7 Fakta Mengejutkan Yang Mengiringi Kabar Pemecatan Pelatih Kawakan Jose Mourinho

Kabar pemecatan Jose Mourinho telah terdengar sejak Rabu (16/12) pagi, setelah pemilik Chelsea, Roman Abramovich, mengadakan rapat terbatas terkait masa depan Mou. Peluang Mou untuk didepak Chelsea kian besar terutama setelah mereka kalah 1-2 dari Leicester City pekan lalu. Terlebih, ada kecanggungan yang luar biasa karena Roman justru takluk dari skuat Claudio Ranieri, manajer yang ia pecat lebih dari 10 tahun silam. Rapat terbatas ini terbilang mengejutkan karena selama ini dewan direksi Chelsea umumnya selalu mendukung Mou. Masalah internal pun menjadi sorotan. Apa yang membuat Mou mengeluarkan pernyataan seperti itu? Apakah kondisi internal di tubuh Chelsea memang benar-benar sudah parah? Lantas mengapa manajemen tidak segera memecat Mou? Apakah ada klausul yang memberatkan dalam kontrak?. Berikut beberapa fakta dibalik dipecatnya Jose Mourinho.

1. Pemecatan Mourinho, Chelsea: Ada Konflik Manajer-Pemain
Perselisihan antara Mou dan dokter tim pun menjadi mula-mula masalah yang terdengar nyaring di media. Setelah kalah dari Leicester pada pekan lalu, Mou pun menyalahkan anak asuhnya. Ia menganggap dirinya sebagai korban pengkhianatan para pemainnya sendiri. Masalah internal pun menjadi sorotan. Pernyataan Mou yang memang biasanya mengundang kontroversi, tetap saja mengundang pertanyaan. Selain itu, hampir tidak ada satu hal yang luar biasa dari penurunan permainan Chelsea, karena skuat yang dipasang Mou mayoritas merupakan skuat juara musim lalu. Langkah The blues memecat Jose Mourinho jadi suatu surprise, walaupun penampilan The Blues musim ini memanglah tidak sama bila dibanding dengan saat mereka jadi juara Premier League musim 2014/15. Beberapa pihak mengungkapkan, ada yang salah dengan relasi Jose Mourinho sebagai manajer dengan pemain-pemain Chelsea. Emenalo mengatakan pihaknya merasa ada konflik antara Mourinho dan pemain.

2. Chelsea: Pemecatan Mourinho Bukan Salah Pemain
Direktur Teknik Chelsea Michael Emenalo, buka suara mengenai keputusan manajemen klub memecat pelatih Jose Mourinho. Menurut dia, keputusan itu tak ada sangkut pautnya dengan para pemain The Blues. Chelsea musim ini sudah menelan sembilan kekalahan dari 16 pertandingan dan baru empat kali meraih kemenangan. Hasil buruk ini menempatkan The Blues di posisi ke-16 klasemen sementara Premier League berbekal tabungan 15 poin, atau unggul satu angka dari Norwich City yang berada di jurang degradasi. “Para pemain telah mengucurkan darah dan bermain segenap hati bagi klub ini. Mereka semua telah mengikuti instruksi pelatih dengan baik. Ini bukan salah mereka,” ungkap Emenalo. “Tetapi, mereka memiliki kewajiban untuk membuktikan bahwa semua orang salah. Mereka harus memiliki komitmen untuk mengembalikan nama besar klub. Itu yang harus mereka lakukan,” ia menambahkan. Keputusan memecat Mourinho bukanlah keputusan yang mudah, tapi harus diambil untuk menyelamatkan kondisi klub.  “Kontrak baru yang ditandatangani (awal musim ini) adalah bukti bahwa ini bukan keputusan yang sudah direncanakan sebelumnya, Kami merasa ini adalah saat untuk bertindak, pemilik klub ini terpaksa membuat keputusan yang sangat sulit untuk kebaikan klub. Kami hanya satu poin di atas zona degradasi dan itu bukan keadaan yang bagus. Setiap pemain bisa mengerti bahwa klub ini sedang berada dalam masalah dan ada sesuatu yang harus dilakukan”, tuturnya. Chelsea mengumumkan pemecatan Jose Mourinho melalui situs resminya. Kepergian Mourinho disebut sebagai kesepakatan kedua belah pihak”, jelasnya.

3. Dipecat Chelsea, Mourinho Sampaikan Pidato Perpisahan
Jose Mourinho kembali pada arena latihan The Blues Jumat (18/12) untuk mengemukakan salam perpisahan pada beberapa pemainnya. Pelatih berkebangsaan Portugal itu telah dipecat dari jabatannya Kamis (17/12) menyusul penampilan jelek Chelsea. Mourinho yang juga sudah memenangkan delapan gelar bergengsi untuk The Blues, diberi peluang kembali ke arena latihan Cobham. Ia tak kembali melatih, tetapi mengemukakan pidato perpisahan pada tim. Mourinho kembali kenang momen- momen indah pada saat memenangkan Liga Primer serta Piala Liga musim silam. Ia juga mengharapkan yang paling baik untuk beberapa pemain Chelsea serta berterima kasih atas dukungannya tahun silam. Mourinho saat ini memang sedang menghadapi gugatan dari Eva Carniero. Eva menggugat Chelsea dan Mourinho sebagai personal karena telah memberhentikannya sebagai dokter tim. Kemarin, Chelsea dan Mourinho dikabarkan gagal menyerahkan surat pembelaan terhadap tudingan Eva itu. Mereka juga tidak meminta perpanjangan waktu penyerahan kepada pengadilan hubungan kerja London. Dengan begitu, Eva hampir dipastikan akan memenangkan gugatannya. Kisruh ini berawal saat Chelsea bertanding melawan Swansea City pada awal musim kemarin. Saat itu, Eva masuk ke lapangan setelah pemain mereka, Eden Hazard, mengalami cedera dan meminta bantuan tim medis. Tetapi langkah Carniero itu tak disukai Mourinho. Dia menilai Eva terlalu naif sebagai tim dokter Chelsea. Sejak saat itu, Eva pun tak diperbolehkan mendampingi Chelsea di semua pertandingan hingga
akhirnya di pecat.

4. Mourinho Dipecat, Chelsea Cuma Bayar Seperempat Pesangon Mourinho
Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, dikabarkan tak mau membayar penuh pesangon Jose Mourinho sebesar 40 juta pound sterling atau sekitar Rp 833 miliar. Roman dikabarkan hanya mau membayar tak lebih dari 10 juta pound sterling atau sekitar Rp 208 miliar kepada Mou. Laman berita setempat menuliskan, Abramovich sebenarnya tak mau mengeluarkan duit sedikit pun untuk memecat Mourinho. Alasannya, pelatih asal Portugal itu dianggap telah menyalahi kontrak setelah memecat dokter tim Eva Carniero pada awal musim kemarin. Dalam kontraknya, Mourinho memang berhak mendapatkan pesangon 40 juta pound sterling, jika Abramovich memecatnya. Namun, dalam kontrak itu juga dinyatakan klausul 40 juta pound sterling itu bisa dihilangkan, jika pemberhentian itu merupakan kesepakatan kedua belah pihak. Sebagai bentuk balas budi, Abramovich pun akhirnya menyetujui Mourinho akan tetap mendapat bayaran sebesar 250 ribu pound sterling atau sekitar Rp 5,2 miliar per pekan hingga dia mendapatkan pekerjaan baru dengan batasan akumulasi bayaranitu tak lebih dari 10 juta pound sterling.

5. Guus Hiddink Resmi Jadi Suksesor Mourinho
Teka-teki siapa suksesor Jose Mourinho di kursi manajer Chelsea akhirnya terjawab, serta seperti berita yang sudah beredar, Guus Hiddink jadi suksesor The Special One. Roman Abramovich yakini bahwa manajer asal Belanda itu merupakan sosok yang bagi dapat mengusung The Blues kembali bangkit dari keterpurukan. Saat ini, Hiddink juga mengakui senang dapat kembali pada Stamford Bridge. “Saya senang kembali pada Stamford Bridge. Chelsea merupakan satu diantara tim paling besar di dunia namun bercokol di tempat yang tak semestinya pada saat ini. Bagaimanapun juga, saya meyakini kami dapat bangkit musim ini,” tutur Hiddink seperti yang ditulis laman sah tim. Ia bukanlah sosok asing untuk fans The Blues, mengingat Hiddink pernah mengatasi Chelsea pada 2009, serta mengusung pasukan cuma kalah satu kali di liga sampai berhasil bangkit dari keterpurukan di awal musim dan berhasil tempati kedudukan ketiga di EPL.

6. Dipecat Chelsea, Mourinho Kembali Merapat ke Madrid
Pemecatan Jose Mourinho sebagai pelatih Chelsea sudah diduga sebelumnya oleh banyak pihak, termasuk mantan Presiden Real Madrid Ramon Calderon. Dalam analisanya, Mourinho akan kembali menukangi Los Blancos untuk menggeser posisi Rafael Benitez. Hanya beberapa saat setelah berita pemecatan Mourinho muncul ke publik, Calderon langsung bercuit di akun media sosialnya. “Mourinho lebih dekat ke Madrid. Hanya beberapa hal yang harus dipilah dan dia akan berada di sini,” tulisnya, Kamis (17/12/2015). Calderon menambahkan pemecatan Mourinho ini tak ubahnya sebuah berkah buat El Real. “Tanpa diragukan lagi berita ini sangat baik buat Florentino Perez (Presiden Real Madrid) dalam situasi yang sulit setelah ia menjadi presiden.”

7. Mario Balotelli Kirim Simpati untuk Jose Mourinho
Pelengseran Jose Mourinho dari Stamford Bridge menimbulkan kiriman support moral dari banyak pihak. Satu diantaranya datang dari mantan pemainnya di Internazionale, Mario Balotelli. Mourinho resmi berpisah dengan The Blues untuk kedua kalinya pada Kamis (17/12) lalu menyusul hasil jeblok di musim 2015/16, dimana Chelsea tenggelam di rangking 16 klasemen Liga Primer Inggris, cuma berjarak satu angka dari zona degradasi. Balotelli, yang saat ini membela AC Milan, pernah mengecap manisnya treble pada saat keduanya masih di Inter. Ia juga tak lupa mengemukakan support pada Mou berkenaan pemecatannya dari Chelsea. “Tidak perduli apapun yang Anda pikirkan atau katakan. Jose pelatih hebat serta dia telah menunjukkannya berulang-kali di pasukan yang tidak sama,” catat Balotelli dalam account Instagram kepunyaannya sembari mengunggah gambar ia tengah memeluk Mourinho.

Semoga apa yang menimpa pelatih kawakan asal Portugal tersebut dapat diselesaikan dengan baik- baik. Segala pro dan kontra yang mengiringinya dan perangainya yang dipandang sebagian orang sedikit angkuh dapat berubah. Prestasi yang sempat membuatnya dipuji- puji segera dapat ia ulang kembali.