Sederet Kasus Bentrokan Antar Ormas Yang Meresahkan Warga Hingga Berujung Kematian

Keberadaan organisasi masyarakat(ormas) sering disalah artikan. Banyak kasus ormas justru melakukan bentrok dengan ormas lain karena hal tertentu. Dan dari aksi bentrok tersebut menimbulkan banyak akibat dari meresahkan warga setempat, ditangkap dan di bui hingga berujung kematian. Namun kendati demikian tidak membuat jera bentrok antar ormas tersebut dan justru menjadi aksi balas dendam. Berikut sederet kasus bentrokan antar ormas yang meresahkan masyarakat :

1. Kasus bentrok antar ormas besar di Denpasar, Bali yaitu Baladika Bali dan Laskar Bali pada Kamis (17/12). Bentrokan terjadi dua kali ditempat yang berbeda dan bentrok tersebut mengakibatkan 4 anggota ormas Baladika tewas. Dua orang tewas akibat bentrokan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan. Sedangkan dua orang lainnya tewas saat bentrok lanjutan di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Kapolda Bali Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto mengambil langkah cepat untuk mempertemukan pimpinan kedua ormas yang sempat bertikai itu untuk mencegah timbulnya bentrokan lanjutan. Sugeng mempertemukan dua tokoh petinggi Laskar Bali dan Baladika, yakni Sekretaris Jenderal (Sekjen) Laskar Bali Ketut Putra Ismaya Jaya dan Sekretaris Umum (Sekum) Baladika I Ketut Sukarta. Kedua pihak menandatangani kesepakatan untuk berdamai di Mapolda Bali. Langkah ini diambil agar tidak menimbulkan keresahan warga dan mengganggu aktivitas tulis yang sedang berlibur di Bali.

2. Dua organisasi massa terlibat bentrokan di Jalan Raya Veteran, Purwakarta, tepatnya depan perumahan Griya Asri, Sabtu (19/12) sore. Dikabarkan ada korban luka-luka dan kendaraan rusak akibat bentrokan antara Forum Bersama yang merupakan gabungan 28 ormas dan LSM dengan anggota Front Pembela Islam (FPI). Bentrokan antara dua kelompok itu berawal ketika rombongan FPI yang hendak menghadiri acara tabligh akbar yang dihadiri Ketua umum FPI Habib Rizieq berpapasan dengan rombongan Forum Bersama. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba bentrokan antara kedua kelompok ini pecah. Sejumlah warga yang berada di lokasi mengaku kaget, karena kedua kelompok yang bentrokan itu mengacung-acungkan golok. Dan akhirnya aparat kepolisisan setempat datang untuk meredam suasa dan menyita senjata tajam serta berjaga agar tidak terjadi bentrokan susulan.

3. Serangan ormas FBR terhadap warga di Pasar Gembrong ternyata bukan yang pertama. Ormas FBR pernah melakukan penyerangan dan nyaris membakar pos Pemuda Pancasila. Bentrokan terjadi antar ormas Front Betawi Rempug (FBR) melawan warga sekitar Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur. Bentrokan berawal ketika ormas FBR datang dari arah Kampung Melayu menuju Cakung ketika masuk wilayah Pasar Gembrong, FBR melihat ada seseorang memakai kaos Pemuda Pancasila kemudian memburu orang itu yang lari masuk ke gang. Sambil berlari orang tersebut meminta bantuan warga. Ormas FBR yang berjumlah sekitar 30 orang itu mengacak-acak hingga menimbulkan bentrokan yang membuat beberapa warga luka. Akhirnya, warga yang kesal menyerang balik dan menyebabkan FBR lari. Disaat itu, salah satu motor milik anggota FBR tertinggal dan dibakar masa, serta dua lainnya diamankan di Polsek Jatinegara sebelum ormas tersebut melarikan diri. Pasca bentrokan yang melibatkan oknum ormas FBR dengan warga dan juga pedagang Pasar Gembrong Pos Pemuda Pancasila yang berada di sekitar lokasi dibongkar. Perkelahian antar organisasi masyarakat (Ormas) Front Betawi Rempug (FBR), dan Pemuda Pancasila (PP) sering terjadi bahkan ketika terjadi di Kota Tangerang, salah satu anggota PP dinyatakan tewas akibat bentrok tersebut.

4. Bentrokan antara 2 organisasi masyarakat (ormas) pemuda terjadi di Binjai, Sumatera Utara. Ormas pemuda tersebut adalah Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK). Bentrokan itu dipicu oleh pemasangan plang ormas IPK. Sebenarnya bentrokan antara PP dan IPK itu sudang sering terjadi di Sumatera Utara dan sangat meresahkan masyarakat. Usai bentrokan, personel Polres Binjai menyisir lokasi kejadian bentrokan. Di tempat kejadian perkara bentrokan tersebut masih ditemui bercak-bercak darah korban bentrokan dan sepeda motor milik anggota PP dan IPK yang ditinggalkan oleh pemiliknya. Akibat bentrokan tersebut , 4 anggota dari kedua kelompok terluka karena terkena benda tajam.

5. Dua kelompok Organisasi Masyarakat (Ormas) terlibat bentrokan di Jalan Pilar, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu petang. Diduga bentrokan tersebut dipicu perebutan limbah. Bentrokan yang melibatkan Ormas Pemuda Pancasila (PP) dan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), terjadi pasca LSM GMBI selesai melakukan aksi demo di PT Morin yang terletak di kawasan MM 2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Akibat bentrokan ini, sejumlah orang dilaporkan mengalami orang luka-luka. Selain itu, sedikitnya 3 kendaraan roda 4 juga menjadi sasaran amuk massa tersebut.

6. Bentrokan antara 2 kelompok LSM di Rengas Dengklok. Karawang, Jawa Barat terjadi karena memperebutkan limbah industri yang bernilai ekonomis. Masing-masing massa dari dua kelompok LSM itu yakni LSM Komando Penegak Keadilan (Kompak) dan Gabungan Inisiatip Barisan Anak Siliwangi (Gibas) yang mempersenjatai diri dengan senjata tajam serta kayu dan bambu. Berawal dari sekelompok orang mendatangi Markas LSM Gibas dan menuntut balas atas penyerangan sebelumnya. Massa kemudian membakar satu unit mobil dan 8 sepeda motor serta merusak markas LSM tersebut. Suasana cukup mencekam dan jalan Proklamasi mulai dari pertigaan terminal Rengasdengklok hingga sekitar Desa Amansari Rengasdengklok lumpuh total. Tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut. Kendati demikian, polisi dibantu anggota TNI masih berjaga di lokasi kejadian untuk mencegah bentrok susulan.

7. Dua organisasi kemasyarakatan, yaitu Pemuda Pancasila dan Buah Batu Corp (BBC) terlibat bentrok di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Anggota Pemuda Pancasila merazia pengguna jalan di Jalan Raya Banjaran Soreang, Kabupaten Bandung. Razia terhadap anggota ormas BBC ini merupakan pelampiasan ormas Pemuda Pancasila yang kesal terhadap polisi yang belum  menangkap pelaku pengrusakan dan penganiayaan yang dilakukan ormas BBC terhadap salah satu anggota mereka di Baleendah, beberapa hari lalu. Tidak hanya di Kabupaten Bandung, di Sumedang mereka juga merusak markas ormas BBC. Sebanyak 40 orang dari Pemuda Pancasila memecahkan kaca, merusak pintu, dan atribut lainnya. Toko air minum isi ulang yang bersebelahan dengan markas BBC juga ikut dirusak. Seorang wartawan yang meliput menjadi sasaran amuk masa. Wartawan yang terluka di kepala dan pinggang itu kemudian melapor ke Markas Kepolisian Resor Sumedang. Pimpinan kedua ormas sudah dimintai keterangan oleh polisi. Polres Sumedang juga sudah menempatkan sejumlah anggotanya agar tidak terjadi bentrok susulan.

Semoga tidak terjadi lagi bentrokan – bentrokan antar ormas yang dapat meresahkan warga hingga hilangnya nyawa. Rasa dendam menjadi salah satu pemicu bentrokan antar ormas yang perlu dihindari. Jika terdapat perselisihan diselesaikan secara baik – baik agar tidak merugikan orang lain.