana terakhir tahun 2016. Gerhana ini terjadi saat bulan lewat di ujung luar bayangan bumi, yang dikenal sebagai penumbra. Gerhana penumbral ini sangat sukar diamati dengan kasat mata. Bulan Purnama takkan terlihat seperti sedang terjadi gerhana apabila tidak jelih mengamatinya. Gerhana bulan penumbra kedua tahun ini akan terlihat jelas di Eropa Timur, Afrika Timur, Asia dan Australia.

14. 15 Oktober 2016: Oposisi Uranus
Ketika Uranus dalam keadaan oposisi terhadap bumi, jaraknya menjadi sangat dekat dan akan terlihat begitu terang karena sinar matahari. Walau tidak terlihat dengan jelas, para pengamat masih bisa menyaksikan sekilas keunikan warna biru kehijauan planet ini.

15. Oktober 2016: Hujan Meteor Orionids
Pertunjukan hujan meteor masih belum usai di bulan kesepuluh dalam kalender masehi ini. Kita masih akan disuguhkan fenomena hujan meteor Orionid mulai 15-30 Oktober 2016. Meteor-meteor Orionid berasal dari puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet Halley. Komet ini meninggalkan puing-puing pada bekas orbitnya, yang ketika Bumi melintasi bekas orbit tersebut membuat puing-puing ini masuk ke atmosfer lalu
terbakar sehingga disebut meteor.

16. 13-14 Desember 2016: Hujan Meteor Geminid
Hujan meteor terbesar dan paling terang pada tahun 2016 akan terjadi di antara bulan purnama, dengan perkiraan 120 meteor yang melintas dalam satu jam saat puncaknya. Tidak seperti hujan meteor biasa, Geminids dibentuk oleh 3200 Phaeton, sebuah asteroid yang membutuhkan sekitar 1,4 tahun untuk mengelilingi matahari.

17. 21 Desember: Desember Solstis
Musim panas Solstis terjadi ketika matahari berada tepat di atas garis balik Capricorn di belahan bumi selatan selama Desember soltis, mengakibatkan hari terpanjang dalam setahun. Belahan bumi utara, tentu saja, mengalami musim dingin soltis dengan hari terpendek dalam setahun.

Perlu diketahui juga bahwa daftar yang disebutkan di atas hanya mencakup peristiwa astronomis yang sifatnya periodik sehingga bisa diperkirakan jauh-jauh hari. Tahun 2016 nanti yang tentunya kita harapkan akan menjadi lebih baik dari tahun 2015 ini. Dan kita tunggu saja fenomena- fenomena alam yang menakjubkan yang akan terjadi di tahun depan.