6 Kasus Tertangkapnya Awak Maskapai Penerbangan Karena Narkoba Di Indonesia

Seks bebas, narkoba dan alkohol kini sudah menguasai dunia penerbangan Indonesia. Seperti kabar terbaru yang kini sedang ramai diperbincangkan masyarakat, seorang pilot, pramugari dan pramugara ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten karena ketahuan nyabu. Penangkapan ini menambah panjang daftar oknum maskapai yang tertangkap menyalahgunakan narkotika. Berikut kasus penangkapan awak maskapai karena narkoba lainnya:

1. Pada Desember 2015
Tiga kru pesawat salah satu penerbangan swasta nasional ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten. Diduga ketiganya tengah berpesta sabu. Mereka ditangkap bersamaan di sebuah apartemen di wilayah Tangerang Selatan. Tiga kru pesawat yang ditangkap itu adalah seorang kopilot, pramugari, dan pramugara. Dalam operasi tersebut, turut diamankan seorang ibu rumah tangga berinisial NM (33) karena terbukti mengonsumsi sabu. Atas perbuatannya, keempat tersangka akan dikenai Pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

2. Pada Agustus 2013
Kopilot Garuda Indonesia terindikasi menggunakan narkoba setelah Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan melakukan tes urine di Bandar Udara Internasional Hasanuddin, Makassar, pada Agustus 2013. Pemeriksaan digelar terkait kelancaran dan keselamatan penerbangan selama Lebaran. Ketua BNNP Sulawesi Selatan Richard M Nainggolan mengaku, ada satu pilot maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Namun nama pilot itu tidak diutarakan dengan alasan etika. BNNP Sulsel melakukan tes urine terhadap 10 pasang pilot dan kopilot dari maskapai penerbangan dengan rute ke Makassar. Sejumlah pilot dan kopilot dari maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya, Merpati Nusantara Airlines, Trans Nusa, Wings Air, dan Ekspres Air, dites oleh petugas BNNP yang terbagi dalam 4 kelompok.

3. Pada Februari 2012
Pilot Lion Air, Syaiful Salam tertangkap BNN di Hotel Garden Palace, Surabaya, pada 4 Februari 2012 dini hari. Ia tertangkap basah sedang mengisap sabu di kamar Hotel Garden Palace Surabaya, Jawa Timur saat sedang bermain kartu bersama 3 pilot lainnya. Dari tangannya, petugas menyita satu paket sabu seberat 0,4 gram yang sudah dikemas siap pakai. Dari hasil tes urine, ia terbukti positif sedangkan 3 pilot lainnya negatif. Penangkapan ini adalah pengembangan dari kasus di Makassar pada Januari 2012. Satu hal yang disoroti dari kasus ini karena SS dijadwalkan menerbangkan pesawat tujuan Surabaya-Ujung Pandang-Balikpapan-Surabaya pada 06.00 WIB di hari yang sama.

4. Pada Januari 2012
BNN menangkap pilot Lion Air Hanum Adhyaksa di kamar karaoke hotel Grand Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan. Hanum tertangkap bersama 3 teman wanita dan seorang kontraktor. Dari saku Hanum, petugas menemukan satu kantong plastik sabu 0,9 gram. Saat menyergap Hanum Cs, Petugas BNN menemukan plastik pembungkus sabu di atas meja. Selain itu ditemukan juga tiga alat isap sabu, satu disimpan di tempat kacamata. Sang pilot berada dalam kamar yang ada di ruangan itu, bersama seorang perempuan. Sebelumnya, Benny mengungkapkan penangkapan Hanum berawal dari informasi masyarakat tiga bulan lalu (Oktober) yang menyebutkan ada sejumlah pilot menggunakan sabu‑sabu. Awal Desember BNN menemukan kebenaran informasi tersebut benar. Petugas dapat mengindentifikasi seorang pilot Lion Air bernama Hanum Adhyaksa menggunakan sabu.

5. Pada pertengahan 2011
pilot Lion Air bernama Muhammad Nasri tertangkap basah tengah berpesta sabu bersama rekannya yang merupakan kopilot, Husni Thamrin dan Imron. Ketiganya dibekuk di Apartemen The Colour, Modernland, Kota Tangerang atas kepemilikan dan penggunaan narkotika jenis sabu dan 4 butir ekstasi. Di persidangan, Nasri mengaku sering mengonsumsi narkotika saat melaksanakan tugas di udara.

6. Pada 6 April 2011,
Awak kabin Lion Air, Winnie Raditya ditangkap karena kedapatan menyimpan sabu di pakaian dalamnya. Winnie ditangkap di tempat kosnya di kawasan Karet, Tanah Abang oleh Polres Jakarta Pusat. Saat digerebek pada 6 April 2011, perempuan lajang berusia 23 itu gugup. Winnie memasukan satu paket sabu-sabu ke dalam BH-nya. Winnie mengaku sabu itu ia pakai sejak 2007 untuk penambah semangat kerja dan stamina.

Kepala Badan Nasional Anti Narkotika (BNN) Benny Mamoto mengatakan bahwa banyak pilot yang memiliki uang kemungkinan besar menjadi pengguna obat-obatan terlarang. Para pilot menjadikan shabu-shabu sebagai bagian dari gaya hidup mereka. BNN akan menelusuri jaringan narkotika di kalangan pilot, baik pemakai maupun pemasok narkotika ke kelompok pilot. Karena kasus ini, bahkan media massa asing kini mulai menyoroti penggunaan narkotika dan bahan berbahaya (narkoba) di kalangan pilot Indonesia.