7 Hal Menarik Terkait Ajang Miss World 2015 Di China

Ajang Miss World 2015 baru saja selesai digelar di Sanya, China, Sabtu (19/12) beberapa saat lalu waktu setempat. Dalam final Miss World 2015 ini, Mireia Lalaguna Royo dari Spanyol keluar sebagai juara pertama, dan Sofia Nikitchuk dari Rusia, menjadi juara kedua. Dan Maria Harfanti dari Indonesia, menjadi juara ketiga. Berikut hal menarik terkait ajang Miss Word 2015 :

1. Tidak ada ronde bikini
Pada Miss World 2015, panitia mencabut kontes bikini setelah banyak menuai pertentangan selama beberapa dekade. ”Saya tidak perlu melihat para kontestan memakai pakaian renang. Itu tidak ada gunanya karena kami lebih melihat wawasan mereka,” kata President Miss World Organization Julia Morley. Ronde ini selama bertahun-tahun dianggap cuma mengomersialisasi wanita dan tubuhnya untuk kesenangan para penonton pria.

2. Kontroversi Penolakan Miss Kanada Mengikuti Miss World 2015
Anastasia Lin, Miss Kanada kelahiran China mendapat larangan masuk ke China meski sebagai perwakilan Kanada karena dianggap pandangan kerasnya terhadap pemerintah China dan masalah hak asasi manusia di negeri tirai bambu itu. Khususnya akan penanganan pemerintah China terhadap para pemeluk agama minoritas seperti Falun Gong. Anastasia Lin sebelumnya berharap bisa mewakili Kanada untuk mengikuti Miss World tahun ini. Anastasia Lin mengatakan dirinya memang tidak mengantungi undangan untuk menghadiri acara tersebut. Tanpa surat itu Lin tidak dapat mengajukan permohonan visa. Lalu karena acara pembukaan berlangsung pada Senin (23/11), ia bisa kehilangan kesempatan. Sejumlah kontestan lainnya sudah menerima surat mereka pada akhir Oktober. Dia berupaya ke Sanya melalui Hong Kong seperti layaknya wisatawan Kanada yang mengajukan visa on arrival. Aktris kelahiran Cina berusia 25 tahun ini menduga bahwa dirinya ditolak untuk bersaing dalam kompetisi Miss World tahun ini karena ia berpidato soal pelanggaran hak asasi manusia di Cina. Anastasia Lin menggunakan kesempatan penobatannya sebagai ratu kecantikan Canada pada Mei lalu untuk menyuarakan hak asasi manusia dan kebebasan beragama. Dia memusatkan perhatiannya membela Falun Gong, sebuah kelompok spiritual yang dianggap sebagai aliran sesat oleh pemerintah Cina. Karena itu, ayahnya yang masih tinggal di Tiongkok akhirnya mendapat tekanan dari personil keamanan Partai Komunis Tiongkok (PKT). Undang-undang Cina mengizinkan penangkapan orang yang dicurigai mendukung gerakan keagamaan yang tidak disahkan oleh negara.

3. Miss Jamaika, putri kecantikan dengan rambut gimbal pertama kali.
Sanneta Myrie (24), seorang dokter muda yang mewakili Jamaika di kontes kecantikan Miss World 2015 yang telah sukses terhelat di Sanya, China. Kehadiran Myrie di ajang Miss World memberikan warna dan kesegaran tersendiri, terkait dengan gaya rambut gimbalnya unik. Myrie, bisa dibilang merupakan kontestan pertama Miss World yang percaya diri berkompetisi dengan gaya rambut gimbal. Lahir dan tumbuh di Jamaika, praktis membuat nasionalis serta rasa bangga yang mendalam pada Myrie. Konsistensinya pada gaya dan budaya Jamaika justru membuat Myrie bersinar dan populer selama menjalani karantina Miss World 2015.

4. Indonesia Ukir Sejarah di Miss World 2015
Indonesia mengukir sejarah pada ajang Miss World 2015. Maria Harfanti, wakil Indonesia, berhasil menyabet peringkat ketiga pada ajang kecantikan yang digelar di Beauty Crown Hotel Complex, Sanya, China. Prestasi Maria Harfanti ini tidak lepas dari kemenangan dia pada babak Beauty with a Purpose. Persaingan untuk masuk dalam tiga besar Miss World kali ini memang tidak mudah. Maria memenangi babak Beauty with a Purpose setelah dianggap sukses membagikan air bersih kepada masyarakat di Kampung Kamancing, Desa TanjungJaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten. Maria bisa berbagi dengan sesama dan menjangkau komunitas yang membutuhkan dengan inisiatifnya mengadakan air bersih untuk kota-kota dan desa-desa di Indonesia yang sudah dilakukannya menjadikan Maria pemenang Beauty with a Purpose.

5. Peraih Mahkota Miss World 2015
Setelah melalui proses panjang akhirnya Miss Spanyol, Mireia Lalaguna Royo keluar sebagai pemenang Miss World 2015. Kemenangan Mireia Lalaguna Royo merupakan yang pertama kali bagi kontestan asal Spanyol dalam kompetisi Miss World. Dengan pesona dan kecerdasannya, Mireia mampu menyingkirkan lebih dari seratus wanita cantik dari sejumlah negara di dunia. Menurutnya, Miss World bukan sekedar ajang kecantikan biasa melainkan menjadi wadah bagi para wanita di dunia untuk menunjukkan bahwa kecantikan tak hanya dari luar tapi juga dari dalam. Mireia mewakili negaranya, Spanyol di ajang Miss World 2015 ini usai terpilih menjadi Miss Spain pada Oktober 2015 lalu. Dengan dinobatkannya Mireia sebagai Miss World 2015 ini menandakan kemenangan pertama Spanyol dalam sejarah kontes kecantikan dunia tersebut.

6. Keunikan Segmen Dance of the World.
Di segmen ini, para kontestan akan menampilkan beragam tarian khas dari negeri asal masing-masing. Mereka pun tampil menarik dengan kostum nasional dari negeri masing-masing. Sekian Banyak di antaranya bahkan mempunyai kostum unik dan penuh makna. Kostum kontestan Guyana, Lisa Punch di desain oleh perancang lokal bernama Roger Gary. Kostum tersebut menggambarkan budaya dari negaranya yang terdiri dari enam etnik. Keenamnya yakni India, Afrika, Eropa, Portugis, Indian Amerika, dan Amerika Latin. Dengan kostum tersebut, Lisa bakal menampilkan tarian khas Ghanaian. Tarian ini terinspirasi dari kakek dan neneknya yang disaat itu diboyong ke Guyana sebagai budak. Kemudiaan kontestan asal Brasil, Catharina Choi Nunes, menampilkan kostum nasional dengan rancangan yang unik. Baju bersama warna mencolok itu dihiasi bulu-bulu jelita. Kostum tersebut menggambarkan burung-burung yang ada di Brasil. Serta Chantel O’Brian dari Bahama tampil dengan kostum boneka jerami yang menggambarkan semangat dan keceriaan warga Bahama. Kostum tersebut juga menggambarkan etika beberapa orang Bahama yang suka bersama jerami, seperti sepatu, topi, dan segala sesuatu yang dibuat dengan jerami. Meskipun begitu, kostum yang dimanfaatkan Chantel pula dipercantik bersama hiasan bunga, kerang, dan kain goni yang berikan kesan sangat bergelombang.

7. Kontroversi kematian Miss Austria.
Kabar duka muncul dua bulan sebelum ajang Miss World 2015 digelar. Ena Kadic (26), Miss Austria mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya pada Oktober lalu. Dikatakan Ena meninggal saat jogging turun gunung. Ada yang menyebut Ena sebenarnya bunuh diri. Namun kedua orang tuanya tidak mau mempercayai kabar tersebut dan masih menunggu hasil final penyelidikan. Kedua orang tuanya mengatakan Ena sedang sangat bahagia ketika akan mengikuti Miss World 2015. Ena jatuh dari lantai observasi di gunung Inssbruck’s Bergisel di Tyrol, Austria yang sebenarnya bukan tempat yang berisiko kecelakaan. Ada saksi yang melihat Ena duduk di pembatas bangunan itu, sehingga ada kecurigaan dia jatuh saat mencoba berselfie dengan ponselnya. Dia meninggal tiga hari kemudian.

Semoga Kontes kecantikan Miss World 2016 mendatang melahirkan orang – orang yang cerdas dan mulia demi kemajuan bangsa dan dunia.