Press "Enter" to skip to content

7 Fakta Mengejutkan Mantan Penyanyi Cilik Dena Rachman Yang Menjadi Transgender

Comments

Tiba-tiba pembicaraan mengenai transgender muncul di media informasi, terutama televisi. Artis cilik tahun 90an yang pernah memandu acara bernama “Krucil” di sebuah stasiun TV swasta, Renaldy Rachman mengungkapkan bahwa dirinya kini menjadi transgender dan merubah namanya menjadi Dena Rachman. Ia mengaku mulai berdandan layaknya wanita sejak kuliah dan kemudian memutuskan untuk menjadi transgender. Memang bukan perkara mudah untuk memutuskan mengubah jenis kelamin dari laki-laki menjadi perempuan. Dan berikut rangkuman fakta mengenai penyanyi cilik ini:

1. Dapat Kecaman Netizen
Dena Rachman yang baru menjalani operasi implan payudara pada Oktober 2014 lalu di Seoul, Korea. Melalui akun Instagram pribadinya, Dena Rachman pun menyulut komentar pada netizen karena foto seksinya yang nampak memamerkan hasil operasi yang ia jalani. Dalam foto tersebut jelas Dena tengah mengenakan bikini yang sedang berjemur diatas pelampung berbentuk Pizza. Terkait operasi transgender yang ia jalani, ternyata Dena Rachman pun belum melakukan operasi ganti kelamin, ia masih baru menjalani operasi implan payudara pada Oktober 2014 lalu yang ia lakukan di Seoul, Korea. Dan ternyata melalui akun Instagram pribadinya, Dena Rachman pun menyulut komentar pada netizen karena foto seksinya yang nampak memamerkan hasil operasi yang ia jalani. Dalam foto tersebut jelas Dena tengah mengenakan bikini yang sedang berjemur diatas pelampung berbentuk Pizza. Tidak hanya karena memakai bikini, Dena juga sempat diptotes netter karena foto bareng Seungri dan Taeyang Big Bang.

2. Pihak Keluarga Mendukung Dena ‘Reynaldi’ Rachman Ganti Kelamin
Mantan bintang cilik Reynaldi alias Dena Rachman telah mantap mengubah sosoknya sebagai perempuan. Namun keputusan tersebut bukan hal yang mudah diterima bagi keluarga terutama ibunya, Gina Rachman. “Butuh proses dari keluarga, juga ada obrolan-obrolan, berat sekali. Nggak mudah,” curhat Gina di Jakarta Selatan, Kamis (20/6). “Tapi dia keliatan nyaman dengan apa yang dia lakukan sekarang. Dia kelihatan happy. Saya senenglah kalau lihat dia happy”. Kini Dena bisa lebih percaya diri karena keluarga telah memberikan dukungan. Bahkan Gina tak masalah seandainya Dena kembali menjadi artis. Gina Rachman maupun pihak keluarga mendukung asalkan Reynaldi alias Dena memang merasa bahagia dan nyaman menjadi perempuan.

3. Dena Menyatakan Karakter Pria Idamannya
Setiap manusia pasti ingin memiliki pendamping hidup yang akan menemaninya hingga tutup usia. Tak terkecuali bagi Dena Rachman. Usai merubah dirinya sebagai transgender, Dena kini tengah mencari-cari jodoh yang memenuhi kriterianya. Mantan artis cilik bernama asli Renaldy Denada Rachman ini nantinya ingin memiliki sosok pendamping yang bisa cocok dengannya. “Pokoknya yang kuat imbangin lah,” canda Dena. “Ya intinya kalau disejajarkan, jalan bareng gitu cocok, serasi secara visual,” jelas Dena. “Kalau mau makan enak, belanja juga enak. Cocok kalau mau diskusi, cocok kalau ngobrol enak. Pokoknya yang penting cocok. Kalau mau dibawa ke teman-teman juga cocok. Jangan yang tiba-tiba out of the blue atau bengong”. Dena mengaku trauma karena sempat mematok standarnya terlalu tinggi. “Kalau dulu harus yang tipe begini atau begitu, lama-lama nggak dapet-dapet kaya gitu. Atau yang sudah pas kriteria tapi ternyata nggak nyambung waktu ngomong. Jadi yang penting cocok,” tambahnya. Jika divisualisasikan, Dena memilih aktor sekaligus produser dari Amerika Bradley Cooper sebagai idaman. “Nggak tahu kenapa, suka aja hehehe. Aku lemes kali kalau ketemu dia,” ungkapnya.

4. Sempat Dilecehkan Gara-Gara Jadi Transgender
Desainer dan model ini ternyata menjadi korban pelecehan saat berlibur ke Bali beberapa saat lalu. Saat itu, Dena tak diperbolehkan masuk di sebuah klub malam dengan alasan dirinya adalah transgender. Pihak klub juga mengusir Dena dengan nada yang tak enak sehingga membuat dirinya merasa terluka dengan kata-kata kasar. “Tidak mengizinkan aku masuk ke tempat itu. Dengan cara yang sangat tidak baik karena mungkin mereka melihat aku sebagai transgender,” ungkap Dena, Jumat (20/11). “Sampai dia teriak-teriak dengan kasar. Waktu itu aku sangat emosional karena mungkin aku shock karena pertama kali aku mendapat perlakuan seperti itu”. “Aku nggak menyangka. Aku merasa sangat dilecehkan dan tidak terima sekali pada saat itu,” lanjut Dena. Namun, meskipun telah mengalami kejadian yang membuatnya kesal, Dena tak menyesal memilih menjalani nalurinya ini.

5. Jawaban Dena Rachman Soal Permak Tubuh
Dena Rachman masih terus ditanyai mengenai tindakan operasi yang dijalaninya. Masih banyak orang bertanya-tanya selain payudara, bagian tubuh mana lagi yang sudah jalani operasi. “Operasi plastik hanya pada dada, yakni payudara. Bagian lain belum,” ungkapnya Dena pada Kamis 10 Desember 2015. Bagian lain seperti jakun atau penis belum dilakukan. Lalu bagian wajah juga tidak dilakukan operasi. “Mungkin kalau terlihat berbeda karena make-up kan juga bisa,” terang Dena. “Masak kalau sudah operasi sana-sini, masih kayak gini? Pasti kalau sudah operasi macam-macam aku sudah cantik kayak manekin,” tutur Dena mengomentari ucapan hater di Instagram-nya. Lalu, saat ditanya kapan akan jalani operasi pada bagian penis, Dena menjawab secara diplomatis. “Target untuk operasi bagian itu sih enggak ada. Tapi kita belum tahu, lihat nanti,” tutur wanita yang sedang berbisnis sepatu ini.

6. Kegelisahan Dena Rachman Sebelum Putuskan Transgender
Sebelum memutuskan untuk menjadi transgender, banyak pertanyaan terbesit di otaknya. Ia pun berulang kali mencari jawabannya. Bahkan ia berdiskusi dengan dirinya sendiri. “Aku banyak berdialog dengan diri sendiri akhirnya. Apakah ini bener? Kalau memang gini, kenapa kayak gini? Terus aku ini salah memangnya, siapa yang salah ini?” tutur pemilik nama asli Renaldy Denada Rachman ini. Meski begitu, menurut Dena Rachman, proses diskusi dengan diri sendiri ini perlu dilewati. Menjadi transgender merupakan proses seumur hidup, tidak semudah membalikan telapak tangan, bukan sekedar mengikuti nafsu atau gaya-gayaan. “Ini lifetime process. Di mana dari kecil aku sudah merasakan, kayaknya aku seorang wanita deh. I wasn’t comfortable with my body at that time,”. Namun karena saat itu Dena masih sangat muda, ia pun tidak terlalu memikirkannya. Sampai beranjak puber atau remaja, ia mulai berinteraksi dengan lingkungan sosial dan mulai mengerti lebih dalam lagi. “Kok yang aku rasakan ini beda dengan orang-orang bilang. Kok aku merasa nggak nyaman, ya. Di situ aku merasa takut dan bingung, ga nyaman. Aku waktu itu hidup dalam tercover, aku ga bisa jadi diri sendiri, which is itu ga enak,” kata dia. Alhasil dari situlah ia mulai berdiskusi dan memutuskan untuk menjadi transgender. Saat itu, Dena Rachman membulatkan tekatnya untuk mengatakan kepada orangtuanya.

7. Keluarga Sempat Berjuang Bikin Dena Rachman Berubah Macho
Sebelum memutuskan untuk menjadi transgender, Dena Rachman sudah menyukai segala hal yang berbau feminin sejak kecil. Namun, keluarganya pun awalnya mendukung supaya Dena lebih macho dengan berbagai hal. Salah satunya dengan mengikutkan Dena bermain sinetron laga. “Aku suka hal-hal yang berbau feminin, aku suka tampil, main roll playing, nyanyi, main restoran, main dandan-dandanan, sudah ke arah sana. Makanya mereka nyuruh aku nyanyi, modelling, main sinetron laga, biar sedikit macho kali, ya,” ucap penyanyi cilik ini. Namun, hasilnya malah sebaliknya. Bukannya bertambah macho, Dena semakin tidak nyaman dengan kondisinya. Ia merasa dia bukanlah seorang laki-laki. Meski begitu, ia tetap jaim alias jaga image dengan lingkungan sosialnya.

Namanya kembali heboh tahun 2013 ketika memutuskan untuk menjadi seorang transgender. Dena mulai menjadi dirinya sendiri dan menemukan kenyamanan darinya setelah selesai kuliah S1 di FISIP Universitas Indonesia. Sosok kelahiran Jakarta, 30 Agustus 1987 ini mengungkapkan keinginannya untuk menjadi transgender ke orangtuanya. Dan keputusan Dena Rachman yang menjadi transgender ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen.