Sederet Komentar Pedas Donald Trump Yang Kontroversial Dan Membuat Geram Publik Dunia

Donald John Trump, lahir 14 Juni 1946, adalah seorang pengusaha konglomerat sukses. Bisnisnya mencakup bidang properti, media dan terutama entertainment, lewat unit usahanya Trump Entertainment Resorts. Untuk membuktikan keberhasilannya, tahun 2001 sang bilyuner dolar itu membangun gedung Trump World Tower bertingkat 72 di New York, tepat diseberang kantor pusat PBB. Donald Trump dikenal oleh publik Amerika Serikat sebagai sosok yang penuh kontroversial. Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik itu memang tampaknya menyukai kontroversi dan sorotan publik. Pernyataan-pernyataan pengusaha properti itu di media massa selalu bombastis, rasis, seringkali absurd, dan mengundang kecaman.
Berikut beberapa kasus perseteruan Donald Trump dan sederet komentarnya yang pedas dan kontroversial.

1. Trump sebut Islam sumber kekacauan dunia
Bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pernyataan yang mengejutkan soal umat muslim. Sebelumnya, dia pernah mengkritik Islam sebagai biang kekacauan di dunia. Pernyataan yang kini lebih positif buat umat Islam itu disampaikan Trump saat diwawancarai reporter berita, Jake Tapper,(20/9/2015), lalu. Dia mengatakan punya beberapa sahabat beragama Islam dan hubungan mereka baik-baik saja. Trump kembali ditanya oleh Tapper mengenai kata-katanya empat tahun lalu menyudutkan penganut Islam. Kala itu, dia mengatakan orang yang menghancurkan Gedung WTC, serta membuat kekacauan di banyak negara sama-sama orang Islam. Ketika ditanya kembali maksud pernyataannya soal kekacauan dan Islam, Trump meluruskan intinya masalah radikalisme muslim yang wajib dilawan.

2. Trump sebut dia akan menutup masjid-masjid
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Amerika bulan lalu Donald Trump mengatakan dia akan menutup masjid-masjid di Amerika Serikat jika terjadi serangan teror. “Tak seorang pun ingin mengatakan ini, tak seorang pun ingin menutup bangunan ibadah keagamaa, tapi Anda tahu, Anda paham. Banyak orang akan mengerti. Kita tidak punya pilihan,” ujar bakal calon presiden Amerika dari Partai Republik itu, seperti dilansir situs online, akhir November lalu. Pernyataan kontroversial Trump itu dia sampaikan untuk menanggapi serangan Teror Paris yang menewaskan 129 orang pada 13 November lalu.

3. Donald Trump Melarang Umat Muslim Datang Ke Amerika
Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, menyatakan selama periode tidak terbatas, orang beragam Islam harus dilarang memasuki negaranya. Trump menegaskan seandainya terpilih dalam pemilu tahun depan, dia serius menghentikan orang Islam untuk dapat masuk ke Negeri Paman Sam. Pelarangan itu, menurutnya, harus dilakukan dari pintu imigrasi darat, laut, maupun udara.

4. Trump bilang warga muslim harus pakai ID khusus
Donald Trump menyatakan dia akan menerapkan aturan warga muslim harus memakai identitas khusus di Amerika Serikat. “Saya akan menerapkan itu. Tentu saja,” ujar Trump dalam kampanyenya di Newton, Iowa. “Harusnya ada banyak cara untuk melakukan itu, selain mendata warga,” ujar bakal capres AS tersebut.

5. Menghina Seorang Wanita Pembawa Acara Televisi News
Lagi, Donald Trump memicu kontroversi. Kali ini komentarnya dinilai mendiskriminasi jenis kelamin tertentu (seksis). Dia dianggap menyebut perempuan penyiar televisi berita sedang ‘berdarah’ sehingga bersikap kasar. Wanita tersebut adalah Megyn Marie Kelly, seorang penyiar televisi yang dihina oleh Donald Trump 8 Agustus lalu dalam sebuah acara Debat calon Presiden. “Anda sudah memanggil wanita yang Anda tidak sukai dengan julukan babi gemuk, anjing, dan hewan menjijikkan”, kata Kelly. Ia menanyakan apakah perilaku semacam itu mencerminkan seorang pria yang harus dipilih sebagai presiden. Hari berganti, miliader AS itu mengomentari Kelly lewat siaran televisi. Dia menyatakan kehilangan rasa hormat kepada Kelly. Donald Trump kembali membuat pernyataan dengan mengatakan bahwa Kelly sedang Menstrubasi. “Anda dapat melihat, ada darah keluar dari matanya, darah keluar dari dia (Kelly) di manapun,” ucap Trump.

6. Donald Trump Sebut Imigran Meksiko Para Pemerkosa
iliader terkenal asal Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali membuat warga Meksiko marah dengan komentar pedasnya mengenai imigran Meksiko yang menetap di AS. Menurutnya, warga Meksiko merupakan pelaku kekerasan terhadap orang Amerika. Komentar pedas itu terlontar oleh Trump ketika berpidato dalam acara Pertemuan Libertarian di Kota Las Vegas, yang sekaligus menjadi agenda kampanye untuk Pilpres AS 2016. Pria 69 tahun itu menambahkan, para imigran Meksiko itu dapat mendatangkan malapetaka bagi populasi warga AS. Trump juga menuding para imigran dari Meksiko membawa narkoba dan merupakan pelaku pemerkosaan melintasi perbatasan yang telah memicu kemarahan warga Amerika Selatan keturunan AS dan Komunitas Hispanik di negara tersebut.

7. Mencela Wajah Kandidat Calon Presiden Carly Fiorina Saat Debat Kedua Calon Presiden
“Lihat mukanya! Ada gitu yang mau milih dia sebagai presiden? Bayangkan muka kayak gitu jadi presiden AS? “, ejek Trump saat debat kedua GOP 9 September 2015.

8. Trump Dikecam karena Menjadikan Reporter Cacat sebagai Guyonan
Calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menuai kritikan pedas. Kali ini, Trump menjadikan seorang wartawan yang menderita cacat tulang bawaan sebagai bahan guyonannya. Berbicara dalam kampanyenya, Trump melambaikan tangannya, tetapi dengan posisi pergelangan tangan yang aneh sambil menyebut nama wartawan harian setempat tersebut. Kovalevski menderita arthrogryposis, yaitu cacat bawaan lahir yang ditandai dengan sendi kaku dan kontraksi abnormal dari otot-otot di seluruh tubuh. Juru bicara harian terkemuka Amerika itu dalam pernyataan resmi mengecam keras dan tidak menyangka taipan real estate itu menjadikan reporter sebagai bahan leluconnya.

9. Cegah ISIS, Donald Trump Malah Ingin Musnahkan Internet
Donald Trump bisa dibilang menjadi salah satu tokoh yang menuai kontroversi paling banyak pada tahun ini. Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari partai Republik tersebut berencana untuk menghapus internet dari muka bumi. Ia pun berniat untuk meminta bantuan Bill Gates, founder Microsoft. Alasannya, dijelaskan Trump, karena internet dijadikan sebagai sarana bagi ISIS untuk merekrut masyarakat AS. Ia berdalih, banyak masyarakat AS ‘hilang’ karena internet. Maka dari itu, ia meminta sosok yang mengerti ranah teknologi seperti Bill Gates untuk menutup portal dunia maya untuk selamanya. Pernyataan Trump justru mendapat cibiran dari berbagai pihak. Banyak yang menilai bahwa pola pikir Trump tidak mengerti soal bagaimana internet bekerja dan berfungsi sebagaimana mestinya sebagai wadah pendukung informasi.

10. Mencela Gaya Rambut Terbaru Hillary Clinton
Calon kandidat presiden lainya kembali kena celaan empuk Donald Trump. Kali ini sasarannya adalah Hillary Clinton, capres dari Partai Demokrat. Penampilan Hillary dengan model rambut barunya membuat Trump sedikit terprovokasi. “Biar saya bilang, perubahan itu membuatku terkejut. Karena mungkin dia pakai wig, tapi itu sungguh model rambut yang masif. Rambutnya benar-benar tidak bagus, ujar Trump yang rambutnya sendiri telah menjadi sasaran olok-olokkan selama ini, seperti dilansir dari berita setempat November 2015.

11. Donald Trump Sindir Hillary Clinton dengan Kalimat Vulgar
Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, kembali menuai kecaman. Kali ini Trump dikecam sebagai sexist karena menggunakan kata vulgar untuk menyerang kandidat Partai Demokrat, Hillary Clinton. Dalam komentarnya baru-baru ini saat kampanye di Grand Rapids, Michigan, Trump mengkritik Hillary yang kalah dari konvensi capres Partai Demokrat tahun 2008 lalu. Saat itu, Hillary kalah dari Barack Obama yang kemudian terpilih menjadi presiden AS. “Dia diunggulkan untuk menang, dan dia dihabisi. Dia kalah, maksud saya dia kalah,”ucap Trump, dengan menggunakan istilah slang Yahudi ‘schlonged’ yang berarti alat kelamin pria.

12. Perseteruan Donald Trump dan Pangeran Saudi di Twitter Makin Seru
Seruan Donald Trump untuk melarang umat Muslim memasuki Amerika Serikat (AS) berbuntut panjang dan tak kunjung berhenti. Kali ini Pangeran Arab Saudi, Alwaleed bin Talal yang buka suara perihal seruan kontroversial tersebut. Pangeran Alwaleed berkicau di akun media sosialnya. Ia meminta Trump untuk mundur saja dari bursa capres AS karena dia tidak akan menang. “Kamu memalukan, bukan hanya bagi Partai Republik tetapi juga untuk seluruh Amerika,” kicau Pangeran yang merupakan orang Arab terkaya di Timur Tengah.

13. Mengkritik Pemerintahan Barack Obama Sebagai Presiden AS
Calon presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) 2016, Donald  Trump, kembali membuat kritikan pedas pada Pemerintah Presiden Barack Obama. Capres dari Partai Republik ini blak-blakan mengakui bahwa negaranya sudah kalah dengan ISIS. ”Negara kita tidak menang lagi. Kami digunakan untuk menang, (tapi) kami tidak menang lagi. Kami kehilangan pada aspek perdagangan. Kami kalah dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah),” kata Donald Trump dalam debat Capres AS dari Partai Republik hari Rabu waktu AS.

Sebagai calon pemimpin seharusnya mencermikan sikap yang baik dan santun. Menghargai satu sama lain dan tidak mendiskriminasi ras lain. Jika, kita menghargai orang lain pasti kita juga akan dihargai orang lain.