7 Dongeng Populer Disney Yang Versi Aslinya Mencengangkan Dan Mengejutkan

Walt Disney Studios selalu mengisahkan cerita dongeng dengan manis, menyentuh dan akhir bahagia. Tapi ternyata cerita dongeng yang dimulai dari buku komik sebagai pengantar tidur tersebut memiliki versi asli yang tidak layak ditonton oleh anak – anak. Akhirnya pihak Disney mengubah versi dongeng dari yang menyeramkan menjadi layak untuk ditonton anak-anak dan semuanya memiliki akhir cerita yang Happily Ever After. Dan berikut cerita – cerita dongeng tersebut:

1. Cinderella

Cinderella

Cinderella versi Grimm Bersaudara cukup sadis. Versi asli Cinderella alias Si Upik Abu ternyata mengandung unsur mutilasi. Cinderella yang selalu disiksa ibu tiri dan kedua saudari tirinya. Saat sang pangeran mencari-cari gadis yang ukuran kakinya pas dengan sepatu emas (bukan sepatu kaca) yang ditinggalkan Cinderella, Ibu Tiri Cinderella berusaha sangat keras agar anak-anaknya terpilih sebagai pemilik sepatu. Putri yang kakinya kebesaran, jari-jarinya dipotong agar muat. Sementara Putri yang kakinya kekecilan, kakinya digilas dengan roda gerobak kuda yang sangat berat (dari sinilah sebenarnya muncul istilah “Pain for Beauty”. Pangeran melihat bekas darah di sepatu tersebut dan akhirnya mengetahui Cinderella-lah pemilik sepatu yang asli, hal ini membuat murka pangeran. Pada saat pernikahan Cinderella, burung mematuk mata kedua saudara tiri dan memakan mata Ibu Tiri Cinderella.

2. Beauty and The Beast

Beauty and The Beast

Pertama kali diterbitkan pada 1740 oleh Gabrielle-Suzanne Babot de Villeneuve, ditulis untuk mempromosikan perjodohan kala itu antara gadis-gadis muda dengan pria-pria kaya yang tidak menarik. Beauty abad ke-18 berumur 14 tahun dari seorang pria kaya yang sebelumnya kehilangan kekayaannya. Ia ‘dijanjikan’ kepada Beast oleh ayahnya, dia pergi ke istananya dengan sengaja, di mana dia dijamu oleh semua kekayaannya. Ketika saudarinya mengetahui bahwa Belle telah tersangkut oleh sugar daddy, mereka membujuknya untuk meninggalkan istana, dengan harapan bahwa Beast akan menjadi marah dan makannya hidup-hidup. Sebaliknya, Beast hampir meninggal karena patah hati. Ketika ia kembali menghiburnya, ia berubah menjadi pangeran tampan.

3. Sleeping Beauty

Sleeping Beauty

Di versi pertama cerita Putri Tidur yang berjudul “Sun, Moon and Talia” yang ditulis oleh Giambattista Basile, sang putri tertidur bukan karena kutukan, melainkan karena ramalan. Alih-alih terbangun karena pangeran menciumnya, cerita aslinya tidak semanis yang kamu tahu. Di cerita asli, seorang raja melewati kediaman putri itu. Ketika salah satu elang miliknya masuk ke tempat sang putri, ia mengetuk pintu tapi tidak ada yang menjawab. Akhirnya ia masuk menggunakan tangga dan melihat sang putri. Raja itu membawa sang putri ke tempat tidur lalu memerkosanya. Raja itu pergi, dan sembilan bulan kemudian si putri melahirkan anak kembar (selagi ia masih tertidur). Sang bayi yang baru dilahirkannya kelaparan dan menghisap jari ibunya hingga jarum itu terlepas dan sang putri pun terbangun. Sementara itu raja tersebut menikahi wanita lain. Wanita yang mengetahui tentang putri tidur dan anaknya berusaha untuk membunuh mereka. Usahanya tidak pernah berhasil. Akhirnya ia dihukum oleh raja, dan raja itu menikahi sang putri tidur.

4. Snow White

Snow White

Di cerita Putri Salju yang ditulis Grimm Bersaudara pada tahun 1812, Ratu memerintahkan pemburu mengambil jantung dan hati Putri Salju. Ini memang sama dengan cerita yang sering kita dengar. Tapi di versi Grimm, Ratu juga memakan jantung dan hati yang ia kira milik Putri Salju. Yang berbeda juga cara Putri Salju terbangun. Di versi aslinya, Pangeran membawa Putri Salju yang dimakamkan di peti kaca tanpa alasan yang jelas. Namun dalam perjalanan, kuda yang membawa tubuh Putri Salju tersandung sehingga apel beracun yang menyangkut di kerongkongan Putri Salju terlempar keluar dan ia pun bangun kembali. Pangeran dan Putri Salju akhirnya menikah. Mereka mengundang sang ratu tapi sebagai hukuman, ia dipaksa memakai sepatu besi panas dan menari hingga akhirnya mati di hadapan Putri Salju.

5. The Little Mermaid

The Little Mermaid

Di versi Disney, film berakhir dengan Ariel yang berubah menjadi manusia sehingga ia akhirnya bisa menikahi Eric. “Ariel=Si Putri Duyung”. Selama menjadi manusia, dia dibekali dengan pisau yang terselip rapi di balik rambutnya yang panjang dan tebal. Tujuannya sederhana : Jika ada orang yang mencurigai keberadaannya sebagai Putri Duyung, maka Ariel harus membunuh orang itu. Dia harus melakukan hal ini untuk melindungi jati dirinya, serta keselamatan kerajaan Neptunus dan spesies Mermaid di laut agar tidak menjadi buruan manusia. Dalam perkembangan kisahnya, kisah cinta Ariel berakhir tragis. Cintanya bertepuk sebelah tangan, dan Sang pangeran meninggalkannya untuk menikah dengan gadis lain. Hal ini membuat Ariel patah hati, ia ditawari untuk membunuh pangeran dengan pisau, tapi ia lebih memilih lompat ke lautan lalu akhirnya berubah menjadi buih. Dari sinilah muncul istilah “Mermaid Tears” (Air mata Putri Duyung). Hewan Sirenia atau dikenal juga dengan sebutan “Sapi Laut / Sea Cows” disebut pula dengan nama Putri Duyung karena memiliki morfologi tubuh yang mirip dengan gambaran Putri Duyung. Hewan laut ini sering terlihat mengeluarkan air mata.

6. Rapunzel

Rapunzel

Di versi asli Rapunzel, dikisahkan sepasang suami istri tinggal di dekat rumah seorang penyihir bernama Dame Gothel. Ketika sang istri mengandung, ia mengidam tanaman rapunzel yang tumbuh di rumah penyihir itu. Sang suami mengambilnya berkali-kali hingga akhirnya ketahuan oleh Dame Gothel. Dame Gothel menyelamatkan nasib sang suami dengan syarat ia harus menyerahkan anaknya. Ketika lahir, diserahkan anaknya kepada Dame Gothel kemudian penyihir itu memberinya nama Rapunzel. Rapunzel yang dikurung di menara dan memiliki rambut yang sangat panjang mirip dengan yang diadaptasi Disney. Begitu juga dengan Pangeran yang mendengar nyanyian Rapunzel dan jatuh hati padanya. Tapi di versi yang ditulis Grimm Bersaudara, Pangeran sering mengunjungi Rapunzel hingga akhirnya ia hamil. Penyihir yang mengetahuinya marah kemudian mengusir Rapunzel. Di beberapa versi ada yang mengisahkan Pangeran lompat dari menara dan buta karena matanya tertusuk duri setelah tidak menemukan Rapunzel di menaranya. Di versi lain, penyihir yang mendorong Pangeran dari menara hingga ia buta karena matanya tertusuk duri.

7. Little Red Riding Hood

Little Red Riding Hood

Pada versi film disney anak-anak, di akhir cerita si kerudung merah dan neneknya diselamatkan oleh seorang pemburu dari serigala yang jahat. Padahal kisah aslinya mengatakan si serigala adalah ogre atau manusia serigala. Kisah klasik ini sebenarnya diangkat dari kisah nyata tentang penyerangan seekor serigala pada seorang anak perempuan berkerudung merah. Kejadian ini terjadi pada abad ke-18 di daerah Eropa. Waktu itu dikisahkan seorang anak disuruh orang tuanya mengunjungi nenek mereka yang sakit dan tinggal di hutan. Awalnya, anak itu disuruh pergi subuh-subuh. Namun entah mengapa, Sang anak memutuskan pergi tengah malam. Akibatnya, dia dikejar oleh manusia serigala. Memang, Si anak lolos dari kejaran manusia serigala dan berhasil tiba di rumah neneknya dengan selamat. Namun yang tidak diduga olehnya, ternyata ada manusia serigala yang lain dan telah memakan sang nenek serta bersembunyi di dalam rumah. Ketika Si anak itu tiba di rumah, sang serigala menyamar menjadi Sang nenek, menyuruh Si anak menanggalkan semua bajunya dan melemparkannya ke perapian, kemudian memperkosanya sebelum memakannya.

Versi asli dari 7 cerita diatas ternyata cukup mengejutkan. Semua kisah cerita imajinasi ini termuat dalam sebuah buku berjudul The Most Creepy Fairy Tales ciptaan dari Grimm Bersaudara yang memiliki alur cerita begitu horor seperti adegan pemerkosaan, pembunuhan, mutilasi hingga kanibalisme.