Ancaman Bom Hoax, Akibatkan Kepanikan Di Seluruh Sekolah Los Angeles dan New York

Sebuah ancaman teror bom oleh pihak yang belum diketahui identitasnya dikirim ke seluruh sekolah di Los Angeles, AS. Seperti dilansir berita setempat, Selasa (15/12/2015), melaporkan bahwa sebuah beberapa sekolah di LA mendapat ancaman teror tersebut pada pagi waktu setempat. Kabar mengejutkan tersebut saat ini telah disebar melalui media setempat, kantor polisi dan pihak sekolah. Dilansir berbagai media, pihak kepolisian juga telah memastikan itu. “Pagi ini, kami menerima ancaman lewat pesan elektronik yang mengancam keamanan sekolah-sekolah,” kata Kepala Polisi Los Angeles Unified School Steven Zipperman. Berikut ulasan mengenai ancaman bom yang terjadi di Los Angeles tersebut.

1. Lebih Dari 1.000 Sekolah Diliburkan
Seluruh sekolah di Los Angeles, California, Amerika Serikat ditutup pada Selasa (14/12) setelah petugas keamanan berwenang melaporkan ada ancaman acak terhadap seluruh sekolah di distrik tersebut. Petugas berwenang meminta seluruh orang tua dari 643 ribu murid untuk tinggal di rumah sebelum petugas melakukan pengecekan lebih dari 1,200 sekolah dari sekolah dasar hingga menengah atas. Ancaman ini adalah yang terbesar menyerang seluruh disrik dalam satu dekade terakhir. Ancaman ini datang kurang dari dua minggu setelah pasangan suami istri yang diduga berafiliasi dengan ISIS menembak mati 14 warga di San Bernardino, California, sekitar 100 kilometer arah timur Los Angeles. “Ini bukan satu sekolah, dua sekolah atau tiga sekolah. Ini sangat banyak dan tidak ada petunjuk spesifik. Ini mengapa saya mengambil tindakan untuk meliburkan dan melakukan pengecekan di seluruh sekolah,” kata Ramon Cortines, Pengawas Sistem Sekolah Los Angeles, seperti dikutip berita setempat. Ramon Cortines ingin memastikan dan tidak mau ambil risiko atas nyawa anak-anak yang hendak bersekolah, hingga seluruh sekolah benar-benar aman. FBI dan Kepolisian Los Angeles telah melakukan investigasi atas ancaman tersebut. Ramon mengatakan ancaman tersebut datang dari surat elektronik. Pihak berwenang mengatakan, wilayah distrik lain tidak perlu khawatir akan ancaman tersebut, dan memastikan akan segera mempublikasikan temuan atas ancaman tersebut. Los Angeles adalah distrik terbesar kedua di AS. LA memiliki lebih dari 900 sekolah dan 640.000
orang siswa/siswi.

2. Alamat IP Ancaman Bom Los Angeles dari Frankfut
Juru Bicara yang berwenang menangani distrik pendidikan di Los Angeles, California mengatakan jika ancaman yang dikirim melalui surat elektronik kepada salah satu anggota pemerintahan kota tercatat dari alamat IP (internet protocol) di Frankfurt, Jerman. Ancaman tersebut terjadi hari Selasa (15/12) waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia, setelah petugas di wilayah distrik Los Angeles menerima ancaman yang diduga bom dari sebuah tas gendong dan paket yang tidak disebutkan secara spesifik lokasinya. Akibat ancaman itu seluruh sekolah di Los Angeles ditutup pada Selasa (15/12) setelah petugas keamanan berwenang melaporkan ada ancaman acak terhadap seluruh sekolah di distrik tersebut.

3. Ancaman Bom di Sekolah Los Angeles Ternyata Hoax
Los Angeles menutup lebih dari 1.000 sekolah umum akibat adanya ancaman bom dan penembakan, membuat ratusan ribu siswa tak bersekolah dan para orang tua cemas. Namun, ancaman tersebut ternyata hoax dan para pejabat kota pun dikecam karena dinilai bereaksi berlebihan terhadap ancaman tipuan. Pejabat setempat memaparkan ancaman tersebut dikirim melalui email yang sempat dialihkan ke Jerman, tetapi diduga kuat berasal dari daerah sekitar Los Angeles. Namun, setelah lebih dari 1.500 sekolah diperiksa hingga Selasa malam, Wali Kota Los Angeles, Eric Garcetti mengaku bahwa pesan tersebut hanya tipuan. Dewan Kota Joe Buscaino, yang kedua anaknya merupakan siswa sekolah LAUSD, mengeluh tentang kurangnya cepatnya sistem peringatan darurat. Menurutnya, banyak siswa yang mengetahui penutupan sekolah dari teman mereka melalui media sosial. Sumber penegak hukum menyatakan kepada Reuters bahwa pihak berwenang Los Angeles memerintahkan penutupan untuk memungkinkan operasi pencarian penuh terhadap fasilitas sekolah umum. Namun, penutupan ini dilakukan tanpa berkonsultasi dengan Biro Investigasi Federal atau FBI, yang biasanya memimpin penyelidikan soal potensi aksi terorisme. Wali kota Los Angeles Garcetti membantah tuduhan ini dan menyatakan pihaknya telah menghubungi aparat penegak hukum federal. Sementara, mantan Kepala Polisi New York City, William Bratton menilai keputusan pemerintah kota Los Angeles untuk menutup sekolah merupakan “reaksi yang berlebihan.” New York menerima ancaman hampir serupa yang dengan cepat dinyatakan sebagai ancaman yang tidak serius. “Mengganggu jadwal harian setengah juta siswa sekolah, orang tua mereka, tempat penitipan anak, dan rute bus hanya berdasarkan email anonim, tanpa berkonsultasi dengan pihak penegak hukum, saya pikir itu adalah reaksi berlebihan,” ujar Bratton.

4. New York Juga Terima Ancaman Bom
Tidak hanya di Los Angleles, ancaman serupa rupanya juga diterima kota New York, namun ancaman tersebut dinilai palsu atau hoax. “Pihak kami juga menerima pesan serupa tak lama setelah ancaman bom di LA. Setelah melakukan pemeriksaan kami simpulkan bahwa ancaman tersebut palsu atau hoax,” ujar Kepala polisi New York Bill Bratton seperti dilansir Reuters, Rabu (16/12/2015). Bratton dan Wali Kota New York, Bill de Blassio melakukan konferensi pers dengan sejumlah media di New York. Mereka meyakinkan para orang tua dan murid di semua sekolah di kota tersebut untuk tenang karena keamanan masih kondusif. “Walaupun begitu, New York Police Department (NYPD) dan FBI dan Los Angeles Police Department (LAPD) masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu darimana ancaman bom tersebut berasal,” jelas Bratton.

Semoga kasus- kasus penembakan dan pengeboman tidak terjadi lagi dimanapun. Karena bagaimanapun, banyak orang yang tidak berdosa menjadi korban hanya karena kepentingan kelompok tertentu. Apalagi jika terjadi disekolah dan Universitas, masa depan, bahkan nyawa mereka yang menjadi taruhannya.