9 Hal Menarik PS TNI Hingga Masuk Ke Babak 8 Besar, Piala Jenderal Sudirman

PS TNI menjadi sensasi di Piala Jenderal Sudirman 2015. Kesebelasan yang awalnya tidak diunggulkan justru membuat kejutan dengan menjadi kesebelasan pertama yang lolos dari Grup C. Tim asuhan Suharto itu berhasil memperlihatkan penampilan yang menjanjikan. Meskipun kebobolan terlebih dahulu, PS TNI selalu mampu mengejar ketertinggalan dan meraih kemenangan pada babak penyisihan di grup C. Padahal grup tersebut sebenarnya diisi kesebelasan lain yang lebih berpengalaman seperti Persib Bandung dan Persela Lamongan. Berikut hal – hal menarik dari PS TNI hingga masuk ke babak 8 besar, Piala Jenderal Sudirman:

1. Disiplin Ala Militer Bagi Pemain PS TNI
Disiplin adalah makanan sehari-hari para pemain PS TNI ini , sehingga ketika hal tersebut diimplementasikan di lapangan, maka tidak akan terlalu sulit. Sebelum latihan para pemain PS TNI ini harus berbaris terlebih dahulu. Stamina mereka yang seperti tidak ada habisnya membuat pertahanan dan penyerangan semakin kuat. Jika dibandingkan aktivitas mereka di kesatuan, sepak bola ibarat bersenang-senang saja. Mereka ditempa sangat berat ala militer, tentu saja kekuatan mereka bisa dibilang monster. Selain itu para pemain PS TNI tidak boleh keluar kamar bila sudah memasuki jam malam yang ditentukan oleh pelatih. Jika ada pemain yang melanggar peraturan itu, satu tim akan menanggungnya. Itu sebagai bentuk jiwa corsa yang ditanamkan di TNI. Hukuman yang diberikan adalah push-up. Jadi, para pemain harus mematuhi aturan agar tidak mendapat hukuman. Segala peraturan yang dibuat dan hukuman yang diberikan untuk memupuk rasa solidaritas para pemain sehingga mampu menunjukkan permainan yang impresif di turnamen Piala Jenderal Sudirman.

2. Gabungan TNI dengan PSMS Medan
PS TNI dapat dikatakan merupakan tim gabungan antara tentara aktif TNI dengan PSMS Medan. Pelatih PS TNI, Suharto AD, adalah pelatih PSMS Medan. Skema yang digunakan pun merupakan skema Suharto saat membesut PSMS Medan. Ini pula yang sepertinya membuat PS TNI memiliki stamina prima sehingga, meskipun kerap tertinggal pada babak pertama, mampu mencetak gol pada babak kedua dan meraih kemenangan beruntun. PS TNI diperkuat oleh sebagian pemain PSMS Medan dan lima belas pemain PS TNI adalah tentara. Dari kelima belas pemain yang merupakan prajurit TNI, enam orang di antaranya merupakan punggawa timnas U-23 dan U-19 yang kini menjadi prajurit.

3. Seratus Persen Pemain adalah Pribumi
PS TNI menjadi salah satu tim yang tidak menggunakan pemain asing di Piala Jenderal Sudirman. Meskipun tidak menggunakan pemain asing, PS TNI tidak bersikap inferior saat bertemu lawan. Konten pemain lokal justru membuat PS TNI mampu berbicara banyak dalam Piala Jenderal Sudirman. Indikasinya, kemenangan demi kemenangan yang mereka raih di Grup C.

4. Diperkuat oleh Enam Anggota Timnas
PS TNI diperkuat oleh enam orang anggota tim nasional Indonesia. Keenam pemain tersebut terdiri dari empat pemain jebolan timnas U-23 dan dua pemain timnas U-19. Keempat pemain timnas U-23 adalah Manahati Lestusen, Wawan Febriyanto, Abduh Lestaluhu yang terdaftar sebagai Prajurit Karir dan sedang menjalani pelatihan di Resimen Induk Kodam III/Siliwangi di Bandung, dan Ahmad Nufiandani yang sedang menempuh pendidikan calon bintara TNI. Keempat pemain tersebut membela nama bangsa dalam SEA Games 2014. Selain diperkuat keempat pemain timnas U-23, PS TNI juga diperkuat dua punggawa timnas U-19. Kedua pemain tersebut ialah Ravi Murdianto dan Dimas Drajad yang baru saja resmi menjadi prajurit TNI.

5. Tim Amatir Namun Mematikan
PS TNI bisa dibilang klub amatiran lantaran mereka tidak tercatat resmi dalam liga apa pun. PS TNI adalah satu tim amatir yang berlaga di Piala Jenderal Sudirman tahun 2015 ini. Tim ini diketuai oleh Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal Edy Rahmayadi. Meskipun merupakan tim amatir, PS TNI adalah ancaman bagi tim lain yang tak boleh diremehkan.

6. Selebrasi Unik Bikin Kagum
Ketika satu orang pemain mencetak gol, seluruh pemain PS TNI di lapangan diwajibkan melakukan selebrasi seperti sedang melakukan apel berbaris di depan pencetak gol sambil melakukan aksi hormat.

7. Kekalahan Pertama PS TNI
Dalam Piala Jenderal Sudirman di babak 8 besar PS TNI duel melawan Semen Padang , mereka tunduk dengan skor 1-2. Mereka mengakui kekalahan mereka karena kurang pengalaman dalam hal bermain sepak bola.

8. Supporter PS TNI Yang Membahana dan Membuat Merinding
ratusan bahkan ribuan TNI yang bersorak sorai mendukung klub kesayangan mereka. Namanya juga TNI, mereka tidak melepaskan atribut keprajuritannya. Ada yang pakai seragam dinas, bahkan ada pula yang mencoreng mukanya bak perang. Satu keunikan lainnya adalah yel-yel mereka yang unik. Mirip seperti lagu-lagu ketika mereka berlatih rutin di kesatuan yang mungkin sering kita lihat. Fakta unik lain, mungkin mereka satu-satunya suporter yang aman.

9. Piala Jenderal Sudirman Diprakarsai TNI
Piala Sudirman yang digelar untuk membuat sepak bola kita kembali hidup ini adalah atas prakarsanya TNI. Jadi, bisa dibilang PS TNI adalah tuan rumah gelaran ini. Dan layaknya kompetisi lain, tuan rumah sebisa mungkin harus yang jadi juara.

Memang PS TNI tim amatir namun jangan dianggap remeh. Keunikan – keunikan tersebut bisa menjadi para pemain PS TNI lebih unggul dibanding tim sepak bola yang lebih berpengalaman sebelumnya. Kita lihat saja babak selanjutnya Piala Jenderal Sudirman 2015.