7 Fakta Serangan Virus Hepatitis A Yang Menyebar Di Lingkungan Kampus IPB

Virus Hepatitis A yang menyerang lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) telah memakan korban puluhan mahasiswa terjangkit penyakit ini hingga dirawat di rumah sakit setempat. Ketakutan tertular pun melanda warga kampus. Berikut sederet fakta tentang Hepatitis A yang menyerang Kampus IPB ini:

1. 28 Mahasiswanya Menderita Hepatitis A
Hingga Jumat (11/12/2015), mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menderita hepatitis A berjumlah 28 orang. “Dari 28 orang itu, 3 sudah keluar dari rumah sakit, 2 dirawat di rumah orangtuanya, dan 23 masih dirawat di RS Karya Bakti Pertiwi dan Rumah Sakit Kartili Dramaga,” kata Direktur Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor Sugeng Santoso. “Sebelumnya belum pernah ada, ini yang pertama kali, dan kami anggap sebagai kejadian luar biasa (KLB) yang perlu segera dilakukan penanganannya,” ujar Sugeng.

2. Kemungkinan Penyebab Mahasiswa IPB Terserang Hepatitis A
Melalui akun Twitter-nya tersebut pihak IPB juga membantah tudingan bahwa banyaknya mahasiswa terkena hepatitis A dikarenakan kantin mereka yang kotor. “#KabarKampus berita di media mnyebutkan sumber hepatitis dr kantin asrama. Hal itu TIDAK BENAR, tidak ada kantin di asrama mahasiswa IPB,” kicau @ipbofficial pada Sabtu (12/12/2015). Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, namun beberapa netizen di Twitter sempat berkomentar tentang kejadian luar biasa di kampus Institut Pertanian Bogor tersebut dikarenakan kantin sekitar IPB kotor. Akbar yang merupakan salah satu mahasiswa yang terkena penyakit ini masuk rumah sakit sejak 6 Desember 2015. Gejala awal yang dia rasakan adalah demam tinggi disertai muntah-muntah. “Saya kira penyakit biasa karena kecapaian,” ujar mahasiswa asal Makassar tersebut. “Saat diperiksa, dokter mendiagnosis saya menderita hepatitis.”. Akbar menjelaskan, berdasarkan penjelasan dokter, hepatitis yang menyerangnya dan teman-temannya bisa berasal dari makanan. Tidak tertutup kemungkinan mereka terjangkit karena peralatan makan yang tidak higienis. “Ada 17 mahasiswa IPB yang menjalani perawatan di rumah sakit ini,” tuturnya.

3. Mahasiswa Berobat dengan Biaya Sendiri
Dari belasan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terjangkit virus hepatitis A, sebagian besar dari mereka mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Karya Bhakti Pertiwi Dramaga dengan biaya pribadi. “Biaya perawatan pakai uang sendiri,” kata Akbar Tanjung, 19 tahun, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB, Kamis, 10 Desember 2015. Menurut Akbar, hingga hari ini, biaya perawatan yang dia tanggung sebesar Rp 3 juta. Padahal sebelumnya Kepala Kantor Hukum, Promosi, dan Hubungan Masyarakat IPB Prof Ir Yatri Indah Kusumastuti mengatakan biaya perawatan mahasiswa yang terserang hepatitis A akan ditanggung kampus. “IPB akan menanggung biaya pengobatan sesuai dengan Program Penyangga Kesehatan Mahasiswa,” ucapnya.

4. IPB Umumkan Darurat Hepatitis A
Institut Pertaian Bogor (IPB) semakin gencar menelusuri sumber penyebaran hepatitis A di lingkungan kampus, setelah puluhan mahasiswa terjangkit virus ini sejak beberapa hari lalu. IPB juga telah mengumumkan keadaan darurat hepatitis di lingkungan kampus dan mengumumkan status kejadian luar biasa (KLB). IPB menolak bila penyebaran virus hepatitis ini disebut wabah, melainkan baru sebatas KLB di lingkungan kampus. Untuk mengatasi masalah ini, IPB berinisiatif dengan segera membentuk ‘Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan dan Penanggulangan Hepatitis di Lingkungan IPB’.

5. Hepatitis A yang Serang Mahasiswa IPB Rentan Menyebar di Lingkungan Tak Bersih
World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hepatitis A umumnya menular lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi. Seseorang juga bisa terinfeksi apabila melakukan kontak intim seperti berhubungan seks dengan pengidap. Oleh sebab itu salah satu cara untuk mengatasi penularan adalah dengan menguatkan sanitasi, keamanan pangan, dan menerapkan perilaku hidup bersih sehat. Dalam kasus ini mahasiswa memang menjadi populasi yang rentan karena kesibukan kuliah bisa saja membuat seseorang tak terlalu tegas menegakkan hal-hal tersebut. “Penyebaran hepatitis A bisa dikurangi dengan menjamin suplai air bersih yang cukup, sistem pembuangan air got yang baik, dan praktik kebersihan pribadi yang baik seperti selalu mencuci tangan dengan air bersih,” tulis WHO. Selalu pastikan makanan yang akan dikonsumsi aman, bersih, dan sudah matang sepenuhnya. Virus bisa saja mengenai makanan mentah dari air yang tercemar. Bila sudah terkena, tak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A dan masa pemulihan bisa memakan waktu lama antara berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Menurut WHO yang paling penting adalah menjaga agar pasien tetap mendapatkan kebutuhan nutrisinya dan terhidrasi dengan baik selama sakit.

6. Tujuh Asrama IPB Diperiksa
Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memeriksa tujuh gedung asrama mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis 10 Desember. Pemeriksaan ini terkait belasan mahasiswa IPB yang terserang virus Hepatitis A secara hampir bersamaan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Kusnadi mengaku menerima laporan dari IPB terkait belasan mahasiswa yang terserang Hepatitis A. Pihaknya pun segera turun guna melakukan pemeriksaan. “Kalau kotor banget sih enggak, tapi kurang rapi. Karena mungkin di situ (asrama) banyak yang tinggal ya,” kata Kusnadi di Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/12/2015).

7. 1 Mahasiswa Asal Medan Meninggal
Virus Hepatitis A menyerang lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Puluhan mahasiswa terjangkit penyakit ini hingga dirawat di rumah sakit setempat. Bahkan satu orang mahasiswa asal Medan dikabarkan meninggal dunia. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, ada 37 mahasiswa yang terserang penyakit ini. Sementara, satu orang meninggal. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Yonny Koesmaryono membenarkan adanya kejadian ini. Awalnya informasi yang diterima pihaknya hanya 9-10 orang mahasiswa yang terjangkit. Setelah pendataan dilakukan, jumlah penderita semakin bertambah. Hingga kemarin, penderita menjadi 37 orang.Jumlah tersebut termasuk mereka yang sudah sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Terkait mahasiswa meninggal, Direktur Kemahasiswaan IPB Sugeng Santoso menolak hal tersebut dikaitkan dengan KLB ini. Menurutnya, kasus meninggalnya mahasiswi bernama Senna, Fakultas Kehutanan itu karena penyakit hepatitis B. Almarhum meninggal di Medan setelah sempat mendapatkan perawatan medis selama empat hari di RS Karya Bhakti Pertiwi. Dia dipulangkan ke kampung halaman atas permintaan orang tua.

Agar penyebaran penyakit itu tidak meluas, pihak rumah sakit berkoordinasi dengan IPB untuk melakukan langkah antisipasi. Untuk mengatasi masalah ini, IPB berinisiatif dengan segera membentuk ‘Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan dan Penanggulangan Hepatitis di Lingkungan IPB’. Pokja ini terdiri dari berbagai aspek diantaranya, Seafast Center (aspek food safety), Fakultas Kedokteran Hewan (aspek zoonosis dan kesehatan masyarakat), Departemen Gizi Masyarakat (aspek gizi), Direktorat Pengembangan Bisnis (aspek pengelolaan kantin di lingkungan IPB dan sekitarnya). Selain itu, IPB melibatkan organisasi kemahasiswaan secara aktif.