10 Penemuan Baru Di Dunia Arkeologi Yang Menakjubkan Sepanjang Tahun 2015

Begitu banyak hal menarik yang terjadi sepanjang 2015, penemuan-penemuan teknologi, planet Mars, dan arkeolog yang mampu mengungkap wawasan baru tentang sejarah dunia. Banyak temuan yang ditemukan sepanjang 2015, dan kali ini penemuan arkeolog lah yang dibahas. Berikut penemuan dari masa lampau yang paling menakjubkan, yaitu:

1. Superhenge

Superhenge
Lingkaran bluestone atau batu biru Stonehenge di lapangan terpencil Barat Daya Inggris sudah cukup dikenal di seluruh dunia dan telah menjadi misteri selama berabad-abad. Namun masih banyak kisah yang belum terungkap dari zaman Neolitik ini– kini para arkeolog mengatakan mereka telah menemukan rangkaian batu baru yang lebih besar dalam radius 3 kilometer dari lokasi Stonehenge. Dijuluki Superhenge, monumen itu menjadi salah satu monumen batu terbesar di Eropa. Ini terdiri dari deretan batu besar dan diatur dalam arena seperti bentuk C dan diprediksi berusia 4.500 tahun. Penemuan ini juga telah memunculkan sejumlah pertanyaan baru terkait pemukiman pembuat Stongehenge, dan mengapa mereka mengubahnya dengan membuat monumen baru menjelang milenium ke-3 sebelum masehi. Skala dan detail yang mencengangkan ini menegaskan bahwa bukti baru di kaki Durrington Walls telah mengubah pengertian kita tentang Stonehenge serta dunia di sekitarnya.

2. Roti Pretzel Berusia 250 Tahun

Roti Pretzel Berusia 250 Tahun
Baru-baru ini, telah ditemukan sisa-sisa makanan ringan roti pretzel tertua dalam sebuah penggalian di kota Regensburg, Jerman, tepatnya berada di bawah lantai sebuah toko roti tua. Ketika ditemukan, dua roti pretzel ini bersanding dengan sisa-sisa makanan lainnya termasuk sepotong roti berbentuk seperti croissant dan tiga roti yang dipanggang gulungan, semuanya tampak sengaja telah dibuang di bawah lantai toko. Melihat dari kondisinya, usia roti tersebut sudah berabad-abad lamanya. Hal ini juga diyakini bahwa bangunan tersebut adalah milik tukang roti selama abad ke-18 dan sisa makanan itu telah sengaja dibakar sebelum dibuang, namun justru faktor inilah yang menyebabkan makanan tersebut menjadi awet. Roti pretzel diduga telah diciptakan sejak abad ke-5 atau ke-6 oleh para biksu yang memutar potongan adonan bersama-sama agar terlihat seperti lengan yang disilangkan dalam doa.

3. Lobster Prasejarah Terbesar Seukuran Manusia

Lobster Prasejarah Terbesar Seukuran Manusia
Belum lama ini, Paleontologis telah berhasil menemukan sisa-sisa fosil dari lobster prasejarah yang berusia 480 juta tahun. Fosil ini ditemukan di Maroko, penghuni laut prasejarah ini adalah milik kelompok hewan yang dikenal sebagai anomalocaridids. Melihat dari ukurannya yang memiliki panjang hingga dua meter, nenek moyang krustasea modern, serangga, dan laba-laba ini, memiliki cara mengambil makanan yang cukup unik, yaitu dengan menyaringnya. Partikel kecil apapun yang ada di air laut akan disaringnya dengan menggunakan tulang tertutup anggota badan di atas kepalanya. Makhluk hidup yang dikenal dengan nama Aegirocassis benmoulae ini merupakan hewan terbesar pada saat itu, menjadikannya raksasa lembut yang akan mengambil tempat paus saat ini di laut prasejarah.

4. Microchip ‘Alien’ Berusia 250 Juta Tahun

Microchip 'Alien' Berusia 250 Juta Tahun
Para peneliti menemukan artefak berbentuk seperti microchip yang diperkirakan telah berusia 250 juta tahun. Artefak ini berasal dari daerah Krasnodar (Rusia), ditemukan secara kebetulan oleh nelayan lokal bernama Viktor Morozov, yang kemudian ia serahkan kepada University of Southern Politeknik Nowoczerkaskiej. Artefak misterius ini, setelah dilakukan beberapa tes, diperoleh kesimpulan bahwa yang tertanam pada batu, merupakan “perangkat” aneh menyerupai modern microchip. Para peneliti belum mencoba mengambil microchip dari batu tersebut, karena khawatir akan merusaknya. Penemuan microchip purba ini, menimbulkan banyak spekulasi. Ada yang berpendapat merupakan sisa-sisa teknologi peninggalan peradaban yang sangat maju, yang pernah menghuni bumi jutaan tahun yang silam. Ada lagi yang mengatakan, merupakan peninggalan alien yang pernah mengunjungi Bumi, dan yang menganggap hanyalah sejenis batu aneh, yang terbentuk secara alami.

5. Mumi Bayi

Mumi Bayi
Sisa-sisa kerangka seorang anak yang diperkirakan berusia 18 bulan, dan dimakamkan lebih dari 1.500 tahun yang lalu, yaitu ketika Kekaisaran Romawi menguasai Mesir, ditemukan di sebuah kuburan kuno yang berisi lebih dari 1 juta mumi, demikian menurut sebuah tim arkeolog dari Universitas Brigham Young di Provo, Utah. Tim Arkeolog yang berasal dari Universitas Brigham Young telah melakukan penggalian di Homo el-Gamous dan piramida di dekatnya. Selama sekitar 30 tahun terakhir, banyak menemukan mumi yang berasal masa ketika Romawi atau Kekaisaran Bizantium memerintah Mesir, dari abad ke-1 sampai abad ke-7 Masehi. Pemakaman ini sekarang disebut sebagai Homo el-Gamous, yang berarti “Jalan Air Kerbau,”. Nama tersebut berasal dari nama jalan yang berada di dekatnya. Meskipun mayat-mayat yang dikuburkan ditempat ini adalah rakyat jelata dan tidak memiliki status kebangsawanan, para peneliti menemukan beberapa barang yang ikut juga terkubur di dalamnya bahkan barang-barang tersebut sangat indah, seperti misalnya kain, kaca dan berbagai macam perhiasan berwarna-warni yang dirancang untuk anak. Yang cukup menarik dalam pemakaman berusia 1500 tahun ini, ditemukan makam seorang balita yang juga mengalami mumifikasi yang dikuburkan dengan beberapa mumi lainnya. Mumi bocah ini dibungkus dengan menggunakan tunik dan mengenakan kalung dengan dua gelang pada kedua tangannya. Di Rusia pun juga ditemukan sebuah ukiran yang dipahat di tanduk rusa yang berada di dada kerangka bayi yang meninggal pada usia 12 bulan. Penemuan tersebut berusia 4.500 tahun. Sebuah sisa sejarah tertua yang pernah mereka temukan. Kendati sudah berusia ribuan tahun, sisa cat berwarna merah dan biru masih terlihat. Menurut tim arkeolog kemungkinan benda itu melindungi jasad bayi dari ilmu hitam dan iblis. Ukiran itu berjumlah delapan, masing-masing pahatan berupa burung, muka manusia, muka rusa dan beruang serta sebuah hewan karnivora. Arkeolog percaya, tiap ukiran itu memiliki satu kesatuan arti. Temuan itu terletak di Danau Itkul yang tak jauh dari lembah sungai Minusinks. Menurut arkeolog Andrey Polykov dari Institute for the History of Material Culture di Akademi Sains Rusia dan Yuri Esin, dari Khakassian Institute Riset, kerangka bayi dan ukiran itu merupakan bagian dari kebudayaan Okunev yang pernah ada pada tahun milienium ketiga Sebelum Masehi.

6. Biji Buah Peach Berusia 2,5 Juta Tahun

Biji Buah Peach Berusia 2,5 Juta Tahun
Peneliti di China telah membuat temuan yang cukup menarik, di mana delapan fosil biji buah peach ditemukan. Fosil tersebut ada sebelum keberadaan manusia modern nenek moyang kita, Homo Erectus. Biji buah peach yang ditemukan di China tersebut disinyalir memiliki usia lebih dari 2,5 juta tahun. Fosil ini menjadi fosil buah peach pertama yang ditemukan dan menunjukkan bahwa buah beresolusi melalui seleksi alam dengan baik sebelum proses penjinakkan yang dilakukan manusia. Biji buah peach yang juga disebut endocarps ditemukan di Kunming oleh asosiasi profesor di Xishuangbanna Tropical Garden, Tao Su. Konstruksi dekat rumah Su mengungkapkan, singkapan batu kuno dari Pliocene Epoch menuju ke penemuan. Dua peneliti menguji fosil di Penn State dan mengonfirmasi usia fosil. Di dalam biji, bibit telah diganti dengan besi dan dinding rekristalisasi. Bila umat manusia mengetahui sumber asli mereka, manusia bisa memanfaatkan buah tersebut dengan lebih baik. Sebelum ini, arkeolog tertua mencatat buah peach berusia 8.000 tahun. Hal ini memicu pemikiran buah peach berasal dari China dan fosil yang ditemukan saat ini mendukung ide tersebut. Evolusi buah peach sedikit dimengerti dan dengan adanya fosil tersebut bisa memberikan wawasan baru tentang sejarah misterius buah yang masih dinikmati hingga saat ini.

7. Makam Etruscan dan Makam Pangeran Celtic

Makam Etruscan dan Makam Pangeran Celtic
Makam lain yang ditemukan sepanjang 2015 adalah makam Etruscan. Kuburan yang berusia 2.300 tahun itu mengungkapkan, sebuah ruang persegi panjang 16 meter persegi dengan dua sarkofagus, empat guci marmer halus terpadat, dan berbagai barang kuburan. Makam seorang Pangeran Celtic penuh artefak Yunani dan Etruscan kuno ini berada di zona bisnis pinggiran Lavau di wilayah Champagne Perancis. Pangeran itu diduga dimakamkan bersama keretanya di pusat gundukan besar, 130 kaki (40 meter) pada abad 5 semebelum masehi. Juga ditemukan kuali perunggu besar berhias untuk menyimpan anggur. Benda kuno ini memiliki empat hiasan menggambarkan dewa Yunani Acheloos (kanan atas). Juga ditemukan kendi anggur keramik yang dibuat oleh orang-orang Yunani (kanan bawah). Yang paling menarik menemukan, katanya, adalah penemuan kuali perunggu besar berhias untuk menyimpan cairan anggur. Tampaknya benda itu merupakan hasil kerajinan para perajin Etruscan, sebuah wilayah yang saat ini menjadi bagian Italia.

8. Arca

Arca
Arkeolog Bilblical membuat temuan besar karena mereka memecahkan salah satu misteri Yerusalem, lokasi banteng Alkitab Yunani yang dikenal sebagai Arca. Dibangun oleh Raja Yunani Antiochus IV lebih dari 2.000 tahun lalu, disebutkan dalam sumber-sumber Alkitab Yahudi dan benteng telah dicari selama lebih dari 100 tahun.

9. Mumi Uskup Terkemuka Eropa Berusia Ratusan Tahun

Mumi Uskup Terkemuka Eropa Berusia Ratusan Tahun
Mumi seorang Uskup dipamerkan pada museum sejarah Universitas Lund di Swedia. Mumi yang diperkirakan dari abad 17 ini masih terlihat utuh dengan rambut dan jenggot diwajahnya. Sarung tangan milik Uskup yang disimpan di museum sejarah Universitas Lund di Swedia. Ia diduga merupakan Uskup Winstrup yang menjadi pemimpin gereja paling berpengaruh di Eropa. Pengunjung yang hadir untuk melihat koleksi yang ada di museum sejarah Universitas Lund di Swedia. Selain Tubuh utuh dari Uskup pihak museum juga memamerkan sarung tangan dan bantal yang dipakai Uskup. Peneliti melakukan CT scan menggunakan X-ray untuk mempelajari mumi Uskup Winstrup yang menjadi pemimpin gereja paling berpengaruh di Eropa.

10. Kerangka Berkalung Arit, Kuburan Vampir Abad ke-17

Kerangka Berkalung Arit, Kuburan Vampir Abad ke-17
Kebangkitan paganisme– pemujaan terhadap benda-benda- di masa lalu, telah membawa kepercayaan terhadap setan menjadi ketakutan tersendiri bagi masyarakat awal-modern. Namun, sebuah komunitas Polandia kuno menemukan cara untuk mengatasinya. Salah satu cara agar setan tak bangkit kembali adalah mengubur mayat dengan benda tajam, seperti sabit besi melengkung yang dikalungkan di tenggorokan atau pinggul dari tubuh orang mati. Menurut kepercayaan Polandia kuno, dijamin bahwa jika orang mati itu bangkit kembali, mereka tidak bisa berjalan jauh. Hal itu ditemukan di lima kuburan yang telah digali oleh para arkeolog. Kuburan dari abad ke-17 ditemukan di pemakaman Drawsko, Polandia. Dalam situs itu itu, ditemukan empat kerangka yang dikuburkan dengan arit yang dikaitkan dengan tombak di sisi kanan kirinya, tepat di tenggorokan. Sementara, kuburan kelima, sebuah sabit menempel di panggul. Para peneliti, Marek Polcyn dan Elżbieta Gajda, mengemukakan praktik penguburan tersebut sering dipandang sebagai tindakan ‘anti-vampir,’ atau dapat dikatakan lokasi itu adalah makam para ‘vampir’. Namun, mereka mengabaikan istilah ‘makam vampir’ untuk membuka diskusi untuk termasuk cakupan luas dari kepercayaan masyarakat kuno akan setan. Selain itu, bisa jadi sebuah ritual yang dirancang untuk melawan ilmu hitam dan sihir. Lima kerangka dengan arit di tubuhnya yang ditemukan di antara 250 makam tidak ada bedanya dengan kerangka lain. Mereka dalam kondisi baik. Kerangka itu dikuburkan dengan cara seragam. Kepala mereka dikelilingi dengan koin-koin tembaga.

Alam, dalam perjalanan waktunya memang meninggalkan berbagai macam misteri yang menantang para generasi berikutnya untuk terus berfikir dan menemukan jawaban dari setiap misteri yang ditinggalkannya. Penemuan-penemuan masa lalu ini memang menakjubkan dan memberikan pelajaran berharga bagi generasi-generasi selanjutnya.