7 Hal Terkait Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Indonesia, Yang Mencapai 174 Negara

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus terpuruk. Terdapat beberapa cara untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Salah satunya dengan memperkuat sektor pariwisata. Dengan pembebasan visa diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Berikut hal terkait mengenai kebijakan bebas visa Indonesia :

1. Langkah pemerintah atas kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK)  adalah untuk menggenjot sektor pariwisata di Indonesia. Kementerian Pariwisata sendiri menargetkan wisatawan asing bisa melonjak menjadi 15 juta pada 2016 nanti, dan 20 juta hingga 2019 nanti.

2. Berbagai cara dilakukan untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara termasuk pemberlakuan Bebas Visa Kunjungan (BVK). Selain kebijakan tersebut langkah lain yakni mulai dari promosi, pembenahan daerah dan objek wisata seperti Bali, Yogyakarta, Danau Toba, Batam, Bromo, Kepulauan seribu, dan masih banyak lagi. Serta membenahi lima bandara Internasional yang ada di Indonesia yakni Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Seokarno-Hatta Jakarta, Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Kualanamu Medan dan dan Bandara Juanda Surabaya. Dan empat pelabuhan penumpang utama yaitu Pelabuhan Batam Center, Pelabuhan Kupang, Pelabuhan Tanjung Uban, dan Pelabuhan Sri Bintan Pura. Semua pembenahan tersebut untuk mengantisipasi meluapnya wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Indonesia.

3. Pemerintah telah mengeluarkan fasilitas bebas visa atas 174 negara. Namun Indonesia sendiri tidak mendapatkan fasilitas bebas visa dinegara Рnegara tersebut. Namun menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli hal tersebut justru menguntungkan karena tidak menguras devisa negara. Rizal Ramli berjanji akan memperjuangkan asas resiprokal pembebasan visa untuk Indonesia ke berbagai negara di belahan dunia setelah  pendapatan per kapita masyarakat Indonesia sudah mencapai US$ 15 ribu.

4. Brazil telah berikan bebas visa karena hubungan diplomatik Indonesia dengan pemerintah Brazil sudah membaik. Sebelumnya ada masalah akibat hukuman mati warga negara Brazil di Indonesia, kemudian Brazil menarik Duta Besarnya dan Indonesia juga melakukan hal yang sama. Namun, sekarang hubungannya sudah baik, Dubes Indonesia telah diterima lagi oleh Presiden Brazil.

5. Pemerintah memberikan fasilitas Bebas Visa Kunjungan kepada Australia seperti halnya Brazil meskipun tidak ada asas resiprokal mengingat ada kesulitan pembebasan visa bagi turis dari pemerintah Australia. Sebelumnya hubungan diplomatik antara pemerintah Indonesia dengan Australia sempat menegang saat kasus hukuman mati yang dijatuhkan pemerintah bagi warga negara Australia di Tanah Air. Mengenai kebijakan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli telah bertemu dengan Menteri Imigrasi, Menteri Perdagangan dan Dubes Australia guna membahas kebijakan bebas visa kunjungan tersebut dengan memberikan 3 permintaan Indonesia yaitu pertama, supaya diberikan visa jangka panjang bagi pejabat-pejabat Indonesia di atas level Direktur. Kedua, mempermudah fasilitas visa di kalangan bisnis dan ketiga, pemerintah Indonesia ingin Australia melakukan pengetatan terhadap perdagangan narkoba. Setelah melalui pembahasan pemerintah Indonesia dan Australia sepakat atas hal tersebut. Dalam waktu dekat, Rizal akan kembali mengundang Dubes Australia untuk menegaskan lagi tiga permintaan tersebut.

6. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli secara tegas mengumumkan, telah mencoret Israel dan 10 negara lain sebagai penerima Bebas Visa Kunjungan (BVK) dari Indonesia. Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan, karena negara-negara ini masuk dalam kategori khusus. karena negara-negara tersebut terlibat aktif perdagangan narkoba dan negara pengekspor ideologi, seperti organisasi ISIS dan lainnya.

7. China mempunyai rentetan masalah seperti marak kasus ekspor narkoba, dan kejahatan dunia maya (cyber crime). Namun China tetap diberikan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (KVK). Mengenai kebijakan tersebut pemerintah akan memanggil Duta Besar (Dubes) China, Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Imigrasi untuk memonitoring membahas kerjasama menghindari peredaran narkoba di kedua negara.

Pemberian bebas visa sangat efektif dalam mendorong wisatawan mancanegara (wisman) untuk masuk ke Indonesia. Hal tersebut akan menguntungkan karena mendatangkan penerimaan bagi negara. Namun semua solusi yang diambil pasti ada resikonya sehingga pemerintah harus memperkuat keamanan negara.