6 Fakta Unik Terkait Hari Ibu 22 Desember Di Indonesia

Kata “Ibu” adalah kata yang sangat akrab ditelinga kita. Ibu adalah seseorang yang sangat dekat dengan kita. Seorang Ibu mampu mengajari anaknya berbagai macam hal tanpa harus mendapatkan gelar. Tata krama, sopan santu, budi pekerti semua itu didapat dari peran seorang Ibu. Ibu adalah perempuan hebat yang perannya mampu memberikan perubahan dan kemajuan terhadap suatu bangsa. Untuk menghargai peran seorang Ibu maka pada 22 Desember di peringati sebagai Hari Ibu. Peringatan ke-87 Hari Ibu tahun 2015 mengusung tema “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak”. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk mengucap syukur dan berterima kasih kepada para perempuan yang telah berperan membangun moral bangsa. Berikut fakta unik terkait Hari Ibu :

1. Munculnya Hari Ibu berawal dari adanya budaya masyarakat Yunani Kuno dimana perayaan tersebut diadakan khusus untuk Rhea. Perayaan ini adalah sebuah perayaan yang selalu dilakukan di musim semi untuk menghormati dan memperingati kasih sayang yang diberikan oleh Rhea yang merupakan Ibu dari para dewa. Hal ini tentunya membuat negara lain semakin berkembang dan menjadikan Hari Ibu untuk memperingati serta mengenang jasa dan pengabdian seorang Ibu.

2. Peringatan Hari Ibu di belahan dunia berbeda – beda. Seperti halnya Indonesia yang memperingati Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember. Namun dinegara lain seperti negara Amerika, Australia, Jerman, Italia, Belanda, dan sebagian negara Asia setiap pekan kedua di bulan Mei diperingati sebagai Hari Ibu. Sedangkan di sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah, peringatan Hari Ibu jatuh setiap tanggal 8 Maret. Dan di Thailand peringatan Hari Ibu setiap tanggal 12 Agustus.

3. Hari Ibu di Indonesia 22 Desember diawali dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para Ibu yang telah melahirkan kita ke dunia. Mengingat pentingnya makna Hari Ibu tersebut adapun penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Dan Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional. Penetapan Hari Ibu di Indonesia juga diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

4. Peringatan Hari Ibu adalah Hari yang bertujuan untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan untuk bisa maju. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan wanita dapat memperbaiki kualitas bangsa. Hari Ibu di Indonesia diadakan berkaitan dengan semangat perjuangan sang wanita yang bisa memberikan kesempatan bagi wanita untuk berpendapat dan juga menunjukkan semangatnya. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama.

5. Pada kongres yang diadakan di Bandung pada tahun 1952, Ibu Sri Mangunsarkoro mengusulkan untuk dibangun sebuah monumen untuk memperingati kongres pertama tersebut. Pada tanggal 20 Mei 1956 dibangunlah Balai Srikandi yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh menteri wanita pertama di Indonesia, Maria Ulfah. Kemudian seluruh kompleks bangunan pun dibangun dan akhirnya diresmikan oleh Presiden Suharto menjadi kompleks gedung Mandala Bhakti Wanitatama pada tanggal 22 Desember 1983 di Yogyakarta. Museum yang terletak di Balai Srikandi menyimpan berbagai koleksi benda-benda yang digunakan saat kongres waktu itu serta diorama.

6. Kegiatan Memperingati Hari Ibu 22 Desember pada jaman dahulu, kegiatan yang bisa dilakukan hanya dengan mengadakan rapat diantara para pemimpin dan juga para tokoh wanita. Rapat tersebut bertujuan untuk menyatukan pemikiran dan semangat berjuang menuju kemerdekaan serta memperbaiki nasib kaum perempuan. Namun berbeda dengan peringatan jaman sekarang ini dimana pada tahun 2015 ini merupakan peringatan Hari Ibu Ke-87. Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KPPPA) beserta Kementerian Terkait dan seluruh Organisasi Wanita se-Indonesia menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk menyambutnya dengan Tema “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak”. Kegiatan yang dilakukan yakni nonton bareng Film “Air Mata Surga”,dan Sejumlah Lomba yang berhubungan dengan tema tersebut. Selain KOWANI dan KPPPA masyarakat luas juga memperingati Hari Ibu dengan berbagai macam kegiatan seperti mengganti peran Ibu di rumah dalam seHari, memberi ucapan dan kado atau kejutan kepada Ibu, makan bersama dan menghabiskan waktu bersama, bakti sosial, dan berbagai macam perlombaan yang diadakan. Selain itu melakukan ziarah ke makam pahlawan dan Ibu yang telah meninggal juga sangat penting guna mengenang jasa – jasanya.

Peringatan Hari Ibu bukan hanya sekedar seremonial semata, melainkan kasih sayang, berbakti, dan rasa bangga terhadap orang tua khususnya Ibu harus diterapkan dimanapun dan sampai kapanpun.