Keanggotaan Gayatri sebagai BIN siap mati untuk nusa dan bangsa

Kabar terbaru dari Gayatri Wailissa yang sedang marak saat ini adalah, diketahuinya bahwa remaja jenius 17 tahun ini menjadi anggota BIN.

Hal ini menyebar usai wawancara stasiun televisi di hari pemakaman Gayatri, Sabtu (25/10/2014) di Ambon. “Gayatri cerita, pernah di latih BIN.  Pada tanggal 19 september, pulang ke Ambon. Dia menceritakan seperti itu, latihan seperti kungfu, bela diri, menembak,” kata ibunda Gayatri.

Kabar yang menyebutkan Gayatri Wailissa sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) pun menjadi perhatian bagi pengamat intelijen, Wawan Purwanto. Wawan mengatakan nama Gayatri tak tercatat dalam data keanggotaan BIN.

Wawan menyampaikan semasa hidup Gayatri memang memiliki banyak kenalan dengan petinggi-petinggi di kesatuan TNI dan pejabat tinggi negara. Keahliannya menguasai 14 bahasa itulah yang menjadi siapapun menyukainya. Tak heran bila almarhum kerap dipilih menjadi duta bidang apapun.

Dedi yang merupakan sang ayah Gayatri menuturkan bahwa saat kelas 2 SMA dulu putrinya pernah berujar ingin berbakti pada nusa dan bangsa. Bahkan Gayatri juga berpikir kalalu bisa meninggal untuk nusa dan bangsa. “Dia kalau belajar itu serius, berjam-jam. Saya pernah bilang kamu kok belajar serius sekali. Dia bilang bapa tenang saja. Saya ini hidup untuk berbakti pada nusa dan bangsa, mati pun kalau bisa untuk nusa dan bangsa,” tutur Dedi.

Dedi mengatakan anaknya pergi terlalu cepat. Walau begitu, harus tetap iklas atas kepergian Gayatri yang dinilainya sangat mendadak dan mengejutkan itu.

Dari hasil wawancara dengan Dedi ayah dari Gayatri yang diketahui bahwa Gayatri memang sangat patriotisme semasa hidupnya. Sangat disayangkan bila terlalu cepat Anak ajaib Indonesia ini pergi, apalagi prestasinya sangat membanggakan bagi negara tercinta kita. Namun remaja jenius yang menguasai berbagai bahasa asing ini, di akhir hayatnya meninggal demi nusa dan bangsa.